Topics Covered: Fadli Zon ajak masyarakat manfaatkan Dana Abadi Kebudayaan

Fadli Zon Ajak Masyarakat Manfaatkan Dana Abadi Kebudayaan

Beijing – Saat sesi dialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Beijing serta sekitarnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti pentingnya penggunaan Dana Abadi Kebudayaan, yang dikenal sebagai Dana Indonesia Raya, untuk mempromosikan seni Indonesia di luar negeri. Menurut Fadli Zon, masyarakat termasuk para pelaku seni Indonesia yang berada di Tiongkok dapat memanfaatkan dana tersebut untuk membantu pengembangan seni lokal. “Kami sangat antusias mendukung, terutama soal biaya penerjemahan karya Indonesia ke bahasa Mandarin bisa disesuaikan melalui dana abadi ini. Selain itu, individu yang ingin menerjemahkan karya juga bisa mengajukan proposal dan pasti akan dipertimbangkan,” jelasnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Minggu (26/4) malam.

Sesi tersebut dihadiri oleh sejumlah dosen bahasa Indonesia di berbagai universitas di kota-kota Tiongkok, termasuk Woro Januarti, yang mengajar di Hebei International Studies University. Woro menyampaikan bahwa karya sastra Indonesia yang telah diterjemahkan ke Mandarin masih terbatas. “Saya merasa tidak adil ketika investasi besar dari China masuk ke Indonesia, tapi karya sastra kita belum banyak diterjemahkan. Banyak buku yang diterbitkan di Tiongkok tentang Indonesia adalah karya klasik, seperti karya Pak Habibie, novel Andrea Hirata, dan karya Eka Kurniawan,” ungkap Woro.

“Kami harap ada hubungan yang lebih dekat antara sastrawan Indonesia dan Tiongkok, seperti saat Pramoedya Ananta Toer menghadiri acara di Beijing dalam rangka peringatan ke-20 wafatnya Lu Xun. Kami juga ingin mendapat dukungan dalam menerjemahkan karya sastra lebih banyak lagi,” tambahnya.

Selain itu, seorang mahasiswa Indonesia yang hadir dalam dialog tersebut juga meminta bantuan untuk kegiatan festival atau pertunjukan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Tiongkok. “Biaya dapat diakses melalui laman Dana Indonesia Raya. Meski jumlah dana per proposal hanya sekitar Rp200-300 juta, kami berharap dampaknya dapat terasa. Untuk lebih besar lagi, bisa menggunakan skema kerja sama publik-swasta,” jelas Fadli Zon.