Latest Program: Total pertanggungan KUR Askrindo capai Rp810,3 triliun per Maret 2026
Total pertanggungan KUR Askrindo mencapai Rp810,3 triliun per Maret 2026
Semarang, Jawa Tengah – ANTARA
Latest Program – Pada periode Januari 2007 hingga Maret 2026, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dikelola mencapai total Rp810,3 triliun. Angka ini mencakup lebih dari 36,8 juta debitur yang berperan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, jumlah pertanggungan ini mencerminkan kontribusi perusahaan dalam mendorong akses permodalan bagi masyarakat ekonomi rendah.
KUR, yang merupakan program pemberdayaan usaha rakyat oleh pemerintah, telah menjadi salah satu poros utama dalam strategi Askrindo untuk mendukung perekonomian. Pertanggungan yang terus berlanjut menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume dan kualitas layanan. Mahelan Prabantarikso, Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, menjelaskan bahwa partisipasi aktif mereka dalam program ini adalah bentuk upaya terus-menerus untuk meningkatkan inklusi keuangan.
“Partisipasi aktif kami dalam program KUR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan dan penguatan sektor UMKM,” kata Mahelan dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis malam.
Di tengah perubahan dinamis yang terjadi di industri keuangan, kinerja asuransi kredit Askrindo tetap menunjukkan daya tahan. Dalam portofolio perusahaan, sekitar 70 persen diperuntukkan bagi asuransi kredit. Meski rasio klaim industri secara umum berada di level tinggi, Mahelan menegaskan bahwa kondisi tersebut justru menunjukkan peran penting asuransi kredit dalam mengelola risiko pembiayaan, terutama di sektor UMKM yang rentan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Askrindo terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko secara menyeluruh. Upaya ini dimulai dari proses underwriting yang lebih ketat hingga pengelolaan klaim yang lebih efisien. Tujuan utama adalah menjaga kualitas portofolio tetap stabil dan berkelanjutan. Mahelan menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya memastikan konsistensi kinerja perusahaan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan yang lebih terukur.
“Langkah ini memungkinkan kami menjaga stabilitas kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terukur,” ujar Mahelan.
Kinerja Askrindo sebagai penjamin kredit pada Maret 2026 menunjukkan perkembangan positif. Premi yang terkumpul mencapai Rp1,16 triliun, tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan premi ini didorong oleh kenaikan signifikan pada lini asuransi umum, yang mencatatkan peningkatan hingga 44 persen. Dengan basis peningkatan ini, perusahaan menyatakan bahwa laba telah meningkat sebesar 77 persen (yoy), meski belum merinci nilai aktual yang tercatat.
Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan peran Askrindo sebagai mitra strategis dalam memperkuat sistem keuangan nasional. Dengan skema KUR yang terus berjalan, perusahaan berupaya memberikan solusi finansial yang lebih aman dan terjangkau bagi pelaku usaha. Mahelan menekankan bahwa peningkatan premi tidak cukup hanya diukur dari volume, tetapi juga dari kemampuan mengelola risiko secara efektif. “Kami optimis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun kuncinya tetap pada satu hal: tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,” tutur Mahelan.
Proyeksi Askrindo untuk tahun 2026 menunjukkan bahwa industri asuransi kredit masih akan mengalami pertumbuhan positif, sejalan dengan target kredit perbankan yang diperkirakan berkisar antara 8 hingga 12 persen. Mahelan menyatakan bahwa perusahaan siap melangkah lebih jauh dalam meningkatkan risiko pembangunan ekonomi. Dengan penguatan manajemen risiko, Askrindo berharap dapat menjaga keberlanjutan pendanaan serta mendorong ekspansi pasar yang lebih berimbang.
Di sisi lain, KUR juga berperan sebagai alat pemulihan ekonomi pada masa-masa krisis. Dengan bunga rendah dan persyaratan sederhana, program ini menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan akses permodalan. Askrindo, sebagai salah satu penyedia jaminan KUR, telah membantu banyak usaha kecil untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu. Mahelan menambahkan bahwa pertumbuhan kredit yang cepat harus disertai dengan monitoring yang ketat agar tidak terjadi peningkatan risiko yang signifikan.
Penyusunan strategi risiko yang lebih sistematis menjadi prioritas utama Askrindo. Dari proses pemberian kredit hingga pengembalian, perusahaan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan keandalan. Dalam wawancara, Mahelan mengungkapkan bahwa langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan eksternal dan internal. “Dengan penguatan manajemen risiko, kami berhar
