PMI Jakpus bantu tangani korban kebakaran Kemayoran
PMI Jakarta Pusat Berikan Bantuan Medis dan Logistik Pasca-Kebakaran di Kemayoran
PMI Jakpus bantu tangani korban kebakaran – Jakarta, Antaranews – Sebuah kebakaran yang menghantam kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam telah memicu respons cepat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat. Bantuan pertama dalam bentuk tim medis dan armada ambulans segera diterjunkan ke lokasi setelah pihak PMI menerima laporan dari warga sekitar. Kebakaran tersebut, yang diduga dipicu oleh korsleting listrik, terjadi sekitar pukul 20.55 WIB dan hingga dini hari pukul 03.00 WIB, proses pemadaman serta pendinginan api masih berlangsung intensif.
PMI Fokus pada Pertolongan Darurat dan Penyediaan Pengungsian
Di tengah situasi krisis, PMI Jakarta Pusat memprioritaskan fase tanggap darurat dengan mengirimkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian. Tim kesehatan mereka turut membantu menangani kondisi warga yang terdampak, termasuk mengatasi cedera akibat kebakaran dan memastikan akses ke layanan medis darurat. Selain itu, organisasi tersebut juga tengah menyiapkan dua unit tenda untuk menyediakan tempat berlindung bagi para pengungsi yang kehilangan rumah mereka. Asep Djuanda, Ketua PMI Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa bantuan tenda ini akan segera tiba di lokasi, mengingat kebutuhan akan tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama bagi korban.
“Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi,” kata Asep saat diwawancara di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Selasa dini hari.
Menyusul kebakaran yang merusak sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) di area tersebut, PMI terus berupaya memperkuat penanganan darurat. Asep menegaskan bahwa organisasinya tidak hanya fokus pada penyediaan bantuan kesehatan, tetapi juga memastikan logistik dasar seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan pokok dapat terpenuhi. “Kami mengambil peran dalam pendistribusian bantuan pada malam hari, sementara Dinas Sosial menangani kebutuhan pada siang hari,” ujarnya.
Prosedur Khusus untuk Penanganan Trauma pada Anak-Anak
Di sisi lain, PMI juga memiliki rencana khusus untuk mengatasi trauma yang dialami oleh anak-anak korban kebakaran. Asep menjelaskan bahwa organisasinya sudah memiliki protokol evakuasi dan pemulihan (recovery) yang terstruktur, terutama untuk kelompok rentan seperti balita dan remaja. Namun, saat ini, prosedur tersebut baru dilaksanakan secara bersamaan dengan upaya penanggulangan darurat.
“Terkait pemulihan trauma, kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PMI provinsi dan fokus pada penanggulangan dalam tahap tanggap darurat,” jelas Asep.
Meski demikian, Asep menyampaikan bahwa tim PMI tetap aktif di lokasi kejadian untuk memantau kondisi kesehatan warga dan memberikan bantuan tambahan sesuai kebutuhan. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, yang menjadi penanggung jawab utama pemadaman, telah mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk mengendalikan api. Dengan kolaborasi antara PMI dan Dinas Gulkarmat, upaya evakuasi korban serta pemadaman api berjalan secara terpadu.
Upaya Pemerintah Daerah dan Komunitas Lokal untuk Memulihkan Situasi
Berdasarkan data terkini di papan informasi, sekitar 250 rumah dan 330 KK terdampak oleh kebakaran yang melibatkan kepadatan penduduk di kawasan Kemayoran. Asep menambahkan bahwa pihak berwenang, termasuk Dinas Sosial DKI Jakarta, masih terus melakukan pendataan dan penanganan secara terus-menerus di lokasi. Selain bantuan darurat dari PMI, komunitas sekitar juga turut terlibat dalam membantu menampung warga yang terdampak, baik melalui pengungsian bersama maupun pemberian makanan dan air.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) malam ini menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran api ke area lain. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan, tetapi proses pendinginan masih dilakukan untuk mencegah risiko kekambuhan. Dengan keberhasilan penanganan darurat, PMI Jakarta Pusat dan pihak terkait berharap situasi dapat kembali stabil. Namun, pemulihan total diperkirakan membutuhkan waktu dan upaya kolaboratif yang lebih lanjut.
Sebagai penutup, Asep berharap bantuan dari ber
