Strategi Penting: Harga minyak naik lagi di tengah keraguan gencatan senjata AS-Iran
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS dan Iran
Di Istanbul, harga minyak mentah Brent kembali naik pada Kamis (9/4) akibat laporan media Iran dan gangguan ulang di Selat Hormuz yang memicu kecemasan terhadap pasokan energi global. Harga minyak berjangka Brent melonjak 2,5 persen, mendekati 97 dolar AS per barel, pada pukul 12.50 WIB. Peningkatan ini muncul setelah harga anjlok lebih dari 16 persen pada Rabu, menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan.
Kekhawatiran pasar berubah setelah Iran mengungkapkan kemungkinan menarik diri dari kesepakatan
Sebelumnya, harga sempat turun setelah AS dan Iran menyetujui gencatan senjata dua minggu, yang memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas pasokan energi di Timur Tengah. Namun, perubahan sentimen terjadi setelah kantor berita Iran, Tasnim, mengungkapkan bahwa Iran dapat membatalkan gencatan senjata AS jika Israel terus melakukan aksi di Lebanon.
“Sejumlah besar” kapal tertahan di jalur strategis Selat Hormuz, menurut laporan Tasnim, menambah ketegangan pasar.
Media Iran juga menyebutkan bahwa alur kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz sempat terganggu setelah serangan Israel di Lebanon, meskipun dua kapal berhasil melewati dengan aman setelah pengumuman gencatan senjata. Laporan tambahan menyebutkan bahwa kapal yang ingin melintas selat harus berkoordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran serta mengikuti jalur yang ditetapkan, menurut IRIB, media penyiaran publik Iran, yang mengungkapkan informasi tersebut beberapa jam setelah Tasnim.

