Yang Terjadi Saat: Jejak 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kumpul di Gambir, Berpencar ke Pancoran-Bogor

Jejak 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Berkumpul di Gambir, Berpencar ke Pancoran dan Bogor

JAKARTA, KOMPAS.com – Pergerakan empat pria yang disangka terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, tercatat oleh 86 kamera CCTV. Total terdapat 2.610 rekaman video dengan durasi keseluruhan mencapai 10.320 menit yang merekam keberadaan para pelaku. Berdasarkan analisis rekaman tersebut, para tersangka pertama kali terlihat berkumpul di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, setelah tiba dari arah Jakarta Selatan pada Kamis (12/3/2026) siang.

Analisis Polisi terhadap Jejak Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menyatakan bahwa para pelaku sempat mengelilingi kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum bergerak ke kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng. Di tempat itu, mereka diduga menunggu hingga Andrie Yunus keluar setelah menghadiri acara malam hari.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Terpantau berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV dari beberapa titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” ujar Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Setelah Andrie Yunus menuju SPBU Cikini untuk mengisi bahan bakar, pelaku mengikuti langkahnya. Saat korban berputar melewati Jalan Borobudur lalu belok ke Jalan Proklamasi, salah satu motor pelaku terlihat memutar arah di dekat Jembatan Talang I sebelum melakukan aksi penyiraman. Rekaman CCTV juga menunjukkan dua sepeda motor pelaku berpisah, satu melalui Jalan Kramat Raya menuju Senen, sementara yang lain melaju lurus ke Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jakarta Timur.

Jejak Pelaku dan Bahan Bukti

Kompas.com – Wadah yang digunakan untuk membawa cairan penyiram ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, bersama helm yang diduga milik salah satu pelaku. Polisi masih menganalisis ribuan rekaman CCTV lainnya untuk memperkuat dugaan terhadap keempat tersangka. Rekaman tersebut mencakup wajah pelaku dengan resolusi tinggi, namun analisis membutuhkan waktu beberapa hari.

“Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus mengumpulkan fakta hukum,” kata Iman.

Dalam penyelidikan, polisi juga menunggu hasil pemeriksaan forensik terhadap helm dan wadah cairan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan adanya sidik jari atau DNA pelaku. Selain itu, jenis cairan yang digunakan untuk menyiram Andrie Yunus masih dalam investigasi. Sejumlah pelaku diketahui berpencar ke lokasi berbeda, seperti Kalibata, Pancoran, Ragunan, Pasar Minggu, hingga keluar kota ke Bogor.

Konteks Kasus

Dalam laporan sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut kejadian tersebut terjadi di area yang sebelumnya diduga melibatkan kasus pelecehan seksual, namun kini fokusnya berpindah ke penyiraman. Masih ada 350.000 tiket KA Lebaran yang bisa dibeli secara online dan Go Show, tetapi prioritas utama polisi tetap pada pelacakan pelaku.