New Policy: Timo Scheunemann sebut pembinaan MLSC selaras dengan rencana FIFA

IMG_20260628_120311.jpg

New Policy: MLSC Sejalan dengan Visi FIFA dalam Pembinaan Sepak Bola Putri

New Policy menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia, menurut Timo Scheunemann, pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026. Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi FIFA untuk memperkuat kompetisi Piala Dunia U15. “New Policy FIFA mencakup peningkatan frekuensi pertandingan dan format yang lebih modern, sesuai dengan apa yang kita lakukan di MLSC,” ujarnya saat diwawancara di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu. Perubahan struktur pertandingan 9 lawan 9, yang diterapkan dalam MLSC, disebutnya sebagai bagian dari implementasi New Policy global untuk menumbuhkan bakat pemain putri secara bertahap.

Program MLSC sebagai Inisiatif New Policy

MLSC, yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, dianggap sebagai salah satu wujud New Policy dalam pembinaan sepak bola putri. Sejak diperkenalkan, program ini telah memperluas peluang pemain muda dari berbagai daerah untuk berkompetisi. Dalam All-Stars 2026, jumlah peserta meningkat, dengan setiap tim diperbolehkan mengirimkan 16 pemain dan empat ofisial. Timo menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan memperkuat sistem New Policy dengan membangun dasar teknik dan mental para pemain sebelum mereka naik ke format pertandingan lebih kompleks.

Adaptasi format pertandingan di MLSC, yaitu dari dua periode 15 menit menjadi dua babak 20 menit dengan jeda 10 menit, merupakan langkah progresif dalam New Policy. Perubahan ini disebutkan membantu pemain mengasah kemampuan lebih intensif. “New Policy di MLSC mencakup peningkatan durasi pertandingan sebagai cara untuk melatih keterampilan mereka dalam kondisi yang lebih serupa dengan kompetisi internasional,” katanya. Meski lapangan dan gawang tetap diukur 50 x 35 meter serta 2 x 5 meter, keputusan ini menunjukkan komitmen terhadap visi FIFA.

Strategi Global dalam Pembinaan Talenta

Timo Scheunemann mengungkapkan bahwa New Policy di MLSC menggabungkan pendekatan global dalam pembinaan sepak bola putri. Ia mengatakan, sistem 9 lawan 9 yang diterapkan menunjukkan strategi yang selaras dengan kebijakan FIFA. “New Policy ini mengedepankan penguasaan teknik dan kebiasaan bermain sejak usia dini,” jelasnya. Meski terdapat perbedaan pendekatan antara negara-negara seperti Belanda-Jerman dan Inggris-Amerika, New Policy di MLSC dianggap lebih menyeimbangkan antara pembelajaran teknis dan pengalaman kompetitif.

Menurut Timo, New Policy yang dijalankan MLSC mendorong pengembangan sepak bola putri Indonesia secara bertahap. “Kita perlu memastikan pemain siap secara teknis dan mental sebelum mereka berhadapan dengan format 11 lawan 11,” katanya. Hal ini sejalan dengan rencana FIFA yang menargetkan Piala Dunia U15 setiap tahun. Dengan New Policy ini, Djarum Foundation berharap menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pemain putri secara berkelanjutan.

Implementasi New Policy di Tingkat Lokal

Program MLSC All-Stars 2026 menjadi contoh nyata implementasi New Policy di tingkat lokal. Timo Scheunemann menambahkan bahwa perubahan ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pemain, tetapi juga untuk membangun kebiasaan sejak usia dini. “New Policy di MLSC menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola putri bisa dilakukan secara sistematis,” terangnya. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengadakan turnamen bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Hydroplus Super League adalah bagian dari strategi New Policy untuk memastikan pemain memiliki dasar yang kuat sebelum naik ke level yang lebih tinggi.

Dengan New Policy ini, tim pelatih MLSC berharap bisa memperkuat posisi sepak bola putri Indonesia di kancah internasional. “Kita harus terus beradaptasi untuk memenuhi visi FIFA dan menciptakan talenta yang siap bersaing,” kata Timo. Ia menekankan bahwa New Policy MLSC adalah langkah awal menuju target Piala Dunia U15, yang akan menjadi pengecekan kelayakan pemain putri Indonesia dalam format yang lebih global. Dengan pertandingan yang lebih intensif dan kompetitif, New Policy ini diharapkan mampu menciptakan gelombang talenta baru.

“New Policy FIFA memperkuat kompetisi Piala Dunia U15, dan MLSC menjadi salah satu bagian dari strategi itu,” ujar Timo Scheunemann. “Format 9 lawan 9 membantu pemain membangun dasar sebelum beradaptasi dengan format pertandingan profesional.”