New Policy: Gubernur Banten ajak petani suarakan keberhasilan program pertanian
Gubernur Banten Ajak Petani Suarakan Keberhasilan Program Pertanian
New Policy – Selasa (16/6), Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya peran petani dalam mempromosikan keberhasilan inisiatif pemerintah yang telah meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian. Ia menekankan bahwa para petani tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun pertanian yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian acara penyambutan kontingen Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.
PENAS KTNA sebagai Platform Komunikasi
Kontingen PENAS KTNA XVII yang diwakili oleh sejumlah petani dan nelayan andalan dari berbagai daerah menjadi fokus pembicaraan Gubernur Andra Soni. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa acara tersebut bertujuan membangun hubungan antara para petani dengan pemerintah, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pengembangan sektor pertanian. “PENAS KTNA tidak hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga wadah untuk menyampaikan keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh petani di Banten,” ujar Andra Soni.
“Para petani harus menjadi suara utama dalam menyoroti pencapaian program pertanian yang telah mengubah pola produksi dan meningkatkan pendapatan mereka,” kata Gubernur Banten, Senin (15/6). Pernyataan ini menjadi momen penting dalam pembukaan acara, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Dalam konteks ini, Andra Soni menyebut bahwa program-program seperti pengembangan teknologi pertanian, pemberdayaan kelompok tani, dan pengaturan pasar lokal telah memberikan dampak signifikan. Ia mencontohkan penggunaan sistem irigasi modern yang mengurangi ketergantungan pada hujan, serta aksesibilitas benih unggul dan pupuk subsidi yang mempercepat peningkatan produktivitas. “Dengan suara mereka, petani bisa memastikan kebijakan pemerintah terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Transformasi Pertanian di Banten
PENAS KTNA XVII Tahun 2026, yang berlangsung di Kota Serang, menjadi momentum untuk menyoroti perubahan paradigma pertanian Banten. Gubernur mengungkapkan bahwa sektor ini telah mengalami evolusi dari sektor tradisional menjadi lebih modern dan terorganisir. Hal ini didukung oleh berbagai inisiatif seperti pelatihan pengelolaan lahan, penggunaan alat pertanian mekanis, dan penguatan kemitraan dengan perusahaan pengolahan hasil pertanian.
Kehadiran kontingen petani dari berbagai provinsi juga menunjukkan keberhasilan Banten dalam menjadi pusat referensi pertanian nasional. Dalam pidatonya, Andra Soni menekankan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pertanian melalui kerja sama yang lebih erat. “Dukungan penuh dari para petani akan menjadi daya penggerak utama dalam mencapai visi Banten sebagai provinsi pertanian unggul,” jelasnya.
Peran Petani dalam Menggerakkan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Gubernur, keberhasilan program pertanian tidak bisa terlepas dari partisipasi aktif petani. “Mereka adalah bagian dari penggerak utama perubahan di lapangan,” katanya. Ia mencontohkan penggunaan teknologi informasi dalam memasarkan hasil pertanian secara lebih efektif, serta penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang menjaga kelestarian sumber daya alam.
Di samping itu, Andra Soni juga mengapresiasi peran organisasi tani dalam mengkoordinasikan kegiatan sehari-hari para petani. “Kerja sama dengan organisasi tani memastikan program yang dicanangkan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berencana melanjutkan kerja sama ini untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sektor pertanian hingga 2030.
Dalam acara tersebut, para peserta juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan kisah sukses mereka. Misalnya, seorang petani dari Kabupaten Serang menceritakan bagaimana bantuan pupuk organik dari pemerintah mengurangi biaya produksi hingga 30 persen. “Ini membuktikan bahwa program yang tepat sasaran bisa memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Perspektif Sosial dan Ekonomi
Selain berbicara tentang teknologi, Andra Soni juga menyoroti aspek sosial dari pengembangan pertanian. “Program ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” kata gubernur. Ia menyebut bahwa keterlibatan petani dalam pengambilan keputusan menjadi kunci keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tergantung pada komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan petani. “Mereka harus menjadi bagian dari diskusi, bukan hanya penerima bantuan,” katanya. Dalam rangka meningkatkan transparansi, pihaknya berencana mengadakan forum rutin untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para petani.
Dalam acara penyambutan kontingen PENAS KTNA XVII, Andra Soni juga menunjukkan dukungan secara langsung dengan mengumumkan beberapa kebijakan baru. Salah satunya adalah pengalihan dana desa sebesar 20 persen ke sektor pertanian untuk pengembangan infrastruktur desa. “Ini adalah langkah nyata untuk memastikan pertanian menjadi prioritas utama,” ujarnya.
PENAS KTNA XVII diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Sebagai acara tahunan, event ini dianggap sebagai platform untuk membangun kemitraan antara pemerintah, petani, dan sektor swasta. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa Banten siap menjadi contoh inovasi dalam pertanian yang ramah lingkungan dan menguntungkan bagi masyarakat.
Susmiatun Hayati, Chairul Fajri, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti, sebagai penyusun laporan, menyoroti bahwa acara ini memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang sektor pertanian. “PENAS KTNA menjadi sarana untuk menyuarakan keberhasilan, tetapi juga memperkuat komunikasi antar-pihak,” ujar mereka.
