Pramono sebut program pelatihan kerja tekan angka pengangguran di DKI

khrisna-edit-1784705045-b80254c782

Pramono Sebut Program Pelatihan Kerja Tekan Angka Pengangguran di DKI Jakarta

Menggalangkebaikan.com – Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa berbagai inisiatif strategis dalam bidang ketenagakerjaan telah memberikan dampak nyata terhadap penurunan tingkat pengangguran di ibu kota. Dalam pernyataannya, Pramono sebut program pelatihan kerja menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta. Program-program ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini.

Program Padat Karya dan Magang sebagai Solusi Lapangan Kerja

Salah satu terobosan terbaru adalah peluncuran program padat karya yang menargetkan penciptaan 2.843 lowongan kerja baru. Program ini melibatkan berbagai dinas pemerintahan seperti Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Hutan Kota. Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah berusaha memberikan peluang kerja langsung kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, program magang juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan melibatkan 1.000 lulusan sekolah menengah atas atau sederajat.

Partisipasi dalam program magang ini didukung oleh kerja sama dengan 107 perusahaan swasta dan instansi pemerintah. Para peserta mendapatkan pengalaman praktis yang sangat berharga sebelum benar-benar memasuki dunia kerja. Di sisi lain, pelatihan keterampilan secara reguler juga terus dilaksanakan dengan antusiasme tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 630 orang telah mengikuti pelatihan reguler yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Mobile Training Unit atau MTU milik Pemerintah DKI Jakarta juga telah menarik minat 2.731 peserta, memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah Jakarta mengakses pelatihan tanpa harus bepergian jauh.

Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta, papar Pramono.

Data Ketenagakerjaan yang Menunjukkan Perbaikan Signifikan

Gubernur Pramono juga menjelaskan data statistik terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan di Jakarta. Pada tahun 2026, tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami kenaikan sebesar 0,08 poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa 65,48 persen penduduk usia kerja telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Jumlah penduduk yang bekerja juga bertambah sebanyak 62,18 ribu orang, sehingga totalnya mencapai 5,2 juta orang yang bekerja di Jakarta.

Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka. Pada bulan Februari 2026, angka pengangguran terbuka di Jakarta menurun sebesar 0,15 poin dan tercatat sebesar 6,03 persen. Penurunan ini merupakan indikator positif bahwa lebih banyak masyarakat yang berhasil mendapatkan pekerjaan atau memasuki pasar kerja. Dengan demikian, strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam menekan angka pengangguran.

Ekspansi Program Internasional untuk Tenaga Kerja Jakarta

Melihat keberhasilan program-program domestik, pemerintah Jakarta juga berkomitmen untuk melanjutkan program kerja sama internasional. Program ini bertujuan untuk mengirim tenaga kerja Jakarta ke berbagai negara tujuan. Negara-negara yang menjadi destinasi utama antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta Arab Saudi. Program ini memberikan kesempatan bagi pekerja dari Jakarta untuk bekerja langsung di luar negeri.

Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri, jelasnya.

Program internasional ini tidak hanya membuka peluang penghasilan yang lebih baik, tetapi juga memberikan pengalaman global bagi para pekerja. Dengan demikian, masyarakat Jakarta memiliki lebih banyak pilihan karir baik di dalam maupun di luar negeri. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan bahwa program-program ini dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan dengan adil dan transparan. Keseluruhan upaya yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan. Melalui kombinasi program pelatihan, magang, padat karya, dan ekspansi internasional, Jakarta diharapkan dapat terus menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.