Menteri LH akui kesulitan tangani sampah laut dan kepulauan
Menteri LH Mengungkapkan Tantangan Dalam Pengelolaan Sampah Laut
Makassar, Minggu – Menteri Lingkungan Hidup dan Kepulauan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa mengelola sampah di perairan laut menjadi tantangan yang cukup kompleks. Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah perairan Indonesia serta biaya pengelolaan yang relatif tinggi.
Dalam wawancara di Kota Makassar, ia menjelaskan bahwa sampah yang sudah masuk ke laut memerlukan penanganan yang lebih rumit. “Tidak semua metode bisa diterapkan, baik insenerator maupun teknik lainnya, karena adanya kandungan garam yang berpotensi menyebabkan dioxin saat dibakar,” kata dia.
Komplikasi Dalam Proses Pengolahan
Proses pengolahan sampah laut menjadi lebih mahal dan tidak pasti, terutama karena keberadaan garam yang menyulitkan penggunaan metode konvensional. Dioxin, yang muncul saat sampah dibakar, merupakan salah satu isu lingkungan yang memerlukan perhatian khusus.
Menurut Nurofiq, tantangan ini memperumit upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayah kepulauan. Ia menekankan pentingnya solusi inovatif untuk mengatasi masalah yang terus menggerogoti ekosistem laut Indonesia.

