Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longsor

Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longsor

Bekasi, IDN Times – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil keputusan sementara untuk menutup Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, zona 4 yang mengalami longsor pada Minggu (8/3/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan penutupan dilakukan hingga seluruh korban evakuasi ditemukan dan proses investigasi selesai.

“Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi dan investigasi. Sampah yang masuk rata-rata sekitar 7.300 hingga 7.500 ton per hari, dengan sekitar 1.200 rit truk,” ujar Asep kepada jurnalis, Minggu (8/3/2026) malam.

Asep juga menjelaskan upaya pihaknya mencari area pengolahan alternatif di zona lain agar tidak terjadi penumpukan sampah di Jakarta. Selain itu, pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, sedang diupayakan agar bisa membantu mengurangi beban.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami berharap RDF di Rorotan segera beroperasi besok untuk sedikit mengurangi beban, meskipun kapasitasnya belum maksimal,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung mengambil tindakan darurat setelah terjadi longsor di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Tim koordinasi diaktifkan untuk memastikan keselamatan petugas, menangani korban, serta memulihkan area yang terdampak.

Asep Kuswanto memimpin operasi tanggap darurat di lokasi. “Saat kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi darurat. Prioritas utama adalah keamanan petugas, penanganan korban, dan percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun,” terangnya.

Empat Korban Tewas Akibat Longsor Sampah

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan empat orang ditemukan meninggal setelah longsor terjadi. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60 tahun), Dedi Sutrisno, dan Irwan Suprihatin (42). “Ada dua korban yang selamat, sementara empat orang ditemukan tewas,” kata Desiana, Minggu malam.

Menurutnya, pencarian terus berlangsung untuk menemukan korban lain yang diduga masih tertimbun longsoran. Langkah responsif dilakukan oleh berbagai instansi, termasuk Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, Polsek Bantargebang, dan Koramil 05/Bantargebang, untuk menjamin stabilitas operasi dan evakuasi korban.