Latest Program: Rupiah Rp18.000 per dolar, Mensesneg sebut fundamental ekonomi kuat

6f8a8855-0421-4332-b8d3-ff40b0989f36-0

Rupiah Rp18.000 per Dolar, Mensesneg Sebut Fundamental Ekonomi Kuat

Jakarta, 4 Juni 2024

Latest Program – Fluktuasi nilai tukar rupiah terus menjadi sorotan, terutama setelah mata uang lokal mencapai Rp18.000 per dolar AS. Hal ini direspons oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa pemerintah aktif mengambil langkah strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga. Dalam wawancara dengan media di Jakarta, Kamis (4/6), Prasetyo menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional masih solid meski menghadapi tekanan dari pasar internasional.

Menurut Prasetyo, pergerakan rupiah yang kini mencapai Rp18.000 per dolar AS tidak terjadi secara mendadak. Ia menekankan bahwa perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk dinamika global dan kebijakan domestik. “Pemerintah memantau dengan cermat dan telah menyusun rencana untuk meminimalkan dampak negatif dari perubahan tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah yang diambil didasarkan pada analisis mendalam terhadap kondisi perekonomian.

“Fundamental ekonomi kita tetap kuat. Sumber daya manusia, pertumbuhan sektor produktif, dan kebijakan fiskal yang terkendali menjadi fondasi utama untuk menjaga daya tahan rupiah,” kata Prasetyo, mengutip pernyataan resmi Mensesneg.

Kebijakan fiskal dan moneter yang dikeluarkan pemerintah, menurut Prasetyo, merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah memperkuat program penghematan anggaran serta mendorong investasi langsung ke dalam negeri. Langkah-langkah ini, menurutnya, membantu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah.

Menteri Prasetyo juga membahas tentang peran ekspor dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi tulang punggung perekonomian, dengan peningkatan volume ekspor yang signifikan. “Kita tidak boleh melupakan bahwa daya saing produk lokal tetap menjadi prioritas,” imbuhnya. Menurutnya, langkah-langkah seperti peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan industri akan membantu memperkuat daya tarik investasi asing.

Di sisi lain, Prasetyo mengakui bahwa tekanan dari pasar global tetap ada. Namun, ia meyakinkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan beberapa skenario untuk menghadapi kemungkinan pergerakan lebih lanjut. “Kami selalu siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kesinambungan kebijakan ekonomi dan koordinasi dengan Bank Indonesia serta lembaga keuangan lainnya akan menjadi kunci sukses.

Beberapa analis ekonomi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil sepanjang tahun ini menjadi alasan utama mengapa rupiah masih bisa bertahan di tengah krisis global. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi terkendali dan kinerja sektor riil positif, meski terjadi penurunan permintaan dari investor asing. Prasetyo menganggap hal ini sebagai indikasi bahwa ekonomi Indonesia tidak terguncang secara signifikan.

Menurutnya, pemerintah juga fokus pada kebijakan moneter yang tepat untuk mengurangi tekanan inflasi. “Kami terus menyesuaikan kebijakan ini agar dapat mendukung pertumbuhan tetapi tetap menjaga kestabilan harga,” jelas Prasetyo. Ia menambahkan bahwa angka pertumbuhan PDB yang mencapai 5,1 persen pada semester pertama tahun ini membuktikan bahwa ekonomi Indonesia masih mampu bergerak maju meski menghadapi tekanan.

Prasetyo juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian. Ia menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing nasional. “Koordinasi ini memastikan bahwa semua sektor bisa berjalan secara seimbang,” katanya. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pendapatan pemerintah, tetapi juga pada keberlanjutan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam wawancara tersebut, Prasetyo juga menyinggung tentang investasi asing yang terus masuk ke Indonesia. Meskipun ada kecemasan di pasar, ia meyakinkan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif yang menarik bagi investor. “Kami optimis bahwa rupiah akan kembali stabil dalam waktu dekat,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi pasar dan menyesuaikan langkah-langkah yang diperlukan.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap aktif dalam mengelola dinamika ekonomi. Meski rupiah sempat mengalami penurunan, Prasetyo meyakinkan bahwa hal ini tidak mengguncang fondasi ekonomi Indonesia. “Fundamental ekonomi kita jauh lebih kuat daripada yang dibayangkan oleh pasar,” pungkasnya. Ia berharap perubahan nilai tukar ini menjadi tantangan yang bisa diatasi melalui kerja sama dan strategi yang tepat.

Reporter: Azhfar Muhammad Robbani/Arif Prada/Rijalul Vikry