Hasil Pertemuan: Wamenekraf yakini teater musikal siap jangkau pasar lebih luas

Wamenekraf Optimis Teater Musikal Bisa Membuka Pasar Internasional

Jakarta, Senin – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai potensi teater musikal nasional semakin membesar dan mampu menembus pasar global. Ia menyoroti peningkatan kualitas karya-karya lokal yang bisa menarik perhatian lebih luas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam keterangan yang diterima, Irene memuji pertunjukan *Chicago The Musical* versi Indonesia sebagai bentuk inovasi baru dalam dunia seni pertunjukan. “Kualitas teater musikal di Indonesia sangat kuat, dan para penampil dalam *Chicago The Musical* sudah siap diperkenalkan ke level internasional. Ini bukan pertama kalinya saya menonton jenis pertunjukan ini, tapi kita harus mengembangkan jangkauannya agar dunia melihat bahwa Indonesia mampu menghasilkan karya seni yang membanggakan,” ujarnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Pertunjukan Jadi Karya Kolaboratif

Karya yang dianggap sebagai langkah penting ini disusun melalui kerja sama ADPRO dan Jakarta Art House. Acara berlangsung selama lima hari, dengan delapan pertunjukan dari 8 hingga 12 April 2026. Irene menyatakan bahwa pertunjukan ini menjadi bentuk bukti bahwa kreativitas lokal bisa bersaing di panggung dunia.

“Kehadiran penonton sangat berarti bagi semua pekerja seni di Indonesia, karena mereka membantu menjaga keberlangsungan ekosistem kreatif ini,” tambah Fadli Hafizan, produser eksekutif.

Fadli Hafizan menjelaskan bahwa *Chicago The Musical* versi Indonesia tergolong sebagai produksi Broadway yang paling banyak diadaptasi di berbagai negara. Proses pembuatan membutuhkan lebih dari 150 talenta, termasuk 20 pemain, 5 penyanyi, dan 130 kru yang bekerja secara intensif selama hampir tiga bulan.

Adaptasi Cerita dengan Sentuhan Lokal

Dalam pertunjukan ini, koreografi adegan tarian nusantara digunakan untuk menyesuaikan narasi dengan budaya Indonesia. “Kami juga mempersiapkan elemen kejutan mulai dari kostum, artistik, hingga dialog yang dirancang agar lebih dekat dengan penonton lokal,” tambah Fadli.

“Kisah Roxie Hart dan Velma Kelly dalam *Chicago The Musical* tidak hanya tentang kriminalitas atau satire, tetapi menjadi cerminan kondisi sosial Indonesia saat ini. Setiap cerita bisa terbentuk dari persepsi, popularitas, dan media, sehingga penonton diajak tertawa sekaligus terhibur oleh kombinasi glamor, drama, dan skandal yang ditampilkan,” tutur Aldafi Adnan, sutradara dari pertunjukan tersebut.

Aldafi menambahkan bahwa pertunjukan ini menjadi sejarah baru karena pertama kalinya dipersembahkan di Indonesia. Ia berharap karya ini bisa memperkaya pengalaman seni pertunjukan nasional dan menunjukkan kapasitas Indonesia dalam memproduksi karya yang berkualitas internasional.