Agenda Utama: Peneliti sebut penderita diabetes kurang konsumsi makanan mikronutrien
Peneliti sebut penderita diabetes kurang konsumsi makanan mikronutrien
Jakarta – Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di India mengungkap bahwa sebagian besar pasien diabetes tidak memenuhi kebutuhan nutrisi mikronutrien, seperti vitamin, mineral, dan vitamin D. Dalam siaran yang disiarkan pada Minggu (5/4) waktu setempat, Eating Well melaporkan bahwa sebelumnya penelitian dan pedoman tentang diabetes lebih banyak fokus pada makronutrien, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, para peneliti ingin mengeksplorasi hubungan antara kondisi ini dan kandungan nutrisi mikronutrien.
Peneliti berhasil mengumpulkan 132 studi dengan total 52.501 peserta untuk analisis dan meta-analisis. Peserta terdiri dari laki-laki dan perempuan berbagai etnis, berusia minimal 18 tahun, serta menderita diabetes tipe 2, baik dengan maupun tanpa komplikasi. Informasi tentang status nutrisi mikronutrien peserta termasuk tingkat kekurangan tertentu, diukur melalui hasil pemeriksaan darah. Semua riset dipublikasikan antara tahun 1998 dan 2023, berasal dari berbagai negara, memberikan perspektif global.
Korelasi antara diabetes dan defisiensi nutrisi
Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 45 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami defisiensi dua jenis nutrisi mikronutrien secara bersamaan. Selain itu, 40 persen dari peserta yang memiliki komplikasi diabetes juga terkena defisiensi. Perempuan lebih rentan mengalami kekurangan nutrisi dibandingkan laki-laki, dengan vitamin D menjadi defisiensi yang paling umum. Lebih dari 60 persen dari pasien diabetes tipe 2 terdiagnosis defisiensi vitamin D, sementara magnesium menempati peringkat kedua dengan sekitar 42 persen peserta yang mengalami masalah.
Para peneliti tidak dapat menyatakan apakah nutrisi mikronutrien berkontribusi pada timbulnya diabetes, tetapi mereka menemukan adanya korelasi antara diabetes tipe 2 dan defisiensi beberapa nutrisi, seperti vitamin D, B12, serta magnesium.
Sumber nutrisi untuk penderita diabetes
Magnesium terdapat di dalam kacang-kacangan, biji-bijian, selai kacang, kedelai, polong-polongan, buah-buahan, dan sayuran. Jika Anda suka cokelat, Anda akan senang mengetahui bahwa cokelat hitam kaya akan magnesium. Selain itu, konsumsi rutin cokelat hitam dalam jumlah kecil dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dibandingkan cokelat susu atau putih. Dengan menambahkan kacang-kacangan ke cokelat hitam, asupan magnesium bisa ditingkatkan.
Vitamin D bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, tetapi juga hadir dalam makanan seperti kuning telur, jamur tertentu, minyak hati ikan kod, hati sapi, dan ikan berlemak seperti salmon, tuna, serta todak. Sumber vitamin D lainnya meliputi susu sapi, keju, yogurt, susu kedelai, jus jeruk, dan sereal yang diperkaya.
Vitamin B12 ditemukan dalam produk hewani, seperti daging, ikan, dan susu. Namun, sereal diperkaya, susu nabati, serta ragi nutrisi juga menjadi alternatif untuk memperoleh nutrisi ini secara alami. Karena banyak orang mengalami defisiensi mikronutrien, para peneliti merekomendasikan perubahan kecil pada pola makan, seperti mengganti satu atau dua makanan ultra-olahan dengan pilihan yang lebih sehat. Contohnya, mengganti soda harian dengan air putih atau mengganti minuman tinggi gula dengan segenggam kacang dan sepotong cokelat hitam, serta kombinasi keju dan buah segar.

