Kebijakan Baru: Menteri PU tinjau pembangunan sumur bor di Nganjuk

Menteri PU Dody Hanggodo Inspeksi Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk

Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi langsung terhadap proyek penggalian sumur bor. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan air yang cukup, terutama untuk kebutuhan pertanian di wilayah tersebut.

Kondisi Lahan Pertanian yang Kritis

Kementerian PU mengungkapkan, sumur bor ini direspon sebagai solusi atas keluhan warga terkait kesulitan air. Di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Ngetos, lahan pertanian mengalami kekeringan dan sumber air terbatas. Hasil survei geolistrik menunjukkan kedalaman pengeboran sekitar 150 meter. Saat ini, dua titik telah dimulai pembangunannya, kata Dody pada hari Sabtu.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Proses pengeboran diharapkan segera menghasilkan air bersih. Air ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat serta petani setempat,” ujarnya.

Proyek ini ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan warga. Jumlahnya mencakup 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa. Selain itu, sistem irigasi bisa menjangkau hingga 120 hektare pertanian.

Kemungkinan Debit Air yang Memadai

Berdasarkan data geolistrik, air tanah berada di kedalaman 130 hingga 150 meter. Debit air diperkirakan mencapai 2 hingga 5 liter per detik, yang masuk dalam sistem CAT Brantas. Dody berharap dalam waktu satu bulan, air bisa tercurah dan langsung digunakan.

“Jangan sampai kita boros, sehingga anak cucu kita nanti kesulitan mendapatkan air,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU juga menyebut rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah yang sama. Program ini bertujuan meningkatkan akses air bersih dan kualitas hidup masyarakat.

Dari Pengajuan Desa ke Pemerintah

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Bismoko, menjelaskan bahwa sumur bor berasal dari permohonan desa ke Kementerian PU. Ia menegaskan, saat ini pengairan bergantung pada tadah hujan, yang terbatas saat musim tanam kedua. Dengan bantuan ini, petani tidak lagi khawatir akan pasokan air.

“Kami sangat bersyukur ada bantuan ini,” kata Bismoko.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi solusi penting mengingat 135 hektare lahan pertanian mengalami penurunan stok air. Dengan sumur bor dan SPAM, ketersediaan air diharapkan tetap terjaga sepanjang tahun, sehingga intensitas tanam bisa meningkat dan mendorong kesejahteraan masyarakat.