Yang Terjadi Saat: DKI bangun lima pompa raksasa di Ancol untuk kendalikan banjir rob

DKI Jakarta Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Rob dengan Pemasangan Pompa Besar di Ancol

Jakarta Utara menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui pembangunan lima pompa besar. Proyek ini bertujuan meningkatkan kemampuan sistem tata air untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan penambahan pompa akan memperkuat kapasitas pengelolaan air, terutama di area yang rawan genangan.

“Kapasitas sistem di sini saat ini sekitar 15 meter kubik per detik, atau setara 15.000 liter per detik. Dengan lima pompa baru, kapasitas total akan meningkat menjadi sekitar 40 meter kubik per detik, yaitu 40.000 liter per detik,” terang Pramono setelah melakukan inspeksi di lokasi Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di Pademangan, Selasa.

Pompa-pompa baru tersebut akan dioperasikan bersamaan dengan tiga unit pompa yang sudah ada. Selain itu, sistem ini akan terhubung ke pompa pusat di Sentiong Ancol yang juga memiliki kapasitas sekitar 40 meter kubik per detik. Dengan integrasi ini, kapasitas pengendalian air di kawasan Ancol dan sekitarnya diperkirakan mencapai 80 meter kubik per detik.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin, menyebutkan proyek ini merupakan bagian dari Jaktirta Project yang menjangkau lima wilayah di Jakarta. Di Ancol, sistem pompa akan diperkuat dengan penambahan lima unit baru untuk mendukung infrastruktur yang sudah berjalan. “Tiga unit pompa eksisting masing-masing memiliki kapasitas 5 meter kubik per detik. Penambahan ini akan meningkatkan total menjadi 40 meter kubik per detik,” tambah Ika.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Ika juga menjelaskan pompa yang dipasang menggunakan teknologi motor vertikal, yang diimpor dari produsen luar negeri. Proyek ini bertujuan mengubah wilayah Ancol menjadi sistem polder dengan cakupan hingga 5.000 hektare. Air dari kawasan tersebut akan dialirkan langsung ke laut sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu.

Dinas SDA menyatakan kontrak proyek sudah dimulai sejak Desember 2025, dengan target operasional pada 2027. Selain itu, sebagian sistem diperkirakan bisa difungsikan pada Mei 2027, yang bertepatan dengan hari jadi Jakarta. Proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi banjir di wilayah Jakarta Utara, yang memiliki daerah tangkapan air sekitar 2.000 hektare.