Momen Bersejarah: Safrizal: Pemulihan Aceh pascabencana tunjukkan kemajuan signifikan
Safrizal: Proses Pemulihan Aceh Pasca Bencana Menunjukkan Kemajuan Cemerlang
Jakarta – Safrizal Zakaria Ali, kepala posko wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PPR) Aceh, menyatakan bahwa upaya pemulihan setelah bencana di provinsi tersebut terus mengalami kemajuan yang menggembirakan. Ia menekankan bahwa perkembangan ini sangat dinamis, sehingga capaian persentase bisa bervariasi setiap hari. “Data progres selalu bergerak sesuai situasi di lapangan. Ada jembatan yang dilaporkan selesai, tetapi bisa kembali rusak karena faktor tertentu, lalu diperbaiki kembali. Hal serupa terjadi pada aspek lain, membuat angka pencapaian berubah setiap waktu,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.
“Data progres selalu bergerak sesuai situasi di lapangan. Ada jembatan yang dilaporkan selesai, tetapi bisa kembali rusak karena faktor tertentu, lalu diperbaiki kembali. Hal serupa terjadi pada aspek lain, membuat angka pencapaian berubah setiap waktu,”
Dalam pertemuan media di Banda Aceh, Safrizal juga menyampaikan bahwa upaya rehabilitasi terus dipercepat. Sejumlah layanan publik telah kembali berjalan normal. Menurutnya, dari 18 kabupaten/kota yang terkena dampak, 10 wilayah sudah pulih sepenuhnya. Pembersihan lumpur juga mencapai hasil yang memuaskan, dengan 92 persen lokasi berhasil dikelola. Wilayah yang masih butuh intervensi terus dikoordinasikan untuk siapan alat berat dan sumber daya pendukung lainnya.
Infrastruktur dan Pelayanan Publik
Terkait infrastruktur jembatan darurat, TNI telah menyelesaikan 97 unit, sementara Polri menyelesaikan 95 persen dari target yang ditetapkan. Sektor kesehatan pun membaik, dengan seluruh 23 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 309 Puskesmas kembali beroperasi. Tercatat 99,6 persen Puskesmas Pembantu sudah kembali aktif. Di bidang pendidikan, 3.120 sekolah yang terdampak kini bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Pembangunan Hunian
Untuk aspek perumahan, pembangunan Hunian Terpadu (Huntara) telah mencapai 91 persen, sementara Hunian Tempat Tinggal Sementara (Huntap) mulai direalisasikan dengan dukungan dari berbagai lembaga. Media gathering ini dihadiri oleh perwakilan posko Satgas PRR Wilayah Aceh, instansi teknis, serta puluhan jurnalis dari organisasi seperti PWI, AJI, IJTI, AMSI, SMSI, dan media lokal/nasional lainnya.

