{"id":13033,"date":"2026-09-27T02:55:32","date_gmt":"2026-09-27T02:55:32","guid":{"rendered":"https:\/\/urshort.live\/KNyYtYphE0r4\/?p=13033"},"modified":"2026-09-27T02:55:59","modified_gmt":"2026-09-27T02:55:59","slug":"oman-tegaskan-komitmen-jaga-navigasi-di-selat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13033","title":{"rendered":"Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat Hormuz"},"content":{"rendered":"<h2>Oman Dorong Jalur Politik demi Kelancaran Pelayaran di Selat Hormuz<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Oman menegaskan tekadnya untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang memiliki arti besar bagi perdagangan internasional dan pasokan energi. Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi saat berbicara dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Sabtu, 26 September.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Albusaidi juga menyerukan Iran dan Amerika Serikat agar mengatasi perselisihan mereka melalui kesepahaman politik yang berkelanjutan. Oman memandang jalur diplomasi sebagai cara penting untuk mengurangi ketegangan dan mencegah krisis regional berkembang lebih luas.<\/p>\n<h3>Selat Hormuz dan kepentingan kawasan<\/h3>\n<p>Selat Hormuz merupakan perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu lintasan maritim paling penting di dunia karena digunakan kapal-kapal dagang dan pengangkut energi menuju berbagai pasar internasional.<\/p>\n<p>Gangguan di kawasan tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap negara-negara di sekitarnya. Kelancaran pelayaran di Selat Hormuz juga berkaitan dengan pergerakan perdagangan global, kepastian pengiriman barang, kondisi pasar energi, serta kepercayaan terhadap sistem ekonomi internasional.<\/p>\n<p>Albusaidi menyampaikan bahwa konflik yang muncul setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menimbulkan ancaman bagi stabilitas kawasan. Dampaknya, kata dia, turut terasa pada aktivitas pelayaran dan perdagangan yang melewati rute penting tersebut.<\/p>\n<p>Ketidakamanan di jalur laut dapat meningkatkan kekhawatiran pelaku usaha dan negara-negara yang bergantung pada arus logistik laut. Situasi demikian berpotensi memengaruhi rasa aman dalam pengiriman komoditas, biaya transportasi, dan stabilitas harga energi.<\/p>\n<h3>Komitmen menjaga navigasi<\/h3>\n<p>Oman menyatakan akan tetap berupaya melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz dengan berpegang pada hukum internasional dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS. Penegasan ini mencerminkan posisi Muscat yang menempatkan keselamatan jalur laut sebagai kepentingan bersama.<\/p>\n<p>Negara di ujung tenggara Semenanjung Arab itu mengajak semua pihak untuk bekerja sama agar akses pelayaran di selat tersebut terus terbuka. Kerja sama dipandang perlu dilakukan dengan tetap menghormati kepentingan negara-negara yang memiliki ketergantungan terhadap jalur maritim itu.<\/p>\n<p>Posisi Oman memiliki arti khusus karena wilayahnya berada di dekat pintu keluar Selat Hormuz menuju Laut Arab. Karena itu, stabilitas perairan tersebut berkaitan langsung dengan keamanan kawasan Teluk serta hubungan ekonomi lintas negara.<\/p>\n<p>Upaya menjaga jalur laut tidak semata-mata menyangkut pengawalan kapal. Hal itu juga memerlukan komunikasi politik, penghormatan terhadap aturan internasional, serta langkah-langkah yang dapat mencegah salah perhitungan di tengah situasi keamanan yang sensitif.<\/p>\n<h3>Seruan untuk Teheran dan Washington<\/h3>\n<p>Selain menekankan aspek navigasi, Albusaidi mendesak Teheran dan Washington untuk menyelesaikan masalah yang masih tersisa melalui dialog. Ia menginginkan terciptanya pemahaman politik yang mampu menawarkan jalan keluar jangka panjang dari krisis.<\/p>\n<p>Seruan tersebut sejalan dengan pandangan bahwa penyelesaian permanen tidak cukup dicapai melalui tindakan sementara. Kesepakatan politik yang tahan lama dibutuhkan agar ketegangan tidak terus berulang dan dampaknya tidak meluas ke keamanan maritim, perdagangan, maupun hubungan antarnegeri di kawasan.<\/p>\n<p>Diplomasi menjadi unsur penting dalam upaya itu karena konflik di Timur Tengah sering kali memiliki konsekuensi lintas batas. Ketegangan antara negara-negara besar dan kekuatan regional dapat memengaruhi negara tetangga, rute perdagangan, serta stabilitas politik dalam waktu yang bersamaan.<\/p>\n<p>Oman selama ini dikenal menempatkan dialog sebagai salah satu instrumen utama dalam kebijakan luar negerinya. Dalam konteks Selat Hormuz, pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga kepentingan navigasi sekaligus memberi ruang bagi penyelesaian perbedaan secara politik.<\/p>\n<h3>Solidaritas bagi negara-negara tetangga<\/h3>\n<p>Dalam pidatonya, Albusaidi juga menyatakan solidaritas Oman kepada negara-negara tetangga atas langkah yang mereka tempuh guna melindungi keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah masing-masing. Pernyataan itu menegaskan pentingnya prinsip saling menghormati di tengah tekanan keamanan yang meningkat.<\/p>\n<p>Bagi Oman, keamanan kawasan tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. Ketika ketegangan meningkat, perlindungan terhadap integritas teritorial dan keselamatan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya meredakan konflik.<\/p>\n<p>Kerja sama regional dapat membantu membangun kepercayaan, terutama ketika jalur perdagangan dan wilayah perairan digunakan oleh banyak negara dengan kepentingan yang berbeda. Dalam kondisi seperti itu, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi risiko eskalasi.<\/p>\n<h3>Dukungan bagi penyelesaian politik di Yaman<\/h3>\n<p>Oman turut kembali menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian politik untuk Yaman. Penyelesaian tersebut, menurut sikap yang disampaikan Albusaidi, perlu menjaga persatuan, stabilitas, dan keutuhan wilayah negara itu.<\/p>\n<p>Ia menyerukan semua pihak yang berkepentingan untuk bergerak menuju kesepakatan yang melindungi kedaulatan Yaman. Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat menjaga hubungan Yaman dengan negara-negara tetangganya.<\/p>\n<p>Stabilitas Yaman memiliki kaitan dengan keamanan kawasan yang lebih luas, termasuk keselamatan rute laut di sekitarnya. Karena itu, dorongan terhadap solusi politik dipandang sebagai bagian dari usaha mengurangi sumber ketegangan regional secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Penekanan Oman pada Selat Hormuz, dialog Iran-Amerika Serikat, dan penyelesaian politik di Yaman menunjukkan bahwa keamanan maritim dan diplomasi regional saling berkaitan. Muscat menilai jalur laut yang terbuka, penghormatan terhadap hukum internasional, serta kesediaan berunding merupakan unsur penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat?<\/summary>\n<p>Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat matter?<\/summary>\n<p>Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oman menegaskan tekadnya untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang memiliki arti besar bagi perdagangan<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":13032,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[191],"tags":[],"class_list":["post-13033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13034,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13033\/revisions\/13034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}