Special Plan: Pakai kartu JakLingko hitam bisa lebih hemat ongkos transportasi
Pakai Kartu JakLingko Hitam Bisa Lebih Hemat Ongkos Transportasi
Special Plan –
Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengungkapkan bahwa warga Jakarta dianjurkan menggunakan kartu uang elektronik JakLingko Card berwarna hitam untuk mengurangi pengeluaran transportasi. Ini dilakukan seiring rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah. Kartu hitam tersebut, menurut Budi, memiliki kemampuan untuk mendukung tarif integrasi antar moda dengan biaya tertinggi Rp10.000. “Kartu ini digunakan untuk mengakses layanan penggabungan transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT DKI Jakarta, dengan tarif maksimal Rp10.000,” jelasnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Kartu Hitam: Pilihan Praktis untuk Penggunaan Multi Moda
Kartu JakLingko berwarna hitam ini memungkinkan pengguna memindah diri secara fleksibel antar empat jenis transportasi, yaitu Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), Transjakarta, dan Commuterline. Dengan adanya integrasi ini, pengguna bisa menghemat biaya perjalanan tanpa khawatir kelebihan tarif. Budi menambahkan bahwa kartu ini juga terhubung ke aplikasi JakLingko, sehingga saldo tetap aman meski kartu fisik hilang. “Saldo yang terdapat di aplikasi tetap bisa digunakan untuk akses transportasi,” tuturnya.
“Kartu tersebut dipergunakan untuk mengakses layanan integrasi multi moda. Transjakarta, MRT dan LRT DKI Jakarta dengan tarif maksimum Rp10 ribu,” ujar Budi saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Budi juga menjelaskan bahwa skema ini berlaku selama tiga jam dari satu perjalanan, baik untuk rute dalam kota maupun lintas daerah. Tarif maksimal tersebut bisa digunakan untuk mengakses lebih dari satu moda transportasi dalam satu trip, seperti kombinasi bus Transjakarta, kereta MRT, dan LRT. “Pengguna bisa naik Tj dengan Rp5 ribu dalam rentang tiga jam tanpa syarat tambahan,” kata Budi.
Kartu Biru: Alternatif untuk Masyarakat Luas
Selain kartu hitam, masyarakat juga bisa membeli kartu uang elektronik JakLingko berwarna biru yang dikeluarkan oleh lima bank, yaitu BCA, Mandiri, BNI, Bank Jakarta, dan BRI. Budi mengatakan kartu biru ini bisa dibeli di mesin penjual otomatis (vending machine) yang tersedia di halte Transjakarta, stasiun MRT, dan LRT. “Kartu biru bisa digunakan untuk akses layanan transportasi umum dengan tarif tertentu,” jelas Budi.
Menurut Budi, kehadiran dua jenis kartu ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan. “Kartu hitam fokus pada integrasi tarif multi moda, sedangkan kartu biru lebih fleksibel untuk penggunaan harian,” tambahnya. Selain itu, Budi menyebutkan bahwa kedua jenis kartu tersebut bisa digunakan oleh warga non-Jakarta, sehingga memperluas akses bagi masyarakat sekitar.
“Kartu ini bisa digunakan naik Tj Rp5 ribu maksimal selama tiga jam perjalanan. Tidak ada syarat. Warga non-Jakarta juga boleh memiliki kartu tersebut,” jelas Budi.
Dalam rangka menangani rencana kenaikan tarif Transjabodetabek, Budi menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Salah satu langkah yang diambil adalah sosialisasi menyeluruh tentang pentingnya penyesuaian tarif kepada pemangku kepentingan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa perubahan tarif bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan, tapi juga untuk memastikan keberlanjutan layanan transportasi,” kata Budi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Skema Tarif Integrasi: Solusi untuk Perjalanan Berkelanjutan
Budi menjelaskan bahwa skema tarif integrasi Rp10.000 dalam tiga jam merupakan inisiatif untuk mengurangi beban biaya pengguna transportasi umum. Skema ini berlaku bagi siapa saja yang menggabungkan lebih dari satu moda dalam satu perjalanan, seperti Transjakarta dan MRT. “Biaya tertinggi ini diterapkan agar pengguna tidak perlu memperhitungkan tarif masing-masing moda secara terpisah,” ujarnya.
Menurut Budi, integrasi tarif ini akan diterapkan secara menyeluruh untuk semua rute Transjabodetabek. “Tujuannya adalah membuat perjalanan lebih efisien, terutama bagi warga penyangga Jakarta yang sering menggunakan kombinasi transportasi,” tambahnya. Selain itu, kebijakan ini juga berharap mendorong penggunaan transportasi umum sebagai alternatif untuk mengurangi kemacetan dan polusi.
“Seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi Jaklingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,” kata Budi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Sebelumnya, Budi juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang memperluas skema tarif integrasi. “Kami berencana mengintegrasikan lebih banyak moda transportasi, termasuk Commuterline, agar akses lebih mudah bagi pengguna,” jelasnya. Dia menekankan bahwa skema ini bisa dimanfaatkan melalui aplikasi JakLingko, sehingga pengguna bisa memperkirakan biaya perjalanan secara realistis.
Budi menjelaskan bahwa tarif integrasi merupakan sistem biaya tertinggi yang diberlakukan ketika masyarakat menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum dalam satu perjalanan. “Ini penting untuk memastikan keadilan bagi pengguna yang sering bepergian menggunakan kombinasi transportasi,” tambahnya. Dengan adanya aplikasi JakLingko, pengguna juga bisa mengecek saldo, rute, dan tarif secara langsung, tanpa perlu mengunjungi counter fisik.
Menurut Budi, kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna transportasi umum. “Dengan skema ini, warga bisa menghemat uang tanpa merasa terbebani,” kata dia. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menyesuaikan kebutuhan masyarakat, termasuk memperhatikan kebijakan insentif tarif untuk kelompok tertentu, seperti lansia atau anak sekolah. “ABT akan memungkinkan penyesuaian tarif berdasarkan profil pengguna,” ujarnya.
Peluncuran dan Fasilitas Lengkap
Kartu JakLingko hitam dan biru memiliki kelebihan yang bisa mempermudah kehidupan sehari-hari. Pengguna bisa membeli dan memperbarui saldo melalui mesin vending machine, yang berlokasi di beberapa titik strategis. Budi mengatakan bahwa metode ini lebih efisien dibandingkan pembelian secara manual di kounter. “Mesin otomatis bisa digunakan kapan saja, termasuk di luar jam operasional,” jelas Budi.
Dalam hal fasilitas, kartu hitam dirancang untuk penggunaan jangka panjang, sementara kartu biru lebih cocok untuk kebutuhan sementara. Budi menambahkan bahwa ketersediaan dua jenis kartu ini membantu menjangkau berbagai segmen masyarakat. “Dengan demikian, pemerintah bisa memastikan semua orang mendapatkan manfaat dari penggunaan transportasi umum,” kata dia.
Menurut Budi, kemud
