{"id":13330,"date":"2026-10-06T06:32:21","date_gmt":"2026-10-06T06:32:21","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13330"},"modified":"2026-10-06T06:32:30","modified_gmt":"2026-10-06T06:32:30","slug":"menteri-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13330","title":{"rendered":"Menteri Investasi: Transisi energi buka peluang investasi baru RI"},"content":{"rendered":"<h2>Transisi Energi dan Ekonomi Digital Dorong Ruang Investasi Baru<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Perkembangan energi bersih dan ekonomi digital dinilai membuka ruang investasi yang semakin luas bagi Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melihat keterkaitan antara kebutuhan listrik, pembangunan infrastruktur digital, serta penguatan industri bernilai tambah sebagai peluang penting bagi pertumbuhan nasional.<\/p>\n<p>Pesan itu disampaikan Rosan saat membuka Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta pada Selasa. Ia menempatkan transisi energi bukan hanya sebagai agenda lingkungan, melainkan juga sebagai fondasi bagi investasi industri dan teknologi pada masa mendatang.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSalah satu peluang terpenting di hadapan kita adalah persinggungan antara transisi energi dan ekonomi digital,\u201d kata Rosan.<\/p><\/blockquote>\n<h3>AI Membutuhkan Infrastruktur Energi yang Kuat<\/h3>\n<p>Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa konsekuensi besar terhadap kebutuhan energi. Sistem komputasi, layanan awan, dan pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil dalam skala besar. Karena itu, pertumbuhan teknologi digital tidak dapat dipisahkan dari kesiapan jaringan listrik, lahan industri, konektivitas, dan pembiayaan infrastruktur.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMasa depan AI akan bergantung pada listrik, jaringan transmisi, lahan industri, konektivitas, dan investasi. Dengan kata lain, masa depan AI juga tentang infrastruktur,\u201d ujar dia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pusat data kini semakin dipandang sebagai infrastruktur strategis. Angka dari PT PLN (Persero) pada September 2026 memperlihatkan perusahaan telah melayani 159 pelanggan pusat data. Total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA), sementara penggunaan energi tercatat sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).<\/p>\n<p>Data tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan listrik dari sektor digital telah tumbuh menjadi perhatian penting dalam perencanaan investasi dan energi. Pasokan yang andal akan menentukan kemampuan pusat data untuk beroperasi, sementara pengembangan energi rendah emisi dapat menjadi daya tarik tambahan bagi investor yang memiliki target keberlanjutan.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki modal berupa skala ekonomi, pasar yang besar, serta letak geografis yang strategis di kawasan Asia. Kombinasi itu membuka potensi pengembangan infrastruktur digital, termasuk fasilitas pusat data dan jaringan pendukungnya. Namun, peluang tersebut juga menuntut kesiapan transmisi listrik, kawasan industri, sumber energi, serta konektivitas yang memadai.<\/p>\n<h3>Hilirisasi Diperkuat dengan Energi Bersih<\/h3>\n<p>Di sektor industri, pemerintah tengah mendorong ekosistem yang menyambungkan kegiatan pertambangan, pengolahan bahan baku, manufaktur, energi bersih, dan teknologi. Arah utamanya adalah meningkatkan nilai tambah sumber daya di dalam negeri sekaligus memperluas basis industrialisasi Indonesia.<\/p>\n<p>Energi menjadi unsur penting dalam proses itu, terutama untuk fasilitas pengolahan dan manufaktur yang membutuhkan pasokan besar. Rosan menyoroti peran tenaga surya, hidro, panas bumi, serta teknologi penyimpanan energi dalam mendukung investasi baru di sektor hilirisasi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPenggerak terbesar adalah energi di balik smelter surya, hidro, panas bumi, dan penyimpanan energi. Di situlah kami ingin gelombang modal berikutnya masuk,\u201d ucap Rosan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Realisasi investasi hilirisasi pada semester I 2026 tercatat Rp300,1 triliun. Nilai itu setara dengan 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional dan meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan kontribusi hilirisasi yang besar dalam agenda penanaman modal nasional.<\/p>\n<p>Secara total, realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilainya tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Capaian itu telah memenuhi 49,5 persen dari sasaran investasi 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, hilirisasi dipandang sebagai cara untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sumber daya yang tersedia. Proses tersebut tidak berhenti pada ekstraksi bahan mentah, tetapi mencakup pengolahan dan pengembangan produk bernilai tambah di dalam negeri. Dampak yang diharapkan meliputi penguatan rantai pasok, perluasan kegiatan manufaktur, dan penciptaan kesempatan kerja.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHilirisasi menjadi salah satu pilar utama dalam kita mendapatkan investasi. Kita melihat tren investasi hilirisasi ini akan terus meningkat karena kita bisa menangkap semua nilai tambah, dan yang paling penting bagaimana industrialisasi ini bisa terjadi di Indonesia dengan menjalankan asas-asas keberlanjutan,\u201d kata Rosan.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Program Surya dan Penggantian Pembangkit Diesel<\/h3>\n<p>Pengembangan energi bersih menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Pemerintah menetapkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu prioritas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memulai program itu pada Agustus 2026.<\/p>\n<p>Tahap pertamanya mencakup 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan kapasitas gabungan sekitar 5,3 GWp. Proyek-proyek ini menjadi langkah awal dalam pengembangan kapasitas surya dalam skala besar, sekaligus memperluas pilihan sumber listrik bagi kebutuhan industri dan masyarakat.<\/p>\n<p>Pemerintah juga berupaya menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel secara bertahap. Kapasitas pembangkit diesel yang menjadi sasaran transisi mencapai sekitar 13 GW, dengan pembangkit tenaga surya disebut sebagai salah satu pilihan penggantinya. Perubahan ini relevan untuk mempercepat peralihan menuju sistem energi yang lebih bersih.<\/p>\n<p>Rosan menekankan bahwa investasi berkelanjutan memiliki dua tujuan yang berjalan beriringan: memperkuat kemampuan ekonomi Indonesia dalam bersaing dan membuka pekerjaan yang berkualitas. Untuk mencapai skala transisi yang dibutuhkan, peran pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra internasional diperlukan secara bersama-sama.<\/p>\n<p>Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan target Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Dalam konteks itu, investasi energi bersih, penguatan jaringan listrik, dan pembangunan industri bernilai tambah menjadi elemen yang saling terhubung. Pertumbuhan digital yang pesat dapat menjadi sumber kebutuhan baru, sementara transisi energi memberi peluang agar kebutuhan tersebut dipenuhi melalui infrastruktur yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Menteri Investasi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Menteri Investasi?<\/summary>\n<p>Menteri Investasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Menteri Investasi matter?<\/summary>\n<p>Menteri Investasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan energi bersih dan ekonomi digital dinilai membuka ruang investasi yang semakin luas bagi Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala Badan<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":13329,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[148],"tags":[],"class_list":["post-13330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13331,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13330\/revisions\/13331"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}