Program Terbaru: Pramono: Sinergi DKI-Muhammadiyah perkuat Jakarta sebagai kota global
Pramono: Sinergi DKI-Muhammadiyah perkuat Jakarta sebagai kota global
Pada hari Sabtu, di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga kolaborasi yang kuat antara Pemprov DKI Jakarta dan organisasi Muhammadiyah. Ia berharap kerja sama ini berkelanjutan dan mampu mendorong terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif serta memiliki daya saing tinggi.
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan
Pembangunan Jakarta kini melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, bahkan tanpa mengandalkan dana dari APBD. Contohnya, pengembangan taman, halte, serta ruang publik yang lebih terorganisir dan hijau. Ini adalah bukti kepercayaan yang dibangun bersama antara pemerintah dan warga,” ujar Pramono.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran Muhammadiyah dalam mendukung berbagai inisiatif Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya berterima kasih, khususnya kepada Bapak Ahmad Abubakar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, atas dukungan yang diberikan dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta. Program ini tidak akan terealisasi tanpa peran beliau dan jaringan yang dimiliki,” tambahnya.
Warisan Tradisi Halalbihalal
Pramono menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah lama berperan sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa. Salah satu contohnya adalah pengembangan tradisi halalbihalal, yang dianggap sebagai bagian dari sejarah organisasi tersebut. Menurutnya, istilah “Chalal bil Chalal” yang digunakan Majalah Suara Muhammadiyah pada 1924 kemudian berkembang menjadi “Alal Bahalal” sebagai bentuk silaturahmi untuk mempererat hubungan dan menyatukan perbedaan, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
“Jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, kondisi masyarakat hari ini akan sangat berbeda. Melalui tulisan-tulisan di Suara Muhammadiyah, mereka menegaskan bahwa halalbihalal adalah sunnah hasanah, tradisi yang baik,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai kota yang mampu menerima semua kalangan, agama, dan kelompok. “Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, dengan diperlakukan secara adil dan terbuka,” pungkas Pramono.

