New Policy: Kota Bandung-Kotawaringin Timur jalin kerja sama fokus tingkatkan PAD

5c879f7e-cd2a-48a4-99dc-c3d495d1f2ed

Kota Bandung-Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Fokus Tingkatkan PAD

New Policy – Kota Bandung dan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, secara resmi melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis yang bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mendorong proses digitalisasi layanan publik. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor penting, termasuk pengembangan perencanaan daerah, inovasi pemerintahan modern, dan pengoptimalan pelayanan publik. Pelaksanaan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kedua daerah.

Peluang Kolaborasi Antar Daerah

Dalam pernyataannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya sinergi antar daerah sebagai upaya untuk memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “Kolaborasi antardaerah saat ini menjadi fondasi untuk mendorong kemajuan bersama, terutama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi di era digital,” ujarnya saat acara penandatanganan di Bandung, Senin. Farhan menjelaskan bahwa pertumbuhan wilayah tidak dapat dicapai secara mandiri, melainkan memerlukan pertukaran pengalaman dan kompetensi antar pemerintahan daerah. Ia juga menyoroti bahwa Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi sumber daya alam dan sektor ekonomi yang dapat menjadi bahan baku pengembangan wilayah.

“Kolaborasi antardaerah saat ini menjadi fondasi untuk mendorong kemajuan bersama, terutama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi di era digital,” kata Farhan di Bandung, Senin.

Di sisi lain, Kota Bandung dikatakan memiliki pengalaman dalam transformasi digital, inovasi ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan yang modern. “Kita siap berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama di bidang digitalisasi, agar Kotawaringin Timur dapat mempercepat pertumbuhan PAD dan pelayanan publik,” lanjutnya. Farhan menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyebarluaskan kebijakan yang sudah terbukti berhasil di Kota Bandung, sekaligus belajar dari pengalaman daerah lain.

Area Kerja Sama yang Dibahas

Kerja sama yang disepakati mencakup beberapa bidang strategis, seperti pengembangan perencanaan daerah dan riset kebijakan, peningkatan PAD, pelayanan pendidikan, sistem pelayanan terpadu satu pintu, serta pengembangan pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Dalam perjanjian tersebut, seluruh sektor terkait akan terlibat, termasuk Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memastikan koordinasi yang efektif.

“Kerja sama pemerintahan bersama sekda meliputi pengembangan perencanaan dan riset, pengembangan PAD, layanan pendidikan, hingga pelayanan terpadu satu pintu bersama DPMPTSP,” ujarnya.

Dalam menjalankan kerja sama ini, Farhan menekankan bahwa setiap bidang memiliki peran khusus. Misalnya, dalam sektor pendapatan asli daerah, Kota Bandung akan berbagi metode pengelolaan pajak dan retribusi yang efektif. Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur akan memanfaatkan sumber daya lokalnya, seperti pertanian dan kehutanan, untuk mendorong penerimaan daerah. “Selain itu, pemerintah daerah juga berharap mengadopsi model layanan digital yang telah diterapkan di Kota Bandung, agar proses pengurusan perizinan dan administrasi lebih cepat dan transparan,” jelasnya.

Keuntungan dan Tujuan Utama

Farhan menjelaskan bahwa fokus pada PAD adalah salah satu alasan utama Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong kolaborasi antar daerah. “Kementerian Dalam Negeri memberikan amanat bahwa setiap daerah harus berupaya meningkatkan PAD, dan bidang-bidang seperti digitalisasi memiliki potensi besar dalam mewujudkan hal tersebut,” katanya. Menurut Farhan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat kemampuan daerah menghasilkan pendapatan yang lebih stabil.

“Amanat pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, adalah setiap daerah harus mengejar PAD. Bidang-bidang tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.

Dalam konteks ini, sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dianggap sebagai salah satu alat penting untuk menciptakan transparansi dan efisiensi. “Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi, berbagai layanan pemerintah dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan efisien,” ujarnya. Farhan berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat maupun memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.

Menurut data terkini, Kota Bandung berhasil meningkatkan PAD sebesar 15% dalam tiga tahun terakhir melalui penerapan layanan digital dan pengoptimalan sektor-sektor strategis. Sementara itu, Kotawaringin Timur memiliki potensi ekonomi yang masih terbuka, terutama dalam sektor pertanian dan pariwisata. Kedua daerah berharap melalui kolaborasi ini, akan tercipta model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kita juga berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan pendekatan sinergis,” tambah Farhan.

Adapun implementasi kerja sama akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan teknis hingga pengembangan proyek bersama. Pihak pemerintah daerah menargetkan bahwa dalam satu tahun ke depan, minimal dua inisiatif digital akan diterapkan di Kotawaringin Timur, dengan bantuan sumber daya dan keahlian dari Kota Bandung. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengadakan evaluasi berkala untuk memastikan keberhasilan program-program yang dijalankan.

Farhan menilai, peningkatan PAD tidak hanya menguntungkan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan dampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. “Pendapatan asli daerah yang meningkat akan memungkinkan pemerintah memberikan subsidi dan bantuan yang lebih besar kepada warga, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tuturnya. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan menjadi penggerak utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Kerja sama antara Kota Bandung dan Kotawaringin Timur dianggap sebagai langkah awal dari rencana besar pembangunan daerah yang lebih terpadu. “Kita ingin membangun ekosistem kerja