Bisnis

DJPb: Realisasi anggaran 9 SR di Sulsel Rp1,19 triliun

Foto : Evi Susanti - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. DJPb Catat Realisasi Anggaran 9 Sekolah Rakyat di Sulsel Capai Rp1,19 Triliun
  2. Related Reading

DJPb Catat Realisasi Anggaran 9 Sekolah Rakyat di Sulsel Capai Rp1,19 Triliun

Menggalangkebaikan.com – DJPb sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan perbendaharaan negara mencatatkan pencapaian signifikan dalam program pembangunan infrastruktur pendidikan di Sulawesi Selatan. Realisasi anggaran untuk sembilan Sekolah Rakyat (SR) telah mencapai Rp1,19 triliun dari pagu total Rp1,73 triliun. Program strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di wilayah Indonesia Timur melalui skema kontrak multi-tahun yang berlangsung dari tahun 2025 hingga 2026.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan mencatat bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di provinsi tersebut masih berlangsung aktif dengan sembilan unit sekolah saat ini berada dalam proses konstruksi. Angka realisasi ini merupakan bagian dari pagu anggaran total sebesar Rp1,73 triliun yang dialokasikan untuk program Sekolah Rakyat tahun 2026. Baca lebih lanjut tentang realisasi anggaran DJPb.

Ekspansi Target dari 14 Menjadi 16 Sekolah

Awalnya, program Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan hanya menargetkan sebanyak 14 sekolah. Namun, dengan adanya dukungan besar dari berbagai pihak dan pertimbangan kebutuhan daerah, jumlah tersebut akhirnya ditingkatkan menjadi 16 sekolah yang telah disetujui dalam perencanaan pembangunan nasional. Dari total 16 sekolah tersebut, sembilan di antaranya saat ini sedang dalam tahap pembangunan aktif. DJPb memastikan bahwa setiap sekolah akan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa.

“Kalau pagu anggaran untuk Sekolah Rakyat tahun 2026 ini sekitar Rp1,73 triliun dan yang sudah terealisasi untuk sembilan SR itu sebesar Rp1,19 triliun. Anggaran Rp1,73 triliun itu untuk 16 Sekolah Rakyat,” jelas Angkaswantoro, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel.

Program ini dirancang untuk menampung sekitar 1.750 siswa secara keseluruhan, memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Dengan skema multi-tahun contract, program ini diharapkan dapat berjalan lebih stabil dan terencana dengan baik hingga selesai pada tahun 2026. DJPb terus memantau setiap tahap pembangunan untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Lokasi Pembangunan dan Prioritas Wilayah

Sembilan Sekolah Rakyat yang sedang dalam proses pembangunan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Kota Makassar sebagai pusat kota, serta kabupaten-kabupaten seperti Sinjai, Takalar, Bone, Sidrap, Wajo, Barru, Tana Toraja, dan Soppeng. Penyebaran ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjangkau wilayah yang beragam secara geografis dan demografis.

Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan yang rencananya akan dimulai pada tahun 2026. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Selayar, Pangkep, Toraja Utara, dan Enrekang. Penetapan prioritas ini didasarkan pada berbagai pertimbangan termasuk kebutuhan infrastruktur, jumlah penduduk, dan aksesibilitas wilayah. DJPb bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan alokasi anggaran yang tepat sasaran.

Dampak Terhadap Pendidikan Daerah

Program Sekolah Rakyat ini memiliki implikasi penting bagi perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan. Dengan adanya 16 sekolah yang akan dibangun, diharapkan dapat mengurangi kepadatan kelas di sekolah-sekolah yang sudah ada dan memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut. Infrastruktur baru ini juga akan mendukung pemerataan akses pendidikan di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani.

Realisasi anggaran sebesar Rp1,19 triliun dari total Rp1,73 triliun menunjukkan bahwa program ini berjalan sesuai rencana dengan tingkat penyelesaian yang baik. Dengan sisa anggaran yang masih tersedia, pembangunan sembilan sekolah yang sedang berlangsung diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak multi-tahun. DJPb berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional.

Komitmen pemerintah pusat melalui program ini juga mencerminkan perhatian khusus terhadap pengembangan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi dengan populasi terbesar di Sulawesi mendapat alokasi yang signifikan, menunjukkan pentingnya peran provinsi ini dalam peta pendidikan nasional. Dengan adanya 16 Sekolah Rakyat yang akan beroperasi, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di wilayah ini.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa total pagu anggaran untuk program Sekolah Rakyat di Sulsel?

Total pagu anggaran untuk program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan adalah Rp1,73 triliun untuk 16 sekolah yang akan dibangun.

Berapa realisasi anggaran yang sudah dicapai saat ini?

Saat ini realisasi anggaran untuk sembilan Sekolah Rakyat yang sedang dalam konstruksi mencapai Rp1,19 triliun.

Kapan program Sekolah Rakyat ini akan selesai?

Program ini berlangsung melalui skema kontrak multi-tahun dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Siapa yang bertanggung jawab atas program ini?

DJPb melalui Kantor Wilayah Sulawesi Selatan bersama Kementerian Keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan dan realisasi anggaran program Sekolah Rakyat.

Evi Susanti - menggalangkebaikan.com

Evi Susanti - menggalangkebaikan.com

Evi Susanti adalah penulis dan praktisi di bidang filantropi digital dengan pengalaman lebih dari 7 tahun dalam penggalangan dana online. Ia telah terlibat dalam berbagai kampanye sosial berbasis komunitas, mulai dari bantuan pendidikan hingga program kemanusiaan.

Melalui tulisannya, Evi berfokus pada edukasi masyarakat tentang cara berdonasi yang aman, transparan, dan berdampak nyata. Ia juga aktif melakukan riset mengenai tren crowdfunding di Indonesia serta strategi storytelling yang efektif dalam meningkatkan kepercayaan donatur.