{"id":12913,"date":"2026-09-19T06:07:59","date_gmt":"2026-09-19T06:07:59","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12913"},"modified":"2026-09-19T06:08:26","modified_gmt":"2026-09-19T06:08:26","slug":"pembayaran-utang-whoosh-jadi-bagian-bahasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12913","title":{"rendered":"Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan Luhut temui pejabat China"},"content":{"rendered":"<h2>Pembahasan utang Whoosh mengemuka dalam pertemuan Luhut dan pejabat China<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Mekanisme penyelesaian kewajiban pembiayaan Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung atau Whoosh turut dibicarakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam rangkaian kunjungannya ke China pada 15\u201318 September. Isu tersebut disampaikan saat ia bertemu Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC), Zheng Shanjie, di Beijing pada Jumat (18\/9).<\/p>\n<p>Pembicaraan ini menempatkan proyek kereta cepat bukan hanya sebagai layanan transportasi antarkota, melainkan juga sebagai agenda pembiayaan dan tata kelola yang memerlukan koordinasi pemerintah Indonesia, konsorsium BUMN, serta mitra China. Whoosh selama ini menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu perjalanan yang jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat biasa.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaat bertemu dengan ketua Zheng Shanjie dari NDRC yang adalah teman lama, saya juga singgung mengenai kereta api cepat dan juga mengenai masalah utang Whoosh itu,\u201d kata Luhut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Selama berada di China, Luhut menghadiri sejumlah agenda lain, termasuk China Economic and Social Forum 2026 di Hangzhou, Zhejiang. Ia juga bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekretaris Jenderal Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, serta memberikan kuliah umum di Universitas Tsinghua.<\/p>\n<h3>Persiapan mekanisme pembayaran<\/h3>\n<p>Luhut menyatakan proses di dalam negeri untuk menyiapkan pembayaran utang Whoosh telah bergerak menuju tahap pelaksanaan. Ia menilai adanya lampu hijau dari Presiden membuat tugas berikutnya berfokus pada eksekusi dan penyampaian mekanisme tersebut kepada pihak China.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKarena Presiden sudah kasih \u2018green light\u2019 tinggal eksekusinya saja, dari Dewan Ekonomi Nasional bantu supaya cepat (disampaikan ke China) karena perkawanan (dengan pejabat China) jadi kelihatannya akan berjalan lancar,\u201d ujar Luhut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia juga menyebut pihak China tidak menunjukkan keberatan terhadap mekanisme pembayaran yang dibahas. Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa komunikasi mengenai restrukturisasi dan pengaturan kewajiban proyek tetap berlangsung di antara para pihak terkait.<\/p>\n<p>Pembahasan pembayaran utang menjadi penting karena proyek Whoosh dijalankan melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan yang kepemilikannya melibatkan konsorsium Indonesia dan China. Rencana pemerintah adalah mengambil alih 60 persen saham KCIC yang kini dikuasai konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sisa 40 persen saham akan tetap berada di tangan konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.<\/p>\n<p>Di Kementerian Keuangan, proses uji tuntas dan penilaian nilai saham PSBI yang direncanakan untuk dialihkan masih berjalan. Tahap ini diperlukan untuk menilai aspek kepemilikan serta nilai transaksi sebelum perubahan pengelolaan dilaksanakan.<\/p>\n<h3>Skema restrukturisasi dan peran Kementerian Keuangan<\/h3>\n<p>Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa restrukturisasi utang proyek KCJB dapat menggunakan pola angsuran sekitar Rp1 triliun setiap tahun. Tenor yang dibahas dapat mencapai 80 tahun.<\/p>\n<p>Dengan jangka pembayaran yang panjang, beban tahunan dinilai lebih ringan dibandingkan perkiraan sebelumnya dan masih dapat ditangani Kementerian Keuangan. Namun, pelaksanaan skema tersebut tetap berkaitan dengan hasil evaluasi pemerintah atas saham PSBI, struktur pengelolaan KCIC, serta penyelesaian administrasi yang diperlukan.<\/p>\n<p>Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani juga memastikan rencana pengambilalihan pengelolaan KCIC oleh Kementerian Keuangan tetap berlanjut. Kelanjutan proses itu tidak berubah meskipun terjadi pergantian jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.<\/p>\n<p>Bagi publik, pembahasan ini menunjukkan bahwa layanan Whoosh dan penyelesaian aspek pembiayaannya berjalan dalam dua jalur yang saling berkaitan. Di satu sisi, kereta cepat tetap melayani mobilitas penumpang Jakarta\u2013Bandung. Di sisi lain, pemerintah menyiapkan struktur pengelolaan dan pembayaran kewajiban jangka panjang proyek tersebut.<\/p>\n<h3>Keberlanjutan hingga Surabaya<\/h3>\n<p>Dalam pertemuan dengan Zheng Shanjie, Luhut turut menyinggung dampak kehadiran Whoosh terhadap pola perjalanan masyarakat. Ia menggambarkan kemungkinan tinggal di Jakarta dan tetap dapat makan siang di Bandung karena perjalanan pulang-pergi menjadi lebih praktis.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cTidak ada masalah, dan kalau kita lihat Whoosh sudah mengubah pola hidup kita karena bisa rumah di Jakarta, makan siang sudah di Bandung, bisa bolak-balik, dan bahkan banyak juga yang sudah minta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya singgung juga,\u201d papar Luhut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Gagasan keberlanjutan jalur menuju Surabaya juga masuk dalam percakapan, meski keputusan dan pelaksanaan proyek lanjutan memerlukan penanganan lintas kementerian. Luhut menyampaikan Presiden Prabowo perlu menetapkan menteri koordinator yang akan mengawal agenda tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cEntah AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), atau siapa, nanti akan, melaksanakan, harus keberlanjutan begitu,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pembicaraan mengenai perluasan jaringan kereta cepat masih berada dalam konteks keberlanjutan proyek. Sebelum memasuki pelaksanaan, agenda itu akan membutuhkan penetapan koordinasi, kesiapan kebijakan, dan kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas pengawalan program.<\/p>\n<p>Untuk saat ini, fokus utama tetap mencakup penyelesaian mekanisme pembayaran utang Whoosh, proses pengalihan pengelolaan KCIC ke Kementerian Keuangan, serta kelanjutan koordinasi dengan pihak China. Langkah-langkah tersebut akan menentukan kerangka pengelolaan proyek kereta cepat dalam jangka panjang.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan?<\/summary>\n<p>Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan matter?<\/summary>\n<p>Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mekanisme penyelesaian kewajiban pembiayaan Kereta Cepat Jakarta\u2013Bandung atau Whoosh turut dibicarakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":12912,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[191],"tags":[],"class_list":["post-12913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12914,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12913\/revisions\/12914"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}