{"id":13057,"date":"2026-09-27T19:34:09","date_gmt":"2026-09-27T19:34:09","guid":{"rendered":"https:\/\/urshort.live\/KNyYtYphE0r4\/?p=13057"},"modified":"2026-09-27T19:34:36","modified_gmt":"2026-09-27T19:34:36","slug":"the-weeknd-puaskan-penggemar-meski-akses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13057","title":{"rendered":"The Weeknd puaskan penggemar meski akses JIS disorot"},"content":{"rendered":"<h2>The Weeknd Tampil Memukau di JIS, Akses Penonton Masih Jadi Catatan<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Penampilan The Weeknd pada malam kedua rangkaian <i>After Hours Til Dawn Tour<\/i> di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu malam, meninggalkan kesan kuat bagi para penggemarnya. Pertunjukan berdurasi sekitar dua jam itu menghadirkan materi musik, panggung besar, permainan cahaya, serta visual sinematik yang membuat banyak penonton merasa perjalanan mereka ke Jakarta terbayar.<\/p>\n<p>Meski demikian, pengalaman konser tersebut tidak sepenuhnya lepas dari persoalan di luar panggung. Sejumlah pengunjung menyoroti padatnya arus kepulangan dan perlunya pilihan transportasi umum yang lebih terintegrasi menuju stadion berkapasitas sekitar 82.000 orang itu. Ada pula catatan mengenai layar raksasa panggung yang sempat padam saat pertunjukan berlangsung.<\/p>\n<h3>Penggemar dari Berbagai Kota Datang ke Jakarta<\/h3>\n<p>Antusiasme terhadap konser penyanyi Kanada bernama asli Abel Tesfaye itu terlihat dari kedatangan penggemar dari sejumlah daerah. Cinta, yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, memilih datang sendiri ke ibu kota dan menyaksikan The Weeknd selama dua malam berturut-turut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPerasaannya pasti senang dan puas banget, apalagi sudah jadi penggemar sejak bangku SMP. Konsernya dua jam tanpa jeda, benar-benar memuaskan,\u201d kata Cinta.<\/p><\/blockquote>\n<p>Bagi penggemar lama, kesempatan melihat musisi favorit tampil langsung sering kali memiliki arti lebih dari sekadar menyaksikan daftar lagu populer. Durasi konser tanpa jeda menjadi salah satu aspek yang membuat Cinta merasa puas, terutama setelah mengikuti perjalanan musik The Weeknd sejak masa sekolah.<\/p>\n<p>Malitha juga datang dari luar Jakarta. Bersama dua rekannya dari Yogyakarta, ia menikmati pertunjukan yang dirancang dengan kekuatan visual besar. Baginya, tata panggung dan pencahayaan bukan hanya pelengkap musik, melainkan bagian penting dari pengalaman konser secara utuh.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSebagai penggemar, kami sangat dimanjakan dengan tata cahaya, konsep panggung, visual, hingga penampil yang tampil habis-habisan sepanjang pertunjukan,\u201d ujar Malitha.<\/p><\/blockquote>\n<p>Malitha menyebut \u201cDie For You\u201d sebagai salah satu lagu yang paling ia nantikan. Lagu tersebut termasuk karya The Weeknd yang memiliki tempat tersendiri bagi para penggemarnya dan menjadi bagian dari momen yang diharapkan hadir dalam konser di Jakarta.<\/p>\n<h3>Panggung Skala Besar dan Lagu Favorit Penonton<\/h3>\n<p>Mahira, penonton asal Cakung, Jakarta Timur, turut menilai produksi panggung konser ini tampil dalam skala yang jarang ia temui pada pertunjukan musisi internasional di Indonesia. Ia mendapatkan tiket melalui perebutan tiket secara daring dan merasa pengalaman di dalam stadion sepadan dengan antusiasme yang menyertai proses tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKeren banget, konser lain sepertinya belum ada yang semegah ini,\u201d tutur Mahira.<\/p><\/blockquote>\n<p>Di antara sejumlah lagu yang dibawakan, \u201cMoth To A Flame\u201d dan \u201cLess Than Zero\u201d menjadi dua penampilan yang paling membekas bagi Mahira. Respons semacam ini memperlihatkan bahwa daya tarik konser tidak hanya bergantung pada nama besar artis, tetapi juga pada bagaimana lagu, atmosfer penonton, serta rancangan produksi bertemu dalam satu malam.