Program Terbaru: Pemkot Jakbar fasilitasi rekrutmen 1.000 pramudi Mikrotrans
Pemkot Jakbar Fasilitasi Rekrutmen 1.000 Pramudi Mikrotrans
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, Pemkot Jakarta Barat (Jakbar) turut mendukung program rekrutmen 1.000 pramudi Mikrotrans yang dijalankan oleh Transjakarta. Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan sebagai strategi penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memperbaiki pengalaman penumpang. “SDM lokal Jakbar akan menjadi prioritas dalam mengisi kebutuhan pramudi,” kata Iin Mutmainnah saat menerima audiensi Transjakarta, Selasa.
Kolaborasi dengan PPKD
Menurut Iin, kerja sama dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) diperlukan agar calon pramudi memenuhi standar profesional Transjakarta. “Kolaborasi ini memastikan peserta memiliki kompetensi sesuai kriteria yang ditetapkan,” ujarnya. Selain itu, Iin memberikan panduan operasional terkait keamanan dan kenyamanan penumpang, serta mendorong Transjakarta untuk memberikan perlindungan optimal kepada kelompok rentan.
“Sebagai angkutan umum kota global, armada Transjakarta harus ramah terhadap kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual,” katanya.
Program Rekrutmen dan Penempatan
Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menjelaskan bahwa rekrutmen ini bertujuan memperbarui personel. “Banyak pramudi Mikrotrans saat ini telah mencapai usia di atas 55 tahun,” terang Mayangsari. Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara gratis melalui dana CSR yang dikelola Baznas DKI Jakarta.
Mayangsari menambahkan bahwa peserta akan menerima fasilitas seperti Medical Check-Up (MCU), psikotes, serta pendidikan di Transjakarta Academy. “Kami juga targetkan kuota 30 persen pramudi perempuan,” tuturnya. Sementara itu, lulusan pertama Transjakarta Academy tercatat sebanyak 13 orang, semuanya perempuan yang kompeten dan profesional.
Kriteria dan Pelatihan Pramudi Baru
Pendaftar harus memiliki KTP DKI Jakarta, usia antara 22 hingga 45 tahun, pendidikan minimal SMA, serta memiliki karakter patuh, ramah, dan kemampuan mengendalikan emosi. Selain itu, Transjakarta tengah menerapkan teknologi ADAS dan DMS untuk memantau perilaku pengemudi secara real-time.
Calon pramudi akan menjalani pelatihan intensif selama empat hari di Transjakarta Academy, mencakup pembinaan mental fisik, teknik mengemudi halus, dan etika komunikasi. “Pendaftaran dibuka luas tanpa batasan kuota per wilayah, tetapi peserta wajib melewati tahap asesmen untuk memastikan kualifikasi,” kata Mayangsari.
Jadwal Sosialisasi
Sosialisasi program ini akan diadakan dalam dua hari di delapan kecamatan Jakbar. Pada Kamis (16/4), kegiatan dilaksanakan di Kembangan dan Cengkareng (pagi), serta Kebon Jeruk dan Kalideres (siang). Sementara Jumat (17/4) fokus pada Tamansari, Grogol Petamburan (pagi), dan Tambora, Palmerah (siang).
Para pramudi yang lolos seleksi akan ditempatkan di operator bus kecil (Mikrotrans) dengan gaji sesuai standar UMP. Program ini diharapkan menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi masyarakat setempat.

