Tunisia dilaporkan pecat pelatih di tengah Piala Dunia 2026

foto-tim-tunisia-2806099

Piala Dunia 2026: Federasi Sepak Bola Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi

Tunisia dilaporkan pecat pelatih di tengah – Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) mengumumkan pemberhentian pelatih Sabri Lamouchi saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Keputusan ini diambil setelah tim nasional Tunisia mengalami kekalahan telak 1-5 dari Swedia dalam laga perdana Grup F. Pencopotan jabatan Lamouchi terjadi hanya beberapa bulan setelah ia diangkat sebagai pelatih negara tersebut pada Januari 2026. Pernyataan resmi FTF mengatakan, “Kesepakatan telah ditandatangani untuk mengakhiri kinerja Lamouchi, sementara Mondher Kebaier ditunjuk sebagai pelatih sementara,” tulis The Guardian, Selasa. Perubahan ini menandai momen kritis bagi Tunisia di tengah kompetisi yang berlangsung sengit.

Hasil Buruk yang Memicu Tindakan

Kekalahan dari Swedia menjadi titik balik bagi Tunisia, mengikis harapan mereka dalam fase grup. Sebelumnya, tim asuhan Lamouchi sudah mengalami tekanan akibat kekalahan 0-5 melawan Belgia dalam pertandingan uji coba Pra-Piala Dunia di Brussels. Kedua hasil tersebut menciptakan ketidakpuasan di kalangan pemain, penggemar, dan jajaran manajemen. Menurut laporan media, tekanan terhadap pelatih semakin membesar setelah kegagalan beruntun ini, dengan sejumlah anggota FTF mengkritik strategi dan performa tim.

“Kesepakatan telah tercapai untuk memberhentikan pelatih Sabri Lamouchi. Saat ini sedang dilakukan proses penunjukan Mondher Kebaier sebagai pelatih tim nasional untuk sementara,” demikian pernyataan FTF dikutip dari The Guardian.

Berlanjut ke Jadwal Berat

Tunisia kini siap menghadapi jadwal berikutnya yang diperkirakan lebih menantang. Pertandingan melawan Jepang akan dihelat pada Minggu (21/6) di Guadalupe, tempat mereka mendapat kejutan saat kalah dari Swedia. Setelah itu, tim akan menutup fase grup dengan melawan Belanda di Kansas City. Kedua laga tersebut menjadi ujian krusial bagi Tunisia, yang berharap bisa bangkit dari kekalahan awal. Analis sepak bola menyebutkan, dengan penggantian pelatih, Tunisia memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di grup.

Kepemimpinan Lamouchi yang Terhenti

Sabri Lamouchi, pelatih berkebangsaan Prancis berusia 54 tahun, telah mengakhiri perannya setelah memimpin Tunisia selama kurang dari tiga bulan. Sebelumnya, ia menjadi pilihan utama FTF untuk membawa tim ke babak penyisihan grup. Namun, hasil yang tidak memuaskan mengakibatkan keputusan dramatis. Kekalahan dari Swedia dan Belgia menunjukkan kelemahan dalam pertahanan serta ketergantungan pada permainan ofensif yang tidak stabil. Dengan kegagalan di dua laga awal, banyak yang berpikir perubahan pelatih menjadi langkah wajib untuk memperkuat mental tim.

Sejarah di Piala Dunia 2014

Lamouchi bukanlah pelatih yang asing di dunia sepak bola internasional. Ia pernah menangani Pantai Gading pada Piala Dunia 2014 di Brasil, di mana tim tersebut mencapai babak grup namun gagal melangkah lebih jauh. Pencapaian tersebut memicu harapan besar, tetapi kegagalan akhirnya menjadi kritik utama terhadap kinerjanya. Kini, dengan menangani Tunisia, ia berusaha membuktikan kemampuannya dalam menghadapi tantangan baru. Namun, hasil yang buruk di Piala Dunia 2026 menimbulkan pertanyaan besar tentang kemampuannya dalam mengelola tim.

Harapan Baru di Bawah Kebaier

Mondher Kebaier, yang akan menjadi pelatih sementara, dikenal sebagai mantan manajer klub dan memiliki pengalaman dalam sistem pelatihan. Penggantian ini diharapkan bisa memberikan dinamika baru bagi tim Tunisia. Beberapa anggota FTF menyatakan, keputusan tersebut bertujuan memulihkan semangat pemain dan mengubah pola permainan yang tidak efektif. Selain itu, para penggemar sepak bola lokal berharap Kebaier bisa membawa keberhasilan sebelum fase grup ditutup. Kritikus menilai perubahan ini bisa menjadi penyeimbang bagi kegagalan awal yang terjadi.

Konteks Pertandingan Grup F

Grup F Piala Dunia 2026 dianggap sebagai salah satu kumpulan tim yang kompetitif, dengan Swedia, Jepang, dan Belanda menjadi lawan berat. Tunisia, sebagai tim unggulan di Afrika, dinilai memiliki peluang besar untuk merebut posisi atas. Namun, kekalahan dari Swedia memperlihatkan kelem