<\/p>\n<p>Visual yang imersif dan pencahayaan yang sinematik membantu membangun suasana selama pertunjukan. Dalam konser stadion, elemen-elemen tersebut juga penting bagi penonton yang berada jauh dari panggung agar tetap dapat mengikuti momen utama selama penyanyi tampil. Karena itu, kendala pada perangkat visual menjadi hal yang cukup terasa ketika terjadi di tengah acara.<\/p>\n<h3>Transportasi dan Kenyamanan Kepulangan Perlu Diperhatikan<\/h3>\n<p>Di balik apresiasi terhadap musik dan produksi panggung, akses keluar dari kawasan JIS menjadi perhatian beberapa penonton. Mahira menyinggung kepadatan orang yang bergerak dari stadion menuju titik penjemputan transportasi setelah konser selesai. Situasi kepulangan merupakan bagian penting dari pengalaman acara, terutama setelah puluhan ribu pengunjung meninggalkan lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan.<\/p>\n<p>Malitha menyampaikan harapan agar penyelenggara dan pihak terkait dapat menyediakan keterhubungan transportasi umum yang lebih mudah dijangkau penonton. Kebutuhan itu terasa relevan mengingat JIS menjadi tempat acara berskala besar yang menarik pengunjung dari dalam maupun luar Jakarta.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti gangguan teknis pada layar besar panggung. Meski tidak menghapus kesan positif atas keseluruhan konser, masalah tersebut dinilai mengurangi kenyamanan menyaksikan pertunjukan bagi sebagian pengunjung.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cLayar panggung sempat mati tadi, sehingga sedikit mengurangi pengalaman menonton. Harapannya promotor bisa lebih siap dan belajar dari hari pertama, serta akses transportasi umum ke arena konser bisa lebih menjangkau penonton,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Catatan dari penonton menunjukkan bahwa keberhasilan konser stadion mencakup lebih dari penampilan artis di atas panggung. Kelancaran mobilitas menuju dan dari venue, petunjuk bagi penonton, serta kesiapan teknis ikut menentukan apakah sebuah pertunjukan dapat dikenang secara menyeluruh sebagai pengalaman yang nyaman.<\/p>\n<h3>Jakarta dalam Rangkaian Tur Asia<\/h3>\n<p>Konser The Weeknd di Jakarta digelar selama dua hari, pada 26 dan 27 September 2026, di JIS. Ibu kota Indonesia menjadi salah satu pemberhentian dalam rangkaian tur Asia <i>After Hours Til Dawn Tour<\/i>.<\/p>\n<p>Setelah Jakarta, perjalanan tur tersebut dijadwalkan berlanjut ke Singapura, Seoul, Bangkok, Hong Kong, dan Kuala Lumpur. Dua malam penampilan di Jakarta mempertemukan penggemar dari beragam kota dengan pertunjukan berskala besar, sekaligus menghadirkan evaluasi penting mengenai aksesibilitas venue bagi acara internasional di masa mendatang.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: The Weeknd puaskan penggemar meski akses<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is The Weeknd puaskan penggemar meski akses?<\/summary>\n<p>The Weeknd puaskan penggemar meski akses is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does The Weeknd puaskan penggemar meski akses matter?<\/summary>\n<p>The Weeknd puaskan penggemar meski akses matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penampilan The Weeknd pada malam kedua rangkaian After Hours Til Dawn Tour di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu malam, meninggalkan kesan kuat bagi<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13056,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[219],"tags":[],"class_list":["post-13057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13058,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13057\/revisions\/13058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}