New Policy: Di Lombok Barat, Prabowo resmikan serentak lima bendungan di Indonesia
New Policy: Prabowo Resmikan 5 Bendungan di Lombok Barat
New Policy – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan lima bendungan di Indonesia melalui upacara serentak yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026. Acara bertema New Policy ini dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dan disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. Peresmian ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pidato peresmian yang mencakup seluruh bendungan yang dibuka secara bersamaan. Ia memulai dengan ucapan syukur sebelum secara resmi membuka setiap bendungan satu per satu. Pernyataan resminya dapat disimak melalui kutipan berikut:
“Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Jumat 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan Bendungan Meninting Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bendungan Rukoh dan Keureuto Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah Provinsi Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan Provinsi Bali,”
New Policy: Apresiasi kepada Tim Pembangunan
Presiden Prabowo tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur tersebut. Ia secara khusus menghargai kontribusi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, beserta seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Presiden, pekerjaan pembangunan bendungan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memerlukan konsistensi serta dedikasi tinggi dari seluruh pihak yang terlibat.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan suatu bangsa bukanlah tugas yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan sebuah perjuangan jangka panjang yang membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang tidak sedikit. Sebagai contoh konkret, ia menyebutkan Bendungan Meninting yang proses pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa proyek-proyek infrastruktur besar memang memerlukan kesabaran dan komitmen dari berbagai generasi pemerintah.
New Policy: Simbol Kerja Keras dan Persatuan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan rasa syukurnya karena dapat meresmikan bendungan-bendungan tersebut. Ia menekankan bahwa para pemimpin sebelumnya juga turut berjasa dalam pembangunan infrastruktur-infrastruktur ini. Pernyataan pentingnya mengenai hal ini tertuang dalam kutipan berikut:
“Saya bersyukur ini simbol kerja keras, Ini simbol persatuan. Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang groundbreaking, pemerintah yang mulai bangun, mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah namanya pembangunan bangsa, Inilah namanya kebangkitan bangsa. Pembangunan bangsa, kebangkitan bangsa bukan jatuh dari langit,”
Ucapan tersebut mencerminkan pandangan bahwa pembangunan infrastruktur adalah hasil akumulasi usaha dari berbagai periode pemerintahan. Setiap pemerintah memiliki peran masing-masing, mulai dari investasi awal hingga peresmian final.
New Policy: Pesan untuk Pengelolaan Bendungan
Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpikir bagi kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya tidak membedakan asal daerah, suku, agama, maupun latar belakang dalam mendukung pembangunan nasional. Selain itu, Presiden turut menitipkan pesan penting kepada instansi terkait agar menjaga dan mengelola bendungan-bendungan tersebut secara profesional.
Menurutnya, perawatan yang baik terhadap bendungan sangat penting untuk memastikan kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi secara optimal. Ia menyampaikan pesan ini dengan tegas:
“Saya titip kepada instansi yang terkait, jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,”
New Policy: Komitmen terhadap Ketahanan Nasional
Peresmian kelima bendungan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air. Bendungan-bendungan ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi bersih. Keberadaan bendungan-bendungan tersebut diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, upacara peresmian ini tidak hanya menandai selesainya proyek-proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi momentum penting bagi New Policy pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
