{"id":12892,"date":"2026-09-18T18:57:38","date_gmt":"2026-09-18T18:57:38","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12892"},"modified":"2026-09-18T18:58:05","modified_gmt":"2026-09-18T18:58:05","slug":"hut-ke-28-pan-terima-dua-pantun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12892","title":{"rendered":"HUT ke-28, PAN terima dua pantun dari Presiden Prabowo"},"content":{"rendered":"<h2>Prabowo Tutup Pidato HUT ke-28 PAN dengan Dua Pantun<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya dalam puncak perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional dengan membacakan dua pantun di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat malam (18\/9). Kehadiran pantun tersebut memberi suasana ringan pada penghujung pidato di hadapan kader dan jajaran pimpinan PAN.<\/p>\n<p>Sebelum melantunkan pantun, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya juga ingin ikut merespons tradisi pantun yang muncul dalam acara tersebut. Ucapan itu disambut oleh peserta yang memenuhi lokasi peringatan hari jadi partai.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaudara-saudara sekalian, saya enggak mau kalah. Kalian punya pantun, saya juga punya pantun,\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Pantun pertama Presiden berisi pesan tentang perjalanan PAN yang telah memasuki usia 28 tahun, serta harapan agar partai itu tetap menjalankan amanah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dalam pantun tersebut, Prabowo juga menyebut nama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMatahari terbit cahayanya terang, burung bernyanyi di atas dahan, bersama Zulhas, PAN terus berjuang, 28 tahun jaga amanah dan harapan.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia kemudian melanjutkan dengan pantun kedua. Isinya menggarisbawahi apresiasi terhadap PAN dan kepemimpinan Zulhas, sekaligus menyinggung pentingnya gerak cepat untuk membantu rakyat serta mendorong kemajuan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPergi ke Lampung membeli mangga, singgah sebentar bertemu kawan, partai PAN hebat Zulhas ketua umumnya, gerak cepat bantu rakyat untuk kemajuan.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Dua pantun itu menjadi bagian terakhir dari pidato Prabowo pada acara peringatan HUT ke-28 PAN. Penutup yang bernuansa santai tersebut hadir setelah Presiden menyampaikan sejumlah pesan politik dan pemerintahan kepada para undangan.<\/p>\n<h3>Kedekatan dengan PAN dan agenda kesejahteraan<\/h3>\n<p>Dalam sambutannya, Prabowo menuturkan kedekatannya dengan PAN. Ia menggambarkan Partai Amanat Nasional sebagai sahabat, sebuah penyebutan yang menempatkan relasi politik kedua pihak dalam suasana kerja sama dan kebersamaan.<\/p>\n<p>Selain berbicara mengenai hubungan dengan PAN, Presiden kembali menekankan arah program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat. Penegasan tersebut menjadi konteks penting dalam forum yang juga dihadiri tokoh-tokoh politik dan pejabat pemerintahan.<\/p>\n<p>Peringatan ulang tahun partai bukan hanya menjadi ruang seremonial bagi kader internal. Acara seperti ini juga mempertemukan pimpinan partai politik, anggota kabinet, dan pejabat negara dalam satu panggung. Karena itu, pidato Presiden memadukan suasana perayaan dengan penyampaian pandangan mengenai kerja politik dan tujuan pembangunan.<\/p>\n<p>Pesan tentang kesejahteraan rakyat merupakan tema yang relevan bagi partai politik maupun pemerintah. Dalam praktiknya, arah tersebut menuntut program yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui kebijakan yang mendorong kemajuan dan dukungan kepada berbagai lapisan warga.<\/p>\n<h3>Gurauan soal acara dan pesan \u201cMargo Ono\u201d<\/h3>\n<p>Prabowo juga sempat melontarkan kelakar mengenai kemeriahan acara ulang tahun PAN. Ia menyebut penyelenggaraan perayaan itu berlangsung meriah, tetapi disertai candaan bahwa panitia harus berutang untuk menggelarnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Presiden menyampaikan ungkapan \u201cMargo Ono\u201d. Dalam bahasa Jawa, frasa itu dimaknai sebagai \u201cada jalan\u201d. Ucapan tersebut disampaikan sebagai pesan optimistis dalam suasana santai di atas panggung.<\/p>\n<p>Nama \u201cMargo Ono\u201d memiliki kaitan personal bagi Prabowo. Ungkapan itu merupakan nama kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Penyebutan tersebut menambah konteks tersendiri pada gurauan yang disampaikan Presiden di hadapan peserta acara.<\/p>\n<p>Penggunaan pantun dan candaan dalam pidato politik kerap membuat penyampaian pesan terasa lebih dekat dengan audiens. Di acara PAN, unsur tersebut tidak menggantikan isi utama pidato mengenai hubungan politik dan program pemerintahan, tetapi menjadi cara untuk mengakhiri sambutan dengan suasana akrab.<\/p>\n<h3>Sejumlah tokoh hadir di JICC<\/h3>\n<p>Prabowo menghadiri puncak HUT ke-28 PAN didampingi Wakil Ketua Umum DPP PAN Prasetyo Hadi dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono. Kehadiran keduanya melengkapi jajaran tokoh yang datang dalam peringatan tersebut.<\/p>\n<p>Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menghadiri kegiatan itu. Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.<\/p>\n<p>Deretan pejabat lain yang datang mencakup Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu\u2019ti, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Bahlil juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.<\/p>\n<p>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga berada dalam acara tersebut. Kehadiran tokoh lintas jabatan dan lintas partai menunjukkan bahwa peringatan hari jadi PAN berlangsung dengan partisipasi luas dari lingkungan pemerintahan dan politik nasional.<\/p>\n<p>Bagi PAN, usia 28 tahun menjadi penanda perjalanan organisasi dalam dinamika demokrasi Indonesia. Bagi para tamu yang hadir, acara itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan dukungan, mempererat komunikasi, dan menegaskan perhatian pada agenda yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.<\/p>\n<p>Pidato Prabowo pada malam perayaan itu ditutup secara sederhana namun mudah diingat: dua pantun yang memuat penghargaan terhadap PAN, pujian kepada Zulhas, serta ajakan agar perjuangan dan kerja untuk rakyat terus berjalan.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: HUT ke 28 PAN terima dua pantun<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is HUT ke 28 PAN terima dua pantun?<\/summary>\n<p>HUT ke 28 PAN terima dua pantun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does HUT ke 28 PAN terima dua pantun matter?<\/summary>\n<p>HUT ke 28 PAN terima dua pantun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya dalam puncak perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional dengan membacakan dua pantun di Jakarta<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12891,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[192],"tags":[],"class_list":["post-12892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12893,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12892\/revisions\/12893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}