{"id":13883,"date":"2026-10-27T11:31:22","date_gmt":"2026-10-27T11:31:22","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13883"},"modified":"2026-10-27T11:31:29","modified_gmt":"2026-10-27T11:31:29","slug":"pengusaha-laporkan-influencer-ke-polisi-atas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13883","title":{"rendered":"Pengusaha laporkan &#8220;influencer&#8221; ke polisi atas penipuan Rp95 juta"},"content":{"rendered":"<h2>Pengusaha Ajukan Laporan Dugaan Penipuan Rp95 Juta ke Polres Metro Jakarta Barat<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Seorang pengusaha bernama Adhi Santoso alias Sony (39) membawa persoalan dugaan penipuan yang dialaminya ke Polres Metro Jakarta Barat. Ia melaporkan seorang influencer berinisial AA setelah dana operasional yang telah disalurkan secara bertahap disebut mencapai total Rp95 juta.<\/p>\n<p>Laporan atas dugaan penipuan dan penggelapan itu diajukan pada 23 Oktober 2026. Sony menyatakan uang tersebut diberikan setelah AA menawarkan bantuan untuk mempertemukannya dengan calon investor bagi usaha yang dijalankannya.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKerugian saya itu total mencapai 95 juta dan sudah saya laporkan ke Polres Jakbar,\u201d kata Sony di Jakarta, Selasa.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Janji Mendatangkan Investor<\/h3>\n<p>Rangkaian peristiwa itu bermula dari perkenalan Sony dan AA dalam sebuah acara tinju pada Juni 2026. Sony kala itu terlibat sebagai promotor. Setelah pertemuan tersebut, komunikasi keduanya sempat tidak berlanjut dalam beberapa waktu.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cYa, kebetulan saya itu promotor boxing. Itu bulan 6 Juni tahun ini. Nah, kenal dari situ, berlanjut lah,\u201d tutur Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>AA kemudian kembali menghubungi Sony. Pada awalnya, AA disebut meminta dukungan sponsor untuk keberangkatan kegiatan tinju ke Malaysia. Sony tidak memenuhi permintaan itu karena tengah mempersiapkan turnamen tinjunya sendiri dan berada di luar negeri.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDari boxing ini, dia minta sponsor ke saya. Saya enggak kasih. Kebetulan waktu itu saya lagi di luar negeri,\u201d ujar Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam komunikasi berikutnya melalui telepon, AA menawarkan bantuan lain. Influencer tersebut disebut mengaku dapat menghadirkan investor yang akan menanamkan modal antara Rp5 miliar sampai Rp10 miliar untuk usaha Sony. Tawaran inilah yang kemudian menjadi awal pengiriman sejumlah dana operasional.<\/p>\n<h3>Permintaan Dana Berulang<\/h3>\n<p>Sony menjelaskan bahwa AA meminta uang dengan alasan membiayai perjalanan ke Batam, termasuk tiket pesawat dan penginapan. Dana awal sebesar Rp15 juta ditransfer pada 23 September 2026 kepada adik AA. Uang itu disebut digunakan untuk keberangkatan AA bersama tiga orang ke Batam.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAwalnya saya memberikan uang sebesar Rp15 juta melalui transfer ke adik AA untuk pergi ke Batam bersama tiga orang pada 23 September 2026,\u201d kata Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>Setelah dana pertama dikirimkan, muncul permintaan tambahan senilai Rp15 juta pada tanggal yang sama. AA disebut menyampaikan alasan bahwa tiket penerbangan yang dibeli sebelumnya keliru. Sony lalu kembali mengirimkan uang ke rekening atas nama IR.<\/p>\n<p>Permintaan dana tidak berhenti pada dua transfer tersebut. Pada 25 September 2026, Sony kembali mengirim Rp15 juta ke rekening lain. Dalam penuturannya, pola permintaan tambahan terus berulang setelah uang sebelumnya disalurkan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMinta kasih uang lagi 15 juta. Setelah kita kasih 15 juta, minta lagi 15 juta,\u201d tutur Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sehari setelah transfer Rp25 juta dari komisaris perusahaan Sony yang berinisial H, AA kembali disebut meminta Rp15 juta. Dana itu dikirimkan ke rekening atas nama AR. Pada 6 Oktober 2026, Sony juga mentransfer Rp5 juta sebanyak dua kali pada hari yang sama.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSatu hari setelah menerima uang Rp25 juta, AA kembali meminta uang sebesar Rp15 juta dan ditransfer ke rekening AR lagi. Kemudian saya kembali transfer sebesar Rp5 juta dua kali di tanggal yang sama, yakni 6 Oktober 2026,\u201d ungkap Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>Akumulasi dana yang telah disalurkan Sony dan rekannya kepada sejumlah rekening yang diarahkan AA itu mencapai Rp95 juta. Dalam perkara seperti ini, catatan transfer, percakapan, identitas rekening penerima, serta kronologi komunikasi menjadi bagian penting untuk membantu memperjelas aliran dana dan rangkaian peristiwa yang dilaporkan.<\/p>\n<h3>Somasi Tidak Berujung Penyelesaian<\/h3>\n<p>Sony mengaku tidak serta-merta membuat laporan polisi setelah merasa dirugikan. Ia lebih dulu mencoba meminta AA menyelesaikan persoalan tersebut dan mengembalikan dana yang telah diterima. Namun, upaya itu disebut tidak menghasilkan kesepakatan.<\/p>\n<p>AA diketahui memiliki beberapa akun media sosial dengan jumlah pengikut mencapai ratusan ribu. Sony mengatakan status AA sebagai influencer tidak mengubah langkah yang diambilnya untuk menuntut penyelesaian atas dana yang telah dikirimkan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaya sudah hubungi dia, mau balikin apa enggak? Kalau enggak, saya mau somasi. Kata dia, \u2018Somasi saja.\u2019 Dan setelah saya somasi, saya langsung buat laporan polisi ke Polres Jakarta Barat,\u201d tegas Sony.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan laporan tersebut, Sony berharap dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Perkara ini juga menjadi pengingat bagi pelaku usaha agar berhati-hati ketika menerima penawaran pencarian investor, terutama bila terdapat permintaan dana operasional berulang yang dikirimkan ke beberapa rekening berbeda.<\/p>\n<p>Kesepakatan kerja sama bisnis pada dasarnya perlu diperjelas sejak awal, termasuk tujuan penggunaan dana, pihak yang menerima pembayaran, jadwal kegiatan, serta bukti tertulis atas setiap komitmen. Langkah-langkah tersebut dapat membantu para pihak memahami tanggung jawab masing-masing dan meminimalkan sengketa ketika rencana kerja sama tidak berjalan seperti yang dijanjikan.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Pengusaha laporkan influencer ke polisi atas<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Pengusaha laporkan influencer ke polisi atas?<\/summary>\n<p>Pengusaha laporkan influencer ke polisi atas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Pengusaha laporkan influencer ke polisi atas matter?<\/summary>\n<p>Pengusaha laporkan influencer ke polisi atas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pengusaha bernama Adhi Santoso alias Sony (39) membawa persoalan dugaan penipuan yang dialaminya ke Polres Metro Jakarta Barat. Ia melaporkan seorang<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":13882,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[197],"tags":[],"class_list":["post-13883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminalitas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13884,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883\/revisions\/13884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}