Pembahasan Penting: Pemprov DKI terus dorong perpustakaan jadi ruang tumbuhkan kreativitas

Pemprov DKI terus dorong perpustakaan jadi ruang tumbuhkan kreativitas

Jakarta – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta tetap memprioritaskan transformasi perpustakaan menjadi wadah pembentukan cara berpikir kritis, pengembangan kreativitas, serta penguatan kebijaksanaan. Keempat elemen ini dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam mewujudkan Indonesia yang berkembang maju.

“Transformasi perpustakaan tersebut, tambah Djoko, dilakukan dengan tiga strategi utama: meningkatkan keterampilan staf, memanfaatkan teknologi digital, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak,”

Pemprov DKI Jakarta meyakini bahwa perpustakaan yang berkualitas adalah fondasi utama bagi masyarakat yang cerdas. Masyarakat berpengetahuan, lanjutnya, dianggap sebagai penggerak utama dalam menciptakan peradaban Indonesia yang maju. Oleh karena itu, fokus pembangunan perpustakaan ke depan adalah pembentukan ekosistem pengetahuan yang adaptif, inklusif, serta mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan.

“Perpustakaan modern diharapkan menjadi pusat pengetahuan yang menggabungkan informasi, teknologi, serta peran manusia. Tempat ini bukan hanya menyimpan buku, tapi juga menciptakan ruang untuk menghubungkan data menjadi makna, mengubah informasi menjadi pengetahuan, serta memupuk kebijaksanaan dalam masyarakat,”

Dalam hal ini, peran pustakawan semakin penting dalam menjalankan fungsi kurator makna di tengah keberagaman informasi, pengelola koleksi, serta penggerak pembelajaran dan literasi. Selain itu, pustakawan diharapkan mampu memahami buku-buku yang dimiliki, data teknologi, serta pola perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Djoko menekankan bahwa masa depan perpustakaan bergantung pada kompetensi staf, bukan hanya jumlah koleksi. Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki lebih dari 219 ribu perpustakaan, yang menjadi kekuatan besar. Namun, kualitas perpustakaan itu sendiri ditentukan oleh SDM yang mengelolanya. SKKNI, menurutnya, berperan penting sebagai fondasi profesionalisme dan arah pengembangan perpustakaan ke depan.