Hukum

Polda Jabar kerahkan 1.112 personel dalam Operasi Antik Lodaya 2026

IMG_1839
Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Operasi Antik Lodaya 2026 Libatkan 1.112 Personel di Jawa Barat
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Operasi Antik Lodaya 2026 Libatkan 1.112 Personel di Jawa Barat

Menggalangkebaikan.com – Polda Jawa Barat menurunkan 1.112 personel untuk menjalankan Operasi Antik Lodaya 2026, sebuah kegiatan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di berbagai wilayah Jawa Barat. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 Oktober 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dari ancaman peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif ilegal lainnya. Personel yang diterjunkan akan menjalankan fungsi penindakan sekaligus kegiatan pencegahan di lapangan.

Sasaran Operasi dan Pendekatan Penegakan Hukum

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa Operasi Antik Lodaya 2026 diarahkan untuk menangani penyalahgunaan narkotika beserta jaringan peredarannya. Polda Jabar dan jajaran telah menetapkan 47 target operasi sebagai sasaran pengungkapan selama kegiatan berlangsung.

“Operasi ini merupakan bentuk komitmen tegas kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya demi menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Penetapan target operasi dimaksudkan agar kegiatan di lapangan memiliki fokus yang jelas. Namun, penanganan kasus tidak terbatas pada satu titik atau satu pelaku saja. Pengembangan informasi menjadi penting untuk melihat hubungan antara kepemilikan barang, distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga berperan dalam jaringan peredaran.

Hendra menegaskan bahwa pelaksanaan operasi tetap mengutamakan tindakan hukum yang terukur. Upaya itu akan berjalan bersamaan dengan kegiatan preemtif dan preventif, sehingga penanganan narkotika tidak semata-mata berorientasi pada penangkapan.

“Kami mengedepankan tindakan penegakan hukum secara terukur yang didukung penuh oleh kegiatan preemtif dan preventif di lapangan,” ujarnya.

Pendekatan preemtif dan preventif memiliki arti penting dalam penanggulangan narkotika karena ruang pencegahan perlu diperkuat sebelum peredaran semakin meluas. Dalam konteks operasi ini, penegakan hukum menjadi salah satu unsur, sementara pengawasan dan langkah antisipasi juga menjadi bagian dari pelaksanaannya.

Pengungkapan Jaringan dari Hulu hingga Hilir

Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jabar Kombes Pol. Benny Subandi menekankan bahwa pengungkapan perkara narkotika harus dilakukan secara menyeluruh. Fokus penanganan tidak cukup berhenti pada pelaku yang ditemukan di lapangan, melainkan perlu dikembangkan hingga pihak pengendali dan rantai pasoknya.

“Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui siapa pengendalinya, dari mana barang berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersebut,” kata Benny.

Pernyataan itu menegaskan arah operasi yang berupaya menelusuri peredaran narkotika dari hulu sampai hilir. Barang bukti dan informasi yang diperoleh dalam satu pengungkapan dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi asal barang, pola distribusi, pihak yang menerima, serta orang-orang yang mengatur pergerakan jaringan tersebut.

Model penanganan seperti ini diperlukan agar penindakan tidak hanya menyentuh mata rantai paling bawah. Pelaku di tingkat lapangan tetap menjadi bagian penting dari perkara, tetapi pengembangan kasus dapat membuka kemungkinan terungkapnya pihak lain yang memiliki peran lebih besar dalam peredaran.

Benny menyatakan penindakan harus terus diarahkan pada penelusuran asal narkotika, jalur penyalurannya, dan pihak yang mengendalikan jaringan. Dengan demikian, operasi selama 10 hari tersebut tidak hanya mengejar jumlah pengungkapan, tetapi juga mendorong pemetaan yang lebih utuh terhadap pola kejahatan narkotika di Jawa Barat.

Pengawasan Ruang Digital Diperkuat

Selain aktivitas di lapangan, Polda Jabar juga menaruh perhatian pada ruang digital. Perkembangan komunikasi berbasis internet membuat pengawasan terhadap aktivitas yang berhubungan dengan narkotika menjadi salah satu bagian dari perhatian dalam Operasi Antik Lodaya 2026.

“Kami juga akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika di ruang digital,” ujarnya.

Ruang digital dapat digunakan untuk berbagai bentuk komunikasi, sehingga pengawasan yang lebih kuat menjadi relevan dalam upaya mendeteksi aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan peredaran barang terlarang. Penekanan terhadap aspek ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkotika perlu mengikuti perubahan cara jaringan berkomunikasi dan menjalankan aktivitasnya.

Bagi masyarakat, pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026 menandai peningkatan perhatian terhadap persoalan narkotika di Jawa Barat. Operasi tersebut menggabungkan penegakan hukum, pencegahan, pengembangan perkara, serta pengawasan aktivitas digital dalam satu rangkaian kegiatan.

Selama periode 7-16 Oktober 2026, 1.112 personel Polda Jabar dan jajaran akan menjalankan operasi dengan 47 target yang telah ditetapkan. Sasaran akhirnya adalah menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sekaligus mendukung kondisi keamanan yang kondusif bagi masyarakat Jawa Barat.

Frequently Asked Questions

What is Polda Jabar kerahkan 1 112 personel?

Polda Jabar kerahkan 1 112 personel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Jabar kerahkan 1 112 personel matter?

Polda Jabar kerahkan 1 112 personel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Fajar Hidayat merupakan konsultan fundraising dan digital campaign strategist yang telah membantu puluhan organisasi sosial mengoptimalkan kampanye donasi mereka. Dengan latar belakang di bidang pemasaran digital, ia menggabungkan teknik SEO, copywriting, dan analisis data untuk meningkatkan performa penggalangan dana.

Fajar dikenal dengan pendekatannya yang berbasis data dalam membangun kampanye yang tidak hanya viral, tetapi juga menghasilkan donasi yang berkelanjutan.