Strategi Penting: Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang

Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang

JAKARTA – Pemerintah berencana menguji kembali sistem pembayaran jalan tol tanpa henti dan tanpa sentuhan, yaitu Multi Lane Free Flow (MLFF). Kepala Badan Pengatur Jalan Toll (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan bahwa pelaksanaan sistem ini sempat terhenti. Pada akhir tahun lalu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memberikan rekomendasi untuk melanjutkan atau menguji ulang MLFF.

“Hal ini karena sebelumnya muncul dua pernyataan berbeda, di mana BPJT dan BUJT mengklaim sistem belum berjalan optimal, sementara Roatex menyatakan sistem sudah siap digunakan,” ujar Wilan dalam acara silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan media di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Wilan menambahkan bahwa BPJT sedang menyusun uji coba ulang dengan metode end to end. Proses ini mencakup seluruh siklus mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan teknologi, hingga pembayaran berhasil diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Tahapan uji coba telah disepakati, termasuk pra uji coba yang akan dijalankan segera.

Dalam pra uji coba, Roatex wajib menyiapkan Term of Reference (TOR) sesuai kontrak. Untuk itu, telah dilakukan functional test pada 3–5 Maret 2026, yang lebih menekankan demonstrasi fitur aplikasi di CANTAS serta skenario positif. Selanjutnya, functional test tahap dua akan dilakukan dalam waktu dekat guna memperkuat kesiapan infrastruktur jalan tol.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Setelah semua persiapan selesai, pra uji coba akan dijalankan secara menyeluruh. Wilan menyatakan prinsip pelaksanaan adalah semakin cepat semakin baik. Proyek MLFF dimulai 10 tahun lalu, tepatnya saat PM Hungaria Victor Orban berkunjung ke Indonesia pada 2016. Pengembangan sistem ini dilakukan oleh Roatex Ltd., perusahaan teknologi asal Hungaria, melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

Pendanaan proyek senilai USD300 juta atau setara Rp4,65 triliun sepenuhnya berasal dari pemerintah Hungaria. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kerangka kerja untuk memastikan sistem MLFF berjalan lancar dan efisien sebelum diluncurkan secara penuh.