{"id":12716,"date":"2026-09-14T02:52:24","date_gmt":"2026-09-14T02:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12716"},"modified":"2026-09-14T02:52:48","modified_gmt":"2026-09-14T02:52:48","slug":"filipina-tegaskan-prioritas-asean-dalam-ktt-brics","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12716","title":{"rendered":"Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS di New Delhi"},"content":{"rendered":"<h2>Filipina Dorong Sentralitas ASEAN dalam Forum BRICS di New Delhi<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. membawa agenda persatuan ASEAN, keberlanjutan dialog, serta penghormatan terhadap hukum internasional ke Sesi Terbuka KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13\/9). Dalam forum itu, ia tampil mewakili ASEAN saat Filipina menjalankan keketuaan organisasi kawasan tersebut pada 2026.<\/p>\n<p>Pesan utama yang disampaikan Marcos menempatkan ASEAN sebagai kawasan yang terbuka, inklusif, dan tetap aktif menjalin hubungan dengan dunia luar. Dengan 11 negara anggota dan populasi yang mendekati 700 juta jiwa, ASEAN menghadapi tekanan geopolitik maupun ketidakpastian ekonomi yang menuntut kerja sama lebih erat di antara anggotanya.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami menegaskan kembali bahwa stabilitas kawasan, bahkan stabilitas global, bergantung pada kesetiaan kita terhadap sentralitas ASEAN, dialog berkelanjutan, dan kepatuhan yang teguh terhadap tatanan berbasis aturan yang berlandaskan hukum internasional,\u201d kata Marcos.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Tiga pilar prioritas keketuaan Filipina<\/h3>\n<p>Berbicara di Bharat Mandapam Convention Center, Marcos menguraikan tiga fokus utama ASEAN di bawah keketuaan Filipina: perdamaian dan keamanan, koridor kemakmuran, serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan kawasan yang saling berkaitan, mulai dari keamanan laut hingga akses terhadap peluang ekonomi digital.<\/p>\n<p>Pada bidang perdamaian dan keamanan, ASEAN terus memperluas kerja sama maritim, meningkatkan kesiapan menghadapi bencana, dan memperkuat keamanan iklim. Arah ini menunjukkan bahwa tantangan kawasan tidak hanya datang dari dinamika politik antarnegara, tetapi juga dari bencana alam, perubahan iklim, dan gangguan terhadap aktivitas ekonomi lintas batas.<\/p>\n<p>Ketahanan terhadap guncangan geopolitik dan ekonomi menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Bagi ASEAN, stabilitas kawasan tidak semata-mata bergantung pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga kemampuan negara-negara anggotanya menjaga jalur perdagangan, pasokan energi, pangan, dan konektivitas regional saat terjadi tekanan eksternal.<\/p>\n<h3>Rantai pasok, energi, dan pangan menjadi perhatian<\/h3>\n<p>Dalam agenda kerja sama ekonomi, Filipina mendorong ASEAN memperkuat rantai pasok dan memperbesar daya tahan sektor energi serta pangan. Sejumlah instrumen regional disebut sebagai bagian dari upaya itu, termasuk ASEAN Common Shared Power Grid, ASEAN Petroleum Security Agreement, dan mekanisme cadangan beras di tingkat kawasan.<\/p>\n<p>Jaringan listrik bersama ASEAN dipandang relevan bagi upaya memperluas konektivitas energi antarnegara. Sementara itu, Kesepakatan Keamanan Minyak Bumi ASEAN dan cadangan beras regional mencerminkan kebutuhan untuk menjaga akses terhadap komoditas penting ketika pasar global mengalami gangguan atau ketidakpastian.<\/p>\n<p>Filipina juga menempatkan Digital Economy Framework Agreement sebagai salah satu agenda penting selama masa keketuaannya. Kesepakatan kerangka ekonomi digital itu diarahkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital di kawasan, bersamaan dengan promosi penggunaan kecerdasan artifisial yang aman dan beretika.<\/p>\n<p>Perhatian khusus diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah serta bisnis yang digerakkan perempuan. Pendekatan ini menekankan bahwa transformasi teknologi seharusnya tidak hanya memberi manfaat bagi perusahaan besar, tetapi juga memperluas peluang bagi pelaku usaha yang menjadi bagian penting dari ekonomi sehari-hari di negara-negara ASEAN.<\/p>\n<h3>Transisi hijau dan masyarakat yang tangguh<\/h3>\n<p>Selain digitalisasi, ASEAN tengah mengembangkan skema investasi hijau dan rencana bersama bagi pertanian yang lebih siap menghadapi perubahan iklim. Langkah tersebut ditujukan untuk menopang ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan jangka panjang. Pertanian, energi, dan perlindungan lingkungan menjadi isu yang semakin sulit dipisahkan dalam perencanaan ekonomi kawasan.<\/p>\n<p>Marcos juga menyoroti pentingnya investasi bagi generasi muda, peningkatan literasi digital, penguatan keluarga, dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pembangunan kawasan tidak hanya diukur dari perdagangan atau investasi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKekuatan ASEAN yang terus bertahan terletak pada konsensus, membangun jembatan, dan keterlibatan konstruktif di berbagai kawasan,\u201d kata Marcos.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pernyataan itu mencerminkan prinsip kerja ASEAN yang mengutamakan musyawarah dan keterlibatan dengan berbagai pihak. Bagi Filipina, sentralitas ASEAN tetap menjadi landasan agar negara-negara Asia Tenggara dapat menyuarakan kepentingan kawasan secara bersama-sama di tengah perubahan tatanan global.<\/p>\n<h3>Filipina hadir sebagai negara undangan khusus<\/h3>\n<p>Filipina menghadiri KTT BRICS sebagai Outreach Country atau negara dengan undangan khusus. Status tersebut memungkinkan Marcos menyampaikan pandangan ASEAN di hadapan anggota inti dan negara mitra kelompok tersebut.<\/p>\n<p>BRICS mula-mula dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan kemudian Afrika Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok itu memperluas keanggotaannya dan kini mencakup empat negara anggota ASEAN. Filipina menyatakan akan terus mencermati perkembangan BRICS, sambil membuka ruang keterlibatan yang konstruktif apabila diperlukan.<\/p>\n<p>Di akhir penyampaiannya, Marcos menyampaikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan India atas keberhasilan memimpin keketuaan BRICS tahun ini. Kehadiran Filipina di New Delhi menegaskan upaya membawa prioritas ASEAN ke forum yang lebih luas, sambil tetap berpegang pada kerja sama regional, dialog, dan aturan internasional.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS?<\/summary>\n<p>Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS matter?<\/summary>\n<p>Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. membawa agenda persatuan ASEAN, keberlanjutan dialog, serta penghormatan terhadap hukum internasional ke Sesi<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":12715,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[191],"tags":[],"class_list":["post-12716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12716"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12717,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12716\/revisions\/12717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}