{"id":13375,"date":"2026-10-08T05:57:21","date_gmt":"2026-10-08T05:57:21","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13375"},"modified":"2026-10-08T05:57:25","modified_gmt":"2026-10-08T05:57:25","slug":"pemkot-medan-perbaiki-rumah-tak-layak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13375","title":{"rendered":"Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak huni akibat diterjang air pasang"},"content":{"rendered":"<h2>Medan Percepat Rehabilitasi Rumah Warga di Kawasan Belawan<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Pemerintah Kota Medan menempatkan perbaikan hunian warga yang rusak dan tidak layak sebagai salah satu perhatian penting melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu rumah yang menjadi prioritas berada di Kecamatan Medan Belawan, yakni kediaman Cica Herliwati yang mengalami kerusakan berat setelah terdampak air pasang laut sekitar 10 tahun silam.<\/p>\n<p>Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meninjau langsung kondisi rumah tersebut pada Kamis. Bangunan di Jalan Besar Bagan Besar, Lorong III, Kecamatan Medan Belawan, kini hanya menyisakan bagian dapur sebagai ruang yang masih dapat ditempati keluarga tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cRumah Cica ini menjadi salah satu prioritas penanganan lewat Program RTLH,\u201d kata Rico Tri Putra Waas.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kondisi itu menggambarkan pentingnya intervensi yang tidak sekadar berfokus pada perbaikan tampilan bangunan. Rumah yang aman dan layak dibutuhkan agar keluarga dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih baik, mulai dari beristirahat, menjaga kesehatan, hingga menyediakan ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar.<\/p>\n<h3>Keluarga Menempati Area Dapur<\/h3>\n<p>Dalam peninjauan tersebut, Rico menyampaikan bahwa keluarga Cica Herliwati selama ini tidur di area dapur. Situasi tersebut menjadi alasan Pemkot Medan memasukkan rumah itu ke dalam penerima manfaat program rehabilitasi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMereka tidur sekeluarga di bagian dapur. Ini menjadi atensi kita untuk dilakukan perbaikan,\u201d sebut dia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Air pasang laut dapat memberi dampak panjang bagi hunian warga, terutama bila kerusakan yang ditimbulkan tidak segera ditangani. Ketika bagian utama rumah tidak lagi dapat digunakan, keluarga berisiko kehilangan ruang tinggal yang memadai. Karena itu, rehabilitasi rumah diposisikan sebagai langkah untuk mengembalikan fungsi dasar tempat tinggal, bukan hanya renovasi biasa.<\/p>\n<p>Pemkot Medan saat ini terus mendorong pembenahan rumah-rumah yang membutuhkan perhatian khusus. Program RTLH dirancang untuk menyasar warga dengan kondisi tempat tinggal memprihatinkan serta membutuhkan perbaikan agar kembali lebih aman dan sehat untuk dihuni.<\/p>\n<h3>Target Menjangkau 213 Rumah<\/h3>\n<p>Program Rehabilitasi RTLH di Medan ditargetkan mencakup 213 rumah. Seluruh sasaran rehabilitasi tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada akhir 2026. Rumah Cica Herliwati menjadi salah satu dari penerima manfaat yang dianggap memiliki kebutuhan mendesak.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cRumah yang saya tinjau ini menjadi salah satu penerima manfaat Program Rehabilitasi RTLH, karena sangat membutuhkan,\u201d kata Rico.<\/p><\/blockquote>\n<p>Target tersebut menunjukkan bahwa penanganan hunian tidak layak menjadi bagian dari agenda perbaikan lingkungan permukiman di kota ini. Setiap rumah memiliki tingkat kerusakan dan kebutuhan pekerjaan yang berbeda, sehingga pelaksanaan rehabilitasi perlu memperhatikan kondisi bangunan secara langsung.<\/p>\n<p>Perbaikan hunian juga memiliki dampak yang dekat dengan kehidupan keluarga. Tempat tinggal yang lebih pantas dapat memberi rasa aman bagi penghuni, menyediakan ruang istirahat yang lebih layak, dan membantu menciptakan suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak. Bagi keluarga yang rumahnya terdampak kerusakan berat, pemulihan bangunan dapat menjadi langkah awal untuk menata kembali kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h3>Pendanaan Utama dari APBD Kota Medan<\/h3>\n<p>Anggaran rehabilitasi rumah tidak layak huni akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan. Besaran biaya untuk setiap rumah masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan serta perkembangan harga saat ini.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAnggaran rehabilitasi rumah tak layak huni bersumber murni dari APBD Kota Medan. Di luar program ini, terdapat kemungkinan dukungan dari sumber lain, termasuk bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR,\u201d kata Rico Waas.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kemungkinan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat memperluas ruang kolaborasi dalam upaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat. Namun, pendanaan utama program rehabilitasi tetap disiapkan melalui APBD Kota Medan.<\/p>\n<p>Pelaksanaan rehabilitasi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata penghuni rumah. Dalam kasus rumah Cica Herliwati, perhatian utama adalah memastikan keluarga tidak lagi harus menggunakan dapur sebagai satu-satunya area untuk tidur dan tinggal. Perbaikan diharapkan dapat memulihkan bagian-bagian penting rumah sehingga kembali memiliki fungsi yang layak bagi seluruh anggota keluarga.<\/p>\n<h3>Hunian Layak sebagai Kebutuhan Dasar<\/h3>\n<p>Program RTLH membawa tujuan yang lebih luas daripada memperbaiki struktur fisik bangunan. Pemkot Medan menekankan pentingnya memastikan warga memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan mendukung kualitas hidup keluarga. Lingkungan tempat tinggal yang memadai berkaitan langsung dengan kenyamanan penghuni dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Bagi anak-anak, rumah yang lebih baik dapat menghadirkan ruang yang lebih nyaman untuk belajar dan beristirahat. Bagi orang tua, kondisi hunian yang aman memberi ketenangan dalam menjaga keluarga. Karena itu, rehabilitasi rumah bagi warga yang membutuhkan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kesejahteraan di tingkat keluarga.<\/p>\n<p>Penanganan rumah di Medan Belawan menjadi contoh perhatian pemerintah kota terhadap warga yang masih tinggal dalam kondisi sangat terbatas akibat dampak air pasang. Dengan target rehabilitasi 213 rumah hingga akhir 2026, program ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi keluarga penerima dan membantu menghadirkan hunian yang lebih manusiawi di berbagai wilayah Kota Medan.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak?<\/summary>\n<p>Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak matter?<\/summary>\n<p>Pemkot Medan perbaiki rumah tak layak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Kota Medan menempatkan perbaikan hunian warga yang rusak dan tidak layak sebagai salah satu perhatian penting melalui Program Rehabilitasi Rumah<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13374,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-13375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13375"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13376,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13375\/revisions\/13376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}