Perang AS-Israel vs Iran Bikin Harga Pangan Global Melambung
Perang AS-Israel vs Iran Berdampak pada Kenaikan Harga Pangan Global
Pada Maret 2026, harga bahan makanan di tingkat internasional mengalami kenaikan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut laporan Bloomberg pada hari Sabtu (4/4), Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat bahwa indeks harga komoditas pangan global mencapai 128,5 poin, naik 3 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Ini mengindikasikan peningkatan harga makanan yang berlangsung selama dua bulan berturut-turut, setelah indeks mengalami kenaikan pertama dalam lima bulan di Februari.
Naiknya indeks sebesar 2,4 persen secara bulanan menunjukkan adanya tekanan inflasi yang berkelanjutan. Indeks FAO memantau perubahan harga berbagai bahan pokok, seperti biji-bijian, gula, daging, produk susu, serta minyak nabati. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh gangguan rantai pasok yang disebabkan oleh perang, termasuk kenaikan biaya energi dan pupuk, serta kesulitan mengirimkan bahan baku penting melalui Selat Hormuz.
“Kenaikan harga pangan global menjadi tanda bahwa inflasi di sektor makanan kemungkinan akan berlangsung beberapa waktu ke depan,” kata Bloomberg.
Peningkatan harga terbesar terjadi pada minyak nabati dan gula, sementara daging, produk susu, serta serelia juga mengalami kenaikan. Meskipun FAO mengukur harga bahan baku, tidak menutup kemungkinan hal ini mencerminkan kecenderungan kenaikan biaya ke tingkat konsumen.

