Gemerlap Surabaya Vaganza tumbuhkan perekonomian Kota Pahlawan
Gemerlap Surabaya Vaganza tumbuhkan perekonomian Kota Pahlawan
Gemerlap Surabaya Vaganza tumbuhkan perekonomian Kota – Kota Pahlawan, Surabaya, menjadi sorotan utama dalam gelaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang berlangsung pada Sabtu malam (16/5). Acara ini menampilkan parade bunga hias yang tidak hanya memperindah lingkungan kota, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Dengan tema “Festival of Light: Garden of Hope”, event ini menggabungkan keindahan alam dan cahaya sebagai simbol harapan bagi masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp2 miliar lebih, melibatkan berbagai sektor seperti kuliner, hotel, transportasi, dan usaha kecil menengah (UMKM).
Menjadi Perayaan Khas Kota Surabaya
Dalam rangkaian KEN 2026, Surabaya Vaganza dirancang sebagai wujud inovasi dalam promosi pariwisata dan budaya. Acara ini tidak hanya memperlihatkan keahlian tukang bunga, tetapi juga menampilkan kreativitas seniman lokal yang menghadirkan seni instalasi dan tata cahaya kota. Fasilitas khusus seperti panggung hias, jalur transparan, dan penyematan lampion menyajikan pengalaman visual yang unik bagi pengunjung. Berbagai organisasi komunitas serta kelompok seni turut berpartisipasi, memperkaya keragaman acara.
Kehadiran para pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah menciptakan momentum bisnis yang positif. Tempat makan di sekitar kawasan acara melaporkan peningkatan penjualan hingga 30%, terutama makanan khas Jawa Timur seperti soto ayam dan lontong. Sejumlah pengusaha hotel mengklaim bahwa peningkatan keterlibatan wisatawan luar kota memperkuat permintaan untuk akomodasi selama tiga hari acara. Selain itu, angkutan umum dan taksi listrik juga menunjukkan lonjakan penggunaan, mengakibatkan pertumbuhan pendapatan pengemudi dan operator transportasi.
UMKM Meraih Kesempatan Bisnis
Sektor usaha kecil menengah (UMKM) mendapat manfaat besar dari keberhasilan acara ini. Pasar seni yang terbuka selama pesta lampion menjadi ruang baru bagi para pelaku usaha yang menawarkan produk kerajinan tangan dan makanan lezat. Seorang pedagang asal Kecamatan Babatan, Ibu Siti, mengatakan, “Anak-anak muda kota sekarang lebih aktif mengikuti acara ini karena mereka bisa menjual produk langsung kepada wisatawan. Pendapatan saya meningkat dua kali lipat dibanding minggu biasa.”
Ibu Siti menjelaskan bahwa banyak konsumen mencari produk unik yang dijual di lokasi acara, seperti kerajinan dari bambu dan kain tradisional.
Vendor lain seperti toko bahan baku hias dan layanan jasa transportasi juga melaporkan peningkatan omset. Tiga puluh persen dari peserta acara merasa bahwa kegiatan ini membuka peluang ekspor produk lokal ke luar kota. Selain itu, acara ini berdampak pada penerimaan pendapatan pajak daerah, sebab ada peningkatan jumlah pengunjung yang menyebabkan peningkatan penerimaan dari tarif parkir dan retribusi.
Inspirasi dari Pasar Global
Konsep Surabaya Vaganza didasarkan pada inspirasi dari festival kota-kota besar di dunia, seperti Singapore Flower & Garden Show atau Paris Flower Festival. Kementerian Pariwisata berharap bahwa acara ini bisa menjadi model baru untuk menggabungkan keindahan alam dengan inovasi teknologi cahaya. Dengan adanya fasilitas digital seperti QR code dan peta interaktif, pengunjung dapat mengakses informasi tentang produk UMKM secara langsung.
Pihak penyelenggara, Karisma Event Nusantara, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menarik perhatian wisatawan internasional sekaligus meningkatkan kualitas daya tarik Kota Pahlawan. “Surabaya Vaganza adalah bukti bahwa kota kecil bisa menjadi pusat inovasi pariwisata yang modern,” tambah Direktur KEN 2026, Budi Wicaksono, dalam wawancara eksklusif dengan media lokal.
Dalam sambutannya, Budi menekankan bahwa keberhasilan ekonomi terkait acara ini tidak hanya terlihat dari uang yang masuk, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat secara lebih aktif. “Ini adalah keberhasilan bersama. Banyak orang dari berbagai kalangan turut serta menghadirkan kehangatan dan semangat kota,” katanya.
Budi menyampaikan bahwa acara ini memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang kreatif dan ramah pengunjung.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai organisasi kecil, Surabaya Vaganza berhasil menarik perhatian masyarakat nasional dan internasional. Tahun ini, acara ini juga melibatkan 150 pelaku UMKM yang berpartisipasi melalui pameran serta workshop interaktif. Pendapatan total mencapai Rp2 miliar lebih, yang merupakan rekor baru sejak acara ini diadakan pertama kali pada 2023.
Perspektif Wisatawan dan Masyarakat
Seorang wisatawan dari Malang, Rizal, menyatakan bahwa acara ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyediakan pengalaman belanja yang beragam. “Saya tidak menyangka bahwa ada banyak tempat yang menawarkan produk unik dan harga kompetitif. Ini adalah acara yang sangat berkesan,” ujarnya.
Rizal menambahkan bahwa kota ini sekarang lebih terlihat sebagai destinasi yang mampu menawarkan kehidupan malam serta daya tarik budaya.
Di sisi lain, warga setempat seperti Pak Dodo, pemilik toko bunga kecil, mengatakan bahwa keberhasilan ekonomi ini memberikan motivasi untuk lebih melibatkan diri dalam pameran tahunan. “Sebelumnya, kami hanya berjualan di pasar tradisional. Kini, ini menjadi peluang untuk menjangkau konsumen baru dan membangun brand kami secara lebih global,” tutur Pak Dodo.
Dari segi infrastruktur, pemerintah daerah menyatakan bahwa kota ini berhasil mengatasi tantangan logistik selama acara. Pasokan bahan baku, seperti bunga dan alat hias, diperoleh melalui kerja sama dengan petani setempat. “Kami memberikan insentif bagi petani yang menyetorkan bunga ke pasar hias, sehingga membantu meningkatkan penghasilan mereka,” kata Kepala Dinas Pariwisata Surabaya, Ibu Rina.
Ibu Rina menambahkan bahwa keberhasilan ini membuka peluang untuk mengembangkan pariwisata berbasis keberlanjutan.
Event ini juga memperlihatkan bagaimana kota ini bisa menjadi lebih maju melalui kegiatan yang menggabungkan seni dan teknologi. Dengan konsep “Garden of Hope”, Surabaya Vaganza tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat promosi ekonomi dan kreativitas masyarakat. Tahun depan, KEN 2026 berencana untuk mengembangkan acara ini menjadi ajang internas
