Strategi Penting: Bappenas soroti peran perempuan sebagai mitra pembangunan
Jakarta – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan bahwa perempuan berperan penting sebagai mitra kerja sama ( co-creator ) dalam pembangunan nasional. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam “Dialog Nasional dan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu, yang digelar untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu. Ia mengatakan, pemerintah telah menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari transformasi pembangunan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
“Transformasi terjadi ketika kita berani mengubah cara berpikir, berani keluar dari pendekatan top-down yang sempit, berani mengakui bahwa solusi tidak selalu datang dari pusat, dan berani menempatkan perempuan sebagai co-creator pembangunan dan bukan hanya sekedar objek (pembangunan),” ujar Febrian. Ia mengatakan, ketahanan nasional sesungguhnya bukan dibangun dari atas ( top-down ), melainkan berawal dari bawah, yakni keluarga, yang hampir selalu bertumpu pada perempuan. Ia menyoroti adanya paradoks ketika perempuan menjadi tulang punggung saat krisis, tapi tidak menjadi pusat dalam pengambilan keputusan.
Kondisi tersebut, menurut dia, tidak hanya menunjukkan ketimpangan sosial, tapi juga kelemahan struktural dalam pembangunan. "Perempuan adalah yang paling terdampak (saat krisis), tapi seringkali paling tidak didengar. Ketika kebijakan dibuat tanpa perspektif perempuan, maka kebijakan itu akan kehilangan separuh dari realitas.
Dan kebijakan yang hilang separuh realitasnya, tentunya akan gagal menjawab krisis secara utuh," kata Febrian. Ia pun menegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah agenda tambahan dalam program pemerintah, tapi merupakan prasyarat keberhasilan pembangunan nasional.

