Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah swasta Jaksel diklaim berizin

khrisna-edit-1786032854-bfa10ce447

Perbakin Klaim Kepemilikan 995 Senjata Airsoft di Gudang Sekolah Jaksel

Menggalangkebaikan.com – Kasus penemuan ratusan senjata api di lingkungan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali mendapat klarifikasi dari PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Perbakin. Organisasi yang bergerak di bidang menembak ini menegaskan bahwa seluruh 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan milik mereka dan telah memiliki izin resmi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut sebenarnya disimpan di gudang yang seharusnya menjadi akses mereka. Namun, sejak bulan April 2026, gudang tersebut telah dikuasai oleh pihak-pihak yang menurutnya tidak berhak. Situasi ini menyebabkan Perbakin tidak lagi memiliki akses penuh ke lokasi penyimpanan senjata.

Legalitas dan Izin Senjata

Menurut Alhadid, legalitas senjata-senjata tersebut didukung oleh Surat Izin SI/5483-XII/2008 yang diterbitkan oleh Polri. Dokumen ini menjadi bukti kuat bahwa PT Lokta Karya Perbakin memiliki hak atas senjata-senjata tersebut. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar senjata yang ditemukan merupakan airsoft gun yang sudah tidak dapat digunakan dan sebagian besar berbentuk suku cadang atau spare parts.

Betul, milik Lokta dan legal. Namun, gudang kami di sana juga sudah dikuasai sejak bulan April oleh pihak-pihak yang tidak berhak tersebut dari N (pembina yayasan sekolah saat ini). Kami pun tidak boleh masuk.

Perbakin juga menjelaskan bahwa senjata-senjata ini sebenarnya disiapkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan yang telah direncanakan sejak tahun 2021. Rencana ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan siswa yang telah lama diinisiasi oleh sekolah swasta tersebut.

Konflik Gudang dan Akses

Situasi konflik gudang ini bermula ketika PT Lokta Karya Perbakin kehilangan akses ke lokasi penyimpanan senjata mereka. Alhadid mengaku tidak mengetahui permasalahan ini hingga pihak yayasan sekolah, yang diwakili oleh Untung Sangaji, meminta pengambilan barang tersebut pada akhir Juli 2026. Ketika staf Perbakin tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa ruangan sudah dibuka dengan kehadiran anggota Polisi dan TNI.

Konflik ini juga melibatkan mantan Ketua Yayasan Sekolah Swasta yang memiliki inisial IWD. Alhadid membantah bahwa airsoft gun tersebut ditemukan di ruangan mantan Ketua Yayasan, melainkan di gudang yang telah dikuasai pihak lain sejak April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman mengenai lokasi dan status kepemilikan senjata-senjata tersebut.

Temuan Tambahan dan Investigasi Polisi

Selain 995 airsoft gun, polisi juga menemukan sejumlah senjata api lainnya di lokasi yang sama. Temuan tersebut meliputi 215 tipe pistol dan empat senapan kaliber 4,5 mm. Tidak hanya senjata, polisi juga menemukan narkoba dan CD porno di lokasi yang sama. Alhadid menegaskan bahwa barang-barang tambahan tersebut bukan milik perusahaannya.

Polres Metro Jakarta Selatan telah membenarkan temuan tersebut dan menerima laporan dari masyarakat pada 15 Juli 2026. Penyidik telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal sebelum proses penyelidikan bergulir lebih lanjut. Laporan ini menjadi dokumen penting yang akan menjadi acuan dalam proses hukum selanjutnya.

Implikasi dan Dampak

Kasus ini memiliki implikasi yang cukup signifikan bagi komunitas menembak di Indonesia. Perbakin sebagai organisasi yang menaungi kegiatan menembak telah lama memiliki izin resmi untuk menyimpan senjata-senjata tersebut. Kehilangan akses ke gudang penyimpanan menjadi masalah serius bagi organisasi ini, terutama karena senjata-senjata tersebut merupakan aset berharga untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Dari sisi regulasi, kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyimpanan senjata api di fasilitas publik. Meskipun senjata-senjata tersebut memiliki izin resmi, keberadaan mereka di lingkungan sekolah menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Proses investigasi yang dilakukan polisi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai status kepemilikan dan legalitas seluruh senjata yang ditemukan.

Bagi PT Lokta Karya Perbakin, kasus ini merupakan tantangan untuk mendapatkan kembali akses ke gudang mereka dan memastikan bahwa senjata-senjata tersebut dapat digunakan sesuai rencana awal. Dengan izin resmi yang dimiliki, organisasi ini optimis bahwa masalah ini dapat diselesaikan secara hukum dan administrasi.

Frequently Asked Questions

What is Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah?

Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah matter?

Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.