Hasil Pertemuan: Pemprov DKI perluas akses pasar bagi UMKM ke China lewat forum dagang

Pemprov DKI perluas akses pasar bagi UMKM ke China lewat forum dagang

Jakarta menjadi salah satu kota yang aktif menghadiri rangkaian acara perdagangan di Wuhan dan Beijing pada 30 Maret hingga 1 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memperluas peluang ekspor bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) DKI Jakarta ke pasar Tiongkok, sekaligus membangun jaringan kerja sama yang lebih luas.

Strategi Penguatan Rangkaian Dagang

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan bahwa partisipasi Jakarta dalam forum ini bukan sekadar simbolis. Ia menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring dagang internasional, serta memberikan kesempatan UMKM lokal untuk bersaing di pasar global.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Keikutsertaan Jakarta dalam keempat acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi difokuskan pada penciptaan kesepakatan nyata yang langsung memberikan manfaat kepada para pelaku usaha, terutama yang didukung pemerintah,” ujar Ratu dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Keempat Forum Utama yang Diikuti

Forum dagang yang dihadiri DKI Jakarta meliputi “Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026”, “The 14th China Food Trade Fair 2026”, “China-Indonesia Trade and Investment Forum 2026”, serta “Indonesia-China SME Trade and Investment Cooperation Forum 2026”.

Kegiatan di Wuhan: Pameran dan Pertemuan Bisnis

Dalam acara “The 14th China Food Trade Fair 2026” di Wuhan, Jakarta turut serta melalui Paviliun Indonesia yang diisi oleh 17 peserta pameran. Produk yang ditampilkan mencakup makanan olahan, hasil perikanan, dan barang kreatif dengan nilai tambah. Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan pertemuan bisnis (business matching) yang mempertemukan UMKM Jakarta dengan calon mitra dari Tiongkok, membuka peluang kerja sama ekspor dan ekspansi jaringan distribusi.

Ratu menyampaikan bahwa target utama dari partisipasi ini adalah membuat UMKM binaan DKI mampu berdiri di panggung dunia, bukan hanya berkembang di pasar dalam negeri.

Kegiatan di Beijing: Penguatan Kemitraan Strategis

Sementara di Beijing, DKI Jakarta menegaskan peran sebagai pusat perdagangan nasional dan kota strategis dalam distribusi barang. Pemerintah kota menekankan kekuatan logistik dan akses pasar ASEAN sebagai daya tarik bagi kerja sama ekonomi dengan Tiongkok.

Dalam forum tersebut, Ratu menyoroti pentingnya kolaborasi di bidang logistik, rantai pasok, perdagangan ritel, serta ekonomi digital. Ia menekankan bahwa penguatan perdagangan tidak hanya tentang meningkatkan volume transaksi, tetapi juga tentang mengintegrasikan UMKM ke dalam sistem distribusi global.

“Penguatan perdagangan tidak hanya soal peningkatan nilai transaksi, tetapi juga bagaimana UMKM dapat terlibat dalam rantai pasok global melalui kemitraan yang berkelanjutan,” tutur Ratu.

Langkah Menuju Jakarta sebagai Kota Global

Dalam konteks transformasi Jakarta menuju kota global, Ratu menyatakan bahwa partisipasi aktif dalam forum internasional ini membantu memperkuat posisi DKI sebagai bagian dari jaringan perdagangan internasional. Ia optimistis bahwa keikutsertaan tersebut akan mendorong ekspor UMKM, meningkatkan nilai perdagangan, serta mewujudkan UMKM lokal sebagai pelaku ekonomi yang kompetitif di tingkat global.