Program Terbaru: “Pak ogah” kembali dominasi PMKS di Jakarta Barat

“Pak ogah” kembali dominasi PMKS di Jakarta Barat

Sejumlah 485 individu yang termasuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tercatat di wilayah Jakarta Barat sepanjang Januari hingga Maret 2026. Menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, dari jumlah tersebut, 134 orang berupa pengatur lalu lintas ilegal atau yang dikenal sebagai “pak ogah” menjadi kelompok terbesar.

Lokasi utama penangkapan PMKS

Fajar menyebut sebagian besar kasus PMKS ditemukan di area strategis seperti Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, Slipi, Tomang, Grogol, Jembatan Dua, serta sekitar Kota Tua. “Kita sudah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Paling banyak pak ogah. Kemudian gelandangan 108 orang, psikotik 91, pengemis 24, pengamen sepuluh, pemulung tujuh, asongan tiga, wanita satu, dan PMKS lainnya sebanyak 107 orang,” kata Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Setelah diidentifikasi, mayoritas PMKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan dasar. Petugas melakukan asesmen untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika PPKS berasal dari luar DKI Jakarta, mereka direncanakan dikembalikan ke daerah asal. Namun, untuk warga Jakarta yang tidak memiliki keluarga, akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.

“Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen,” pungkas Fajar.