{"id":13009,"date":"2026-09-26T12:05:31","date_gmt":"2026-09-26T12:05:31","guid":{"rendered":"https:\/\/urshort.live\/KNyYtYphE0r4\/?p=13009"},"modified":"2026-09-26T12:06:00","modified_gmt":"2026-09-26T12:06:00","slug":"bi-catat-transaksi-qris-antarnegara-tembus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=13009","title":{"rendered":"BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus Rp6,2 triliun"},"content":{"rendered":"<h2>Transaksi QRIS Antarnegara ke Indonesia Capai Rp6,2 Triliun<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Penggunaan QRIS lintas negara semakin menonjol di Indonesia seiring meningkatnya transaksi wisatawan asing yang berbelanja dan membayar secara digital. Hingga 2026, nilai pembayaran QRIS antarnegara yang masuk ke Indonesia atau inbound telah mencapai Rp6,2 triliun dari 17,8 juta transaksi.<\/p>\n<p>Angka tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan pembayaran dari pengunjung mancanegara jauh lebih besar dibandingkan pembayaran warga Indonesia ketika berada di negara mitra. Konektivitas ini telah digunakan oleh wisatawan dari Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok saat melakukan transaksi di Indonesia.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kalau kita lihat sekarang kita net inbound, artinya kita menerima banyak pembayaran dari turis-turis yang datang ke Indonesia. Lebih banyak dibandingkan orang Indonesia yang pergi ke enam negara tadi,&#8221; kata Fili dalam acara FEKDI x IFSE 2026, di Jakarta, Sabtu.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Pembayaran wisatawan asing lebih dominan<\/h3>\n<p>Di sisi lain, transaksi QRIS antarnegara dari Indonesia ke luar negeri atau outbound tercatat sebanyak 5 juta transaksi dengan nilai Rp1,85 triliun. Perbandingan ini membuat nilai inbound lebih dari tiga kali lipat daripada nilai outbound hingga 2026.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa sistem pembayaran digital Indonesia semakin mudah digunakan oleh wisatawan asing dari negara-negara yang telah terhubung. Bagi pelancong, kemampuan membayar dengan kode QR dari aplikasi pembayaran di negara asal dapat mengurangi kebutuhan membawa uang tunai atau menukar mata uang dalam jumlah besar untuk transaksi sehari-hari.<\/p>\n<p>Untuk pelaku usaha di Indonesia, terutama usaha yang berada di kawasan wisata, penerimaan QRIS dari pengguna asing dapat menjadi pilihan pembayaran tambahan. Transaksi tetap berlangsung dalam ekosistem digital yang telah terhubung, sementara wisatawan memperoleh pengalaman pembayaran yang lebih praktis saat membeli makanan, transportasi, produk lokal, atau layanan lainnya.<\/p>\n<h2>Konektivitas tidak berhenti pada kemudahan pembayaran<\/h2>\n<p>Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem pembayaran lintas negara yang dikerjakan bersama industri dan negara mitra. Sampai 2026, QRIS antarnegara telah memiliki koneksi pembayaran dengan enam negara.<\/p>\n<p>Perluasan jaringan juga terus disiapkan. Bank Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Hong Kong dan Timor-Leste sebagai langkah untuk memperluas cakupan konektivitas pembayaran. Tahap ini menunjukkan arah pengembangan QRIS yang tidak hanya berfokus pada pemakaian domestik, tetapi juga pada kemudahan transaksi antarwilayah.<\/p>\n<p>Integrasi pembayaran lintas negara memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar mengganti uang tunai dengan pemindaian kode QR. Keterhubungan sistem pembayaran dapat mendukung pergerakan orang, barang, dan aktivitas ekonomi di antara negara-negara yang terlibat. Saat wisatawan lebih mudah membayar, pelaku usaha lokal memiliki peluang lebih besar untuk melayani konsumen dari berbagai negara.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Pada akhirnya tujuan kita untuk membangun bukan hanya sekadar koneksi, tapi menciptakan nilai tambah dari koneksi tersebut,&#8221; ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem QRIS<\/h3>\n<p>Jangkauan QRIS di dalam negeri juga terus membesar. Hingga saat ini, sistem tersebut telah digunakan oleh 69,3 juta pengguna dan hampir 46 juta merchant. Sekitar 69 persen dari total merchant itu merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.<\/p>\n<p>Besarnya keterlibatan UMKM membuat pengembangan QRIS antarnegara relevan bagi ekonomi sehari-hari. Usaha kecil tidak selalu memiliki akses yang sama terhadap pasar internasional seperti perusahaan besar. Namun, ketika wisatawan asing dapat menggunakan metode pembayaran yang familier bagi mereka, merchant lokal berpotensi lebih mudah melayani pembeli dari luar negeri tanpa harus membangun sistem pembayaran sendiri yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Manfaatnya juga tidak terbatas pada wilayah yang menjadi tujuan wisata utama. Ekosistem pembayaran digital yang makin luas dapat membantu berbagai jenis usaha menerima transaksi secara lebih efisien, selama merchant dan pengguna berada dalam jaringan yang telah terkoneksi. Kehadiran opsi pembayaran yang lebih beragam juga dapat mendukung pengalaman belanja yang lebih sederhana bagi pelanggan.<\/p>\n<p>Pengembangan ini tetap membutuhkan kesinambungan agar dampaknya tidak berhenti sebagai inovasi teknologi. Konektivitas pembayaran perlu menghasilkan manfaat nyata bagi perdagangan, pariwisata, inklusi keuangan, dan partisipasi ekonomi masyarakat. Dengan basis puluhan juta pengguna serta jutaan merchant, QRIS memiliki posisi penting dalam mendukung agenda tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Konektivitas pembayaran harus kita lihat sebagai bagian dari economic connectivity dan antarnegara tadi sangat mendukung baik perdagangan, pariwisata dan juga membuka akses bagi UMKM,&#8221; kata Fili.<\/p><\/blockquote>\n<p>Nilai transaksi inbound yang telah mencapai Rp6,2 triliun menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan pembayaran digital lintas negara semakin nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan perluasan koneksi tersebut terus memberi kemudahan bagi pengguna, memperluas kesempatan merchant lokal, dan menciptakan nilai ekonomi yang dapat dirasakan lebih luas.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus?<\/summary>\n<p>BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus matter?<\/summary>\n<p>BI catat transaksi QRIS antarnegara tembus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan QRIS lintas negara semakin menonjol di Indonesia seiring meningkatnya transaksi wisatawan asing yang berbelanja dan membayar secara digital. Hingga<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":13008,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[220],"tags":[],"class_list":["post-13009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-finansial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13009"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13010,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13009\/revisions\/13010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}