Polisi sebut kecelakaan truk di Jaksel disebabkan sopir mengantuk

Polisi Pastikan Kecelakaan Truk di Jaksel Akibat Sopir Mengantuk

Jakarta, Sabtu – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyebut kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan truk di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, disebabkan oleh kantuk sopir. Insiden terjadi saat truk Mitsubishi Colt Diesel B-9205-FDC, dikemudikan Nur Syaefudin, melaju dari arah barat ke timur sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, jalur cukup lengang, namun kondisi tersebut tidak mencegah kecelakaan.

Proses Olah TKP Tunjukkan Faktor Kelalaian Pengemudi

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa pengemudi kehilangan kendali karena kurang konsentrasi. “Diduga karena mengantuk dan kurang hati-hati, akhirnya menabrak separator busway yang ada di kanan jalan,” ujar Ojo. Truk oleng ke arah kanan, lalu menumbuk beton pembatas Transjakarta, menyebabkan kecelakaan berlangsung dalam hitungan detik.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Iya (terguling), karena saya ngantuk. Sudah tidur saya, tapi masih ngantuk,” kata Nur Syaefudin.

Kecelakaan itu tidak mengakibatkan korban jiwa atau luka, karena tidak ada kendaraan lain yang terlibat. Meski demikian, muatan pasir dua ton di dalam truk tumpah ke jalan, mengganggu proses evakuasi. Petugas kepolisian segera datang untuk memindahkan truk, namun diperlukan waktu lama karena beban berat dan posisi kendaraan yang terguling.

Kelalaian Sopir dan Peringatan untuk Pengemudi Berat

Ojo mengimbau kejadian ini sebagai pelajaran bagi pengemudi, terutama yang mengoperasikan kendaraan berat. “Harus memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara, terlebih pada jam-jam rawan seperti dini hari hingga pagi hari,” tegasnya. Sopir mengakui keantukannya saat mengemudi, menyebabkan kehilangan penglihatan pada pembatas jalan. “Iya, jadi saya enggak lihat ada pembatas jalan, karena mau tidur, mengantuk,” ucap Syaefudin.

Kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian materiil sebesar Rp2,5 juta. Truk harus dikosongkan sebagian muatannya untuk memudahkan evakuasi, mengingat lokasi merupakan jalur utama di ibu kota.