Key Discussion: WHO pastikan risiko penyebaran Hantavirus di Kepulauan Canary rendah

WHO Pastikan Risiko Penyebaran Hantavirus di Kepulauan Canary Rendah

Key Discussion – Kota Jakarta menjadi tempat pemberitaan mengenai pernyataan dari Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menegaskan bahwa risiko terhadap penduduk Kepulauan Canary tidak terlalu besar. Hal ini terkait dengan kasus Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius yang akan tiba di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan ini diungkapkan dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Kamis (7/5), di mana Tedros memastikan bahwa Spanyol memiliki kemampuan untuk mengatasi ancaman tersebut. Menurutnya, risiko bagi masyarakat Kepulauan Canary dinilai cukup kecil, seiring upaya pencegahan yang telah diambil.

Pengaturan Penanganan di Atas Kapal

Sebelum kapal tiba di Kepulauan Canary, Tedros telah mengirimkan surat resmi kepada otoritas Spanyol untuk meminta bantuan dalam mengelola situasi ini. Ia menjelaskan bahwa prosedur disinfeksi telah dilakukan di atas kapal, sehingga meminimalkan kemungkinan penyebaran virus ke penumpang lainnya. Selama proses tersebut, penumpang tetap tinggal di kabin masing-masing, dengan pengawasan ketat diterapkan. Meski upaya pencegahan dianggap cukup baik, Tedros mengingatkan bahwa periode inkubasi Hantavirus bisa mencapai enam pekan, sehingga kasus baru masih bisa muncul.

“Kami percaya Spanyol mampu mengendalikan risiko ini, dan WHO mendukung langkah-langkah yang diambil. Meski ada kemungkinan penyebaran, tingkat bahayanya dianggap rendah,” ujar Tedros dalam konferensi pers tersebut.

Kapal yang terdampak wabah saat ini masih berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde. Pihak Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) sedang melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan siapa yang perlu segera dievakuasi dari daerah tersebut. Selain itu, ECDC juga mempertimbangkan rencana operasional untuk mengendalikan penyebaran virus di antara penumpang yang belum dievakuasi.

Kepala Daerah Canary Beri Tanggapan

Dalam pihak yang berbeda, Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah pusat yang mengizinkan kapal tersebut berlayar ke wilayahnya. Ia menyoroti kurangnya koordinasi dan informasi yang diberikan kepada pihak daerah. “Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada data medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal harus sampai tiga hari ke Canary, bukan langsung di lokasi yang berlabuh,” kata Clavijo kepada radio Spanyol Onda Cero.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak diberi informasi mengenai jumlah kasus yang terjadi di kapal, kondisi kesehatan para pasien, serta sumber dugaan wabah. Ia menilai, jika informasi tersebut tersedia lebih awal, langkah yang diambil mungkin akan berbeda. “Mungkin akan lebih baik jika kapal dievakuasi langsung di lokasi saat ini, sehingga risiko penyebaran dapat dikurangi sejak awal,” tambahnya.

“Kami kurang mendapat informasi mengenai kondisi penumpang, sehingga sulit menilai apakah kapal harus dibawa ke Canary atau tidak,” ujar Clavijo.

Deteksi Strain Hantavirus

WHO menyatakan bahwa strain Andes dari Hantavirus telah terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius, yang berlayar di Samudra Atlantik. Hasil tes dikonfirmasi oleh lembaga di Afrika Selatan dan Swiss, dengan total kasus terkonfirmasi mencapai delapan. Dari jumlah tersebut, satu penumpang dinyatakan positif setelah kembali ke Swiss, sementara tiga orang meninggal dunia.

Menurut data yang dihimpun, strain Andes diketahui lebih berbahaya dibandingkan jenis Hantavirus lainnya, karena memiliki potensi menyebar lebih cepat dan menyebabkan gejala yang lebih parah. Meski demikian, pihak WHO yakin bahwa dengan pencegahan yang tepat, dampaknya bisa diperkecil. “Kami yakin prosedur yang diambil sudah cukup memadai untuk memastikan keamanan masyarakat Canary,” ujar Tedros.

Pilihan Penanganan yang Disampaikan

Dalam upaya mengatasi situasi ini, otoritas Spanyol menyatakan akan menerima MV Hondius di Kepulauan Canary. Namun, mereka juga mempertimbangkan opsi lain, seperti mengirimkan pesawat medis untuk mengangkut pasien ke Belanda. Dengan demikian, kapal yang berbendera Belanda tersebut akan melanjutkan perjalanan ke negara asalnya, sementara penumpang yang sakit dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Langkah ini dianggap lebih efisien karena Belanda memiliki fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, terutama untuk menghadapi kasus Hantavirus. Namun, pihak Canary tetap menantikan hasil evaluasi ECDC untuk memutuskan apakah langkah tersebut efektif atau tidak. Sementara itu, masyarakat di Kepulauan Canary sedang waspada, terutama mengingat kapal akan tiba dalam tiga hingga empat hari ke depan.

Impak dan Perhatian Global

Kasus Hantavirus di MV Hondius menjadi perhatian internasional, karena virus ini dikenal memiliki tingkat keparahan yang tinggi. Sejumlah negara lain, termasuk Prancis dan Italia, juga mengevaluasi kemungkinan penyebaran ke wilayah mereka. Meski WHO menegaskan risiko penularan di Kepulauan Canary rendah, pihak internasional masih memantau perkembangan situasi.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah tambahan, seperti pengujian darurat dan pengawasan terhadap penumpang yang akan tiba. Mereka juga berencana berkoordinasi dengan WHO dan ECDC untuk memastikan tindakan yang diambil cukup tepat. “Kami akan bekerja sama dengan organisasi internasional untuk meminimalkan dampak wabah ini,” tutur seorang perwakilan pemerintah Spanyol.

Dengan adanya keputusan yang diambil, para penumpang yang akan tiba di Canary harus mempersiapkan diri untuk menjalani prosedur kesehatan tambahan. Hal ini termasuk pengambilan sampel, isolasi jika diperlukan, serta pengamatan terhadap gejala yang mungkin muncul. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kehati-hatian, terutama karena virus ini bisa menyebar melalui udara atau kontak langsung.

Kesiapan Wilayah dan Proyeksi Masa Depan

Kepulauan Canary, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Eropa, sedang menyiapkan sistem darurat jika kapal tersebut membawa kasus baru. Pihak pemerintah setempat memperkuat upaya pengawasan terhadap wilayah pesisir, karena kapal bisa menjadi sumber penyebaran yang tidak terduga. Selain itu, fasilitas kesehatan di area tersebut juga diperiksa kembali untuk memastikan siap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus.

Tedros menambahkan bahwa tindakan pencegahan yang diambil di atas kapal cukup efektif, terutama disinfeksi dan isolasi penumpang. Namun, ia juga mengakui bahwa selama periode inkubasi, risiko penularan bisa terjadi, sehingga perlu diantisipasi. “Kami berharap prosedur ini bisa mencegah penyebaran lebih luas, baik di Canary maupun daerah lain,” katanya.

Dengan situasi yang terus dipantau, WHO dan ECDC akan terus memberikan arahan untuk mengurangi risiko. Pemantauan terhadap penumpang yang dievakuasi ke Belanda juga menjadi fokus