{"id":12961,"date":"2026-09-20T08:45:41","date_gmt":"2026-09-20T08:45:41","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12961"},"modified":"2026-09-20T08:46:09","modified_gmt":"2026-09-20T08:46:09","slug":"kemenpar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12961","title":{"rendered":"Kemenpar: Festival Adat Erau perkuat daya tarik wisata daerah"},"content":{"rendered":"<h2>Festival Erau Menguatkan Pesona Budaya Kutai Kartanegara<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Festival Adat Erau di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menempatkan budaya sebagai pusat pengalaman wisata daerah. Perhelatan ini tidak hanya menghadirkan agenda seremonial, melainkan juga membuka ruang bagi masyarakat dan pengunjung untuk menyaksikan keberlanjutan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.<\/p>\n<p>Pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 ditandai prosesi sakral pendirian Tiang Ayu, yang juga dikenal sebagai Pinang Ayu, di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman di Tenggarong. Tiang berhias tersebut menjadi lambang kesejahteraan, kesuburan, serta penanda bahwa pesta adat resmi dimulai.<\/p>\n<p>Prosesi itu dipimpin oleh pemangku adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kehadirannya memperlihatkan bahwa Erau memiliki kedudukan lebih luas daripada acara hiburan tahunan: festival ini bertumpu pada tata adat, simbol, dan penghormatan terhadap warisan yang diwariskan lintas generasi.<\/p>\n<h3>Budaya sebagai alasan wisatawan datang<\/h3>\n<p>Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, memandang Festival Adat Erau sebagai bagian penting dari penguatan pariwisata berbasis kekayaan budaya. Tradisi lokal dinilai dapat menjadi pembeda yang membuat suatu daerah memiliki karakter kuat di mata wisatawan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cFestival Adat Erau juga menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata,\u201d ujar Dwi Marhen Yono.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia menekankan bahwa alasan orang berkunjung ke Indonesia tidak terbatas pada pantai, lanskap alam, atau destinasi rekreasi. Nilai budaya, adat, dan pengalaman yang khas juga menjadi daya pikat penting ketika wisatawan menentukan tujuan perjalanan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMengapa banyak orang memilih datang ke Indonesia, bukan ke Malaysia, Vietnam, atau negara lain. Tentu bukan semata karena keindahan pantai atau alam, namun lebih pada alasan budaya,\u201d kata Dwi Marhen.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pandangan tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga unsur tak benda dalam pembangunan pariwisata. Upacara adat, pengetahuan tradisional, tata cara penyelenggaraan ritual, hingga nilai kebersamaan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari pengalaman pengunjung yang datang ke Tenggarong selama Erau berlangsung.<\/p>\n<p>Kementerian Pariwisata mengajak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, serta para pelaku budaya untuk terus merawat kekayaan adat yang dimiliki. Pelestarian tersebut dinilai relevan bukan hanya untuk mempertahankan identitas daerah, tetapi juga untuk menjaga daya tarik pariwisata dalam jangka panjang.<\/p>\n<h3>Agenda hingga akhir September<\/h3>\n<p>Setelah pendirian Tiang Ayu, rangkaian Festival Erau dilanjutkan dengan acara pembukaan di Stadion Rondong Demang. Pengunjung juga dapat mengikuti expo dan bazar UMKM, yang menjadi bagian dari aktivitas festival dan memberi ruang bagi produk masyarakat untuk hadir di tengah keramaian perayaan budaya.<\/p>\n<p>Pada malam pembukaan, agenda mencakup Beluluh Sultan dan Bepelas. Rangkaian Festival Erau dijadwalkan berlangsung hingga 27 September. Penutupannya akan dilakukan melalui prosesi merebahkan Pinang Ayu pada 28 September, bersamaan dengan peringatan hari jadi Kota Tenggarong.<\/p>\n<p>Susunan acara dari pembukaan hingga penutupan memperlihatkan hubungan erat antara ritual adat, ruang publik, aktivitas ekonomi masyarakat, dan perayaan kota. Bagi pengunjung, festival semacam ini memberi kesempatan untuk memahami bahwa tradisi tidak hadir sebagai pajangan, melainkan tetap dijalankan dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.<\/p>\n<h3>Warisan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini<\/h3>\n<p>Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan sambutan kepada para tamu dan wisatawan yang hadir dalam pesta adat bertema \u201cRaja Menjamu Rakyatnya\u201d. Tema tersebut mencerminkan semangat keterbukaan perayaan, ketika masyarakat dan pengunjung sama-sama menjadi bagian dari suasana Erau di Tenggarong.<\/p>\n<p>Bagi pemerintah daerah, Erau bukan hanya agenda yang datang setiap tahun. Perayaan ini diposisikan sebagai peninggalan leluhur yang membentuk jati diri daerah sekaligus menghubungkan perjalanan peradaban dari masa ke masa.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDi dalam Adat Erau tersimpan penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,\u201d ujar Aulia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Nilai tersebut menjadikan Festival Erau memiliki arti yang melampaui keramaian acara. Pelestarian adat memberi generasi muda kesempatan untuk mengenali akar budayanya, sementara bagi wisatawan, festival ini menghadirkan pengalaman yang bertumpu pada cerita, simbol, dan kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara.<\/p>\n<p>Dengan perpaduan prosesi sakral, kegiatan publik, bazar UMKM, dan peringatan hari jadi Kota Tenggarong, Erau memperlihatkan bagaimana budaya dapat tetap hidup di tengah perkembangan pariwisata. Daya tarik utamanya terletak pada keaslian tradisi serta keterlibatan masyarakat yang menjaganya, sehingga festival ini menjadi salah satu pintu untuk mengenal kekayaan budaya Kalimantan Timur.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Kemenpar<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Kemenpar?<\/summary>\n<p>Kemenpar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Kemenpar matter?<\/summary>\n<p>Kemenpar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Festival Adat Erau di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menempatkan budaya sebagai pusat pengalaman wisata daerah. Perhelatan<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":12960,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[148],"tags":[],"class_list":["post-12961","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12961"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12962,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12961\/revisions\/12962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}