New Policy: BNC bukukan laba Rp136,98 miliar pada kuartal I-2026

BNC Luncurkan Layanan BNPL dan Tingkatkan CAR di Kuartal I-2026

New Policy – Sebuah new policy yang diterapkan oleh PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) dalam kuartal pertama tahun 2026 memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dalam periode tersebut, BNC berhasil mencatatkan laba sebesar Rp136,98 miliar, mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam operasionalnya. Strategi ini berfokus pada pengoptimalan layanan kredit dan peningkatan komposisi dana pihak ketiga (DPK), yang turut memberikan kontribusi pada pertumbuhan keuntungan. Dengan adanya new policy ini, BNC tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap inovasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang lebih inklusif untuk pasar keuangan Indonesia.

Strategi New Policy dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Laba

New policy yang diluncurkan BNC pada awal tahun 2026 mencakup beberapa inisiatif utama, termasuk pengembangan layanan beli sekarang bayar nanti (BNPL) dan perbaikan rasio ketersediaan modal (CAR). BNPL menjadi salah satu aspek penting dalam new policy ini, karena menawarkan fleksibilitas bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Dengan adanya layanan tersebut, BNC dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama kalangan muda dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu, new policy juga memperkuat aspek risiko manajemen melalui peningkatan CAR, yang berdampak pada stabilitas keuangan perusahaan.

BNC telah melakukan perubahan struktur modal dan strategi pemasaran dalam rangka mendorong pertumbuhan pendapatan. New policy ini berfokus pada peningkatan efisiensi biaya operasional, peningkatan aksesibilitas layanan perbankan, serta pengelolaan portofolio kredit yang lebih terarah. Hasilnya, keuntungan yang diraih dalam kuartal I-2026 mencerminkan keberhasilan dari langkah-langkah tersebut. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menjelaskan bahwa new policy ini adalah bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjaga konsistensi pertumbuhan.

Analisis Peningkatan Laba dan Perbandingan Tahunan

Dalam laporan keuangan kuartal I-2026, laba BNC mencapai Rp136,98 miliar, yang meningkat dibandingkan dengan Rp127,55 miliar pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume transaksi dan kenaikan pendapatan bunga. DPK BNC mengalami penurunan sebesar 1,97 persen, mencapai Rp13,42 triliun per 31 Maret 2026, dibandingkan dengan Rp13,69 triliun pada kuartal sebelumnya. Meski terjadi penurunan dalam DPK, ada sektor lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, seperti tabungan nasabah yang meningkat hingga 8,62 persen, mencapai Rp3,50 triliun.

New policy juga berdampak pada komposisi dana nasabah. Selain tabungan, dana deposito dan tabungan berjangka mengalami peningkatan, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BNC. Namun, dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan karena perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas dana dari segi struktur dan keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa BNC tidak hanya mengejar pertumbuhan nominal, tetapi juga memastikan kestabilan finansial dalam jangka panjang. Dengan new policy ini, BNC berhasil mengurangi risiko kredit dan meningkatkan efisiensi penggunaan modal.

Kinerja Operasional dan Kebutuhan Jangka Panjang

Strategi new policy yang dijalankan BNC juga mencakup peningkatan operasional di berbagai cabang. Dengan adopsi teknologi digital, perusahaan berhasil meningkatkan transaksi secara signifikan, seiring dengan tren peningkatan penggunaan e-commerce dan layanan perbankan online. Selain itu, new policy juga mencakup pelatihan dan pengembangan SDM, yang mendukung konsistensi kinerja di seluruh jaringan bisnis. Langkah-langkah ini memberikan dampak positif terhadap kepuasan pelanggan dan efisiensi proses bisnis.

BNC melanjutkan komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah, baik dalam bentuk produk maupun pelayanan. New policy ini mengintegrasikan inovasi dalam berbagai aspek, seperti pengembangan aplikasi mobile dan sistem manajemen risiko yang lebih canggih. Dengan adanya new policy, BNC berharap dapat menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, termasuk investor, pelanggan, dan karyawan. Dukungan pemerintah dan industri keuangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan new policy ini.

Perspektif Masa Depan dan Pencapaian Jangka Panjang

Dalam pandangan jangka panjang, new policy yang dijalankan BNC diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam meningkatkan laba, tetapi juga dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar perbankan digital. Dengan keberhasilan kuartal I-2026, BNC menunjukkan bahwa strategi ini berjalan sesuai rencana dan menghasilkan dampak nyata. Eri Budiono menyatakan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan new policy ini, termasuk penguatan kolaborasi dengan mitra strategis dan pengembangan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BNC juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, sejalan dengan visi perusahaan menjadi bank digital yang inovatif dan terpercaya. Dengan new policy, BNC berupaya menghadirkan solusi keuangan yang lebih efisien, ramah, dan inklusif. Hasil kuartal I-2026 menjadi bukti bahwa strategi ini sudah mulai membuahkan hasil, dan perusahaan optimis akan mencapai target pertumbuhan yang lebih besar di tahun 2026. Dengan demikian, new policy tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan operasional, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.