Kebijakan Baru: Houthi Sambut Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh

Houthi Sambut Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh

Kelompok Houthi, yang berbasis di Yaman, menyatakan dukungan atas penunjukan Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Penunjukan ini dilakukan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, ayah dari Mojtaba. Houthi menganggap langkah tersebut sebagai kemenangan besar bagi pihak-pihak yang berperang melawan Iran.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (9/3/2026), Houthi mengucapkan selamat atas pilihan kepemimpinan baru di Iran. Mereka menegaskan bahwa penunjukan ini dilakukan dalam kondisi kritis, terutama karena perang antara AS dan Israel terhadap Iran. Dalam pernyataan di Telegram, kelompok tersebut menyatakan:

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini.”

Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan ke Mojtaba Khamenei

Sebagai bagian dari respons, Garda Revolusi Iran mengungkapkan loyalitas kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei. Mereka menilai penunjukan ini sebagai kemenangan baru dalam perjuangan revolusioner mereka. “Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam serta negara-negara di kawasan ini,” tambah pihak Houthi dalam pernyataan terpisah.

Majelis Pakar telah secara resmi mengangkat Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Nama Mojtaba sempat menjadi kandidat utama untuk menggantikan Ali Khamenei. Namun, Israel tetap memantau proses penggantian tersebut. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer negaranya akan menargetkan siapa pun yang diangkat sebagai pemimpin Iran.

“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” tegas Katz dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (4/3).

Katz menegaskan bahwa tidak peduli siapa nama pemimpin tersebut atau di mana ia bersembunyi, tindakan militer akan tetap dilakukan.