Key Strategy: Pemkot Cilegon dan Bank Banten tandatangani MoU layanan perbankan RSUD
Pemkot Cilegon dan Bank Banten Sepakat Kolaborasi untuk Peningkatan Layanan di RSUD
Key Strategy – Di Kota Cilegon, Pemerintah Kota melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) terkait pengembangan layanan perbankan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. Acara ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Banten, pada hari Rabu (6/5). Kesepahaman ini diharapkan mendorong pengembangan kualitas pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan, sekaligus menjadi bagian dari persiapan optimalisasi pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang.
Kehadiran dalam acara tersebut antara lain Wali Kota Cilegon Robinsar, seluruh jajaran Pemerintah Kota Cilegon, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto, dan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten Adi Dharma. Kehadiran OJK menegaskan peran pengawasan yang berdampak pada keberlanjutan kerja sama ini. Robinsar menekankan bahwa langkah strategis ini bukan hanya untuk meningkatkan pelayanan perbankan di RSUD, tetapi juga untuk membuka kemungkinan kerja sama yang lebih luas di bidang keuangan daerah.
Kesiapan dan Persiapan ke Depan
Dalam wawancara resmi, Robinsar menyampaikan bahwa MoU ini menjadi awal dari upaya mempersiapkan operasional layanan perbankan di RSUD Kota Cilegon. “Hari ini kita berkesempatan menandatangani kerja sama dengan Bank Banten. Ini merupakan langkah pertama dalam menguatkan kesiapan pengelolaan layanan perbankan di rumah sakit tersebut, serta merupakan penyelenggaraan awal untuk rencana RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) di masa depan,” kata Robinsar. Ia juga berharap kerja sama ini dapat membawa dampak positif untuk kehidupan masyarakat, terutama dalam efisiensi transaksi dan kualitas pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penandatanganan MoU antara Bank Banten dan Pemerintah Kota Cilegon. Ini menjadi langkah awal, sebuah penjajakan untuk persiapan di masa depan. Semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga tahun depan kita dapat memproses RKUD ke Bank Banten,” ujar Robinsar.
Robinsar menambahkan bahwa MoU ini bertujuan untuk menyiapkan sistem operasional yang lebih matang. “Kerja sama ini pada prinsipnya untuk menyelaraskan upaya mewujudkan layanan yang lebih baik dan siap di RSUD Kota Cilegon,” terangnya. Ia juga menyebutkan bahwa keputusan memilih Bank Banten sebagai mitra merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan bank lokal. “Kami di daerah memiliki bank sendiri, dan provinsi juga memiliki. Ini sebagai bentuk komitmen untuk membesarkan bank milik Banten,” ungkapnya.
Dalam upaya memastikan keberhasilan kolaborasi, Robinsar menjelaskan bahwa transisi layanan akan dilakukan secara bertahap. “Masih ada proses yang harus kita siapkan, termasuk dari sisi sarana dan prasarana. Semua harus dioptimalkan agar saat peralihan tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. Ia juga meminta Bank Banten terus melakukan evaluasi terhadap segala aspek kekurangan agar pelayanan bisa berjalan lancar saat waktunya tiba.
Bank Banten: Komitmen untuk Layanan Terbaik
Direktur Kepatuhan Bank Banten, Eko Virgianto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Cilegon. “Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan publik, terutama di bidang kesehatan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi, aman, dan efisien,” ujar Eko.
“Dengan layanan yang terbaik, kami ingin RSUD Kota Cilegon dapat beroperasi lebih lancar dan memberikan kemudahan transaksi kepada masyarakat,” tambahnya.
Eko juga menegaskan bahwa Bank Banten terus meningkatkan kemampuan layanan berbasis teknologi. “Kami sedang mengembangkan sistem pembayaran yang lebih cepat, transparan, dan terpadu. Hal ini bertujuan mendukung kebutuhan pengelolaan keuangan daerah secara modern,” terangnya. Dengan adanya kerja sama ini, Eko yakin akan muncul nilai tambah bagi masyarakat serta pemerintah daerah.
Kerja sama yang ditandatangani juga diharapkan menjadi jembatan untuk memperkuat kinerja Bank Banten di sektor pelayanan publik. “Kerja sama ini membuka peluang sinergi yang lebih luas. Karena dinamika kebutuhan pengelolaan keuangan daerah terus berubah, kita perlu kerja sama yang selaras dengan kebutuhan tersebut,” lanjut Eko. Ia juga menyampaikan bahwa Bank Banten memiliki visi untuk tumbuh menjadi lembaga keuangan yang kuat, sekaligus menjadi pilihan utama dalam transaksi pemerintahan.
Langkah Strategis untuk Pembangunan Daerah
Robinsar menjelaskan bahwa MoU ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memajukan potensi daerah. “Kami yakin bahwa Bank Banten terus berkembang baik dari segi operasional maupun teknologi. Dengan pengawasan ketat dari OJK, kami memperkuat keyakinan terhadap pertumbuhan bank tersebut,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keputusan ini dilandasi pada keyakinan terhadap kemajuan Bank Banten.
“OJK sudah memastikan dan terus memantau perkembangan Bank Banten. Ini membuat kami semakin yakin. Tujuan utamanya adalah memajukan potensi daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tambah Robinsar.
Kerja sama antara Pemkot Cilegon dan Bank Banten tidak hanya berdampak pada operasional RSUD, tetapi juga pada keberlanjutan pembangunan daerah secara keseluruhan. Robinsar menyampaikan bahwa ini merupakan langkah awal, tetapi potensinya sangat besar. “Kerja sama ini akan memberikan dampak yang nyata, baik bagi RSUD maupun masyarakat luas,” katanya.
Menurut Eko, Bank Banten terus berupaya mengoptimalkan layanan perbankan guna mendukung kebutuhan pemerintah. “Kami optimis bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat yang signifikan. Selain itu, ini juga merupakan bentuk dari komitmen Bank Banten untuk tumbuh bersama masyarakat dan pemerintahan,” ujarnya. Ia berharap sinergi antara bank dan pemerintah akan berkelanjutan dan berdampak positif pada kualitas pelayanan daerah.
Dukungan terhadap MoU ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk mewujudkan layanan perbankan yang lebih baik. Dengan kesiapan OJK dan perkembangan teknologi yang terus berjalan, ekosistem keuangan daerah diharapkan semakin solid. “Kerja sama ini tidak hanya sebagai langkah awal, tetapi juga sebagai bagian dari rencana transformasi untuk pembangunan yang lebih maju,” tutup Eko.
