Rencana Khusus: Wamen HAM Mugiyanto Terdampar di Doha 4 Hari Imbas Perang Iran – AS dan Israel

Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Doha Selama 4 Hari Akibat Konflik Iran vs AS dan Israel

Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto menyatakan bahwa dirinya dan tim Kementerian HAM masih terjebak di Bandara Hamad, Doha, Qatar, karena penutupan ruang udara akibat perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini mulai memanas sejak Sabtu, 28 Februari 2026, sehingga menyebabkan pengalihan perjalanan mereka. “Iya masih di Doha,” ujarnya kepada IDN Times, Rabu (4/3/2026).

Perjalanan Terhambat

Mugiyanto dan rombongan sedang dalam perjalanan ke Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Namun, situasi di Qatar yang tidak stabil membuat mereka terjebak selama empat hari. Dalam rekaman video yang diunggah di Instagram Kementerian HAM pada Selasa (3/3/2026), ia menyampaikan bahwa kondisi belum memungkinkan keberangkatan dan belum ada kejelasan kapan ruang udara akan kembali dibuka.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kebocoran dan Dampak

Duta Besar Indonesia untuk Qatar memberikan informasi bahwa lebih dari 100 orang terdampar di Bandara Hamad, Doha, akibat krisis ini. Selain itu, ratusan warga negara Indonesia (WNI) juga terkena dampak di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, serta Bahrain. Mugiyanto meminta WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari perwakilan RI serta pihak setempat.

“Kami berharap kita semua yang berada di wilayah konflik militer ini tetap tenang dan percayakan situasi segera membaik, sambil mengikuti kebijakan dan arahan dari Duta Besar serta otoritas setempat,” kata Mugiyanto dalam keterangan video tersebut.

Perkembangan Terkini

Meski situasi di Qatar masih terkunci, Mugiyanto yakin keadaan akan stabil seiring penyesuaian dari pihak-pihak terlibat. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan WNI di wilayah yang sedang tidak aman.