{"id":12227,"date":"2026-09-02T13:38:20","date_gmt":"2026-09-02T13:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12227"},"modified":"2026-09-02T13:38:41","modified_gmt":"2026-09-02T13:38:41","slug":"antara-gaungkan-inovasi-pangan-nasional-lewat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/?p=12227","title":{"rendered":"ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat &#8220;Ragi Nusantara&#8221;"},"content":{"rendered":"<h2>Tempe dan Ragi Nusantara: Ketika Sepotong Kedelai Menjadi Benteng Ketahanan Pangan<\/h2>\n<p>Menggalangkebaikan.com &ndash; Di balik aroma fermentasi yang akrab di meja makan jutaan keluarga Indonesia, tersimpan potensi strategis yang selama ini kurang mendapat sorotan memadai. Tempe, produk olahan kedelai yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara selama berabad-abad, kini menjadi titik tolak sebuah wacana besar tentang masa depan ketahanan pangan nasional. Talkshow bertajuk &#8220;Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan&#8221; yang digelar di ANTARA Heritage Center, Jakarta, pada Rabu, membuka ruang dialog lintas sektor mengenai bagaimana inovasi sederhana di laboratorium dapat bertransformasi menjadi instrumen kebijakan pangan berskala nasional.<\/p>\n<h3>Peran Media dalam Menggerakkan Perubahan Pangan<\/h3>\n<p>Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya memandang ketahanan pangan bukan sekadar variabel ekonomi atau persoalan teknis pertanian. Dalam pandangannya, isu ini menempati posisi strategis yang menuntut pengawalan berkelanjutan melalui arus informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerahkan publik.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Bagi kami, bagi ANTARA sendiri, ketahanan pangan bukan sekedar isu ekonomi atau pertanian. Ketahanan pangan adalah isu strategis bangsa yang perlu terus dikawal melalui informasi yang akurat, berimbang dan mencerahkan.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Penjelasan Benny menggarisbawahi satu prinsip utama: pengetahuan tentang riset pangan, kemajuan teknologi pengolahan, pengembangan bahan pangan lokal, serta keberhasilan petani dan pelaku UMKM tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik yang terkunci di perpustakaan. Informasi tersebut harus bertransformasi menjadi pengetahuan publik yang mampu memicu perubahan perilaku, mendorong adopsi teknologi, dan memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>Lebih jauh, ANTARA memposisikan dirinya sebagai bagian dari ekosistem komunikasi yang menjembatani tiga pilar utama: pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat luas. Logikanya sederhana namun krusial. Pemerintah membutuhkan masukan riset dan inovasi untuk merancang kebijakan. Dunia usaha membutuhkan transfer teknologi agar produk lokal mampu bersaing. Sementara masyarakat membutuhkan akses terbuka terhadap informasi inovasi agar dapat memanfaatkan terobosan-terobosan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa jembatan komunikasi yang efektif, ketiga pilar itu akan berjalan terpisah dan potensi sinergi akan hilang.<\/p>\n<p>Dengan kesadaran tersebut, ANTARA berupaya membangun narasi optimisme terkait ketahanan pangan nasional. Caranya adalah dengan mengangkat praktik-praktik baik yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah, lalu memperkenalkannya ke tingkat nasional agar dapat menginspirasi replikasi dan adaptasi di wilayah lain.<\/p>\n<h3>Inovasi Ragi Tempe dari Laboratorium UI<\/h3>\n<p>Inti dari talkshow &#8220;Ragi Nusantara&#8221; adalah paparan mengenai inovasi ragi tempe yang dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Indonesia (UI). Pengembangan ini berjalan di bawah naungan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).<\/p>\n<p>Secara kontekstual, tempe menempati posisi unik dalam lanskap pangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, produk ini kerap dipandang sebelah mata\u2014dianggap sekadar makanan rakyat yang kurang bergizi dibandingkan protein hewani. Padahal, sebagaimana ditekankan oleh Benny, justru keberadaan tempe yang memberikan Indonesia posisi tawar kuat dalam percakapan ketahanan pangan. Kedelai sebagai bahan baku tempe dapat dibudidayakan secara luas, proses fermentasinya relatif sederhana, dan hasilnya menyediakan protein nabati bernilai gizi tinggi dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibanding daging. Dalam konteks negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan ketergantungan impor pangan yang masih signifikan, keunggulan ini bukan hal sepele.<\/p>\n<p>Benny menyampaikan harapannya agar informasi yang disampaikan dalam talkshow tersebut mampu memberikan gambaran utuh tentang kekayaan pangan Nusantara, memicu gelombang inovasi baru di kalangan peneliti dan pelaku usaha, serta pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif.<\/p>\n<h3>Dari Laboratorium ke Program Strategis Nasional<\/h3>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Najib Burhani, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan pesan yang lebih tajam. Ia berharap para peneliti tidak berhenti pada tahap publikasi ilmiah, melainkan mengambil inisiatif untuk mengintegrasikan hasil riset\u2014yang secara teknis mungkin tampak sederhana\u2014ke dalam kerangka bernilai ekonomi tinggi.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Jadi, mengintegrasikan hasil riset yang sangat berharga ini ke dalam program-program strategis nasional, seperti ketahanan pangan dan sebagainya. Bayangkan dampaknya jika ragi unggul itu dikoneksikan dengan penurunan stunting, misalnya gitu ya dari Kementerian Kesehatan.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Pernyataan Ahmad membuka dimensi yang jarang dibahas dalam diskursus pangan: konektivitas antara inovasi mikrobiologi fermentasi dan target kesehatan publik. Stunting, yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah Indonesia, berkaitan erat dengan kualitas dan aksesibilitas protein dalam diet harian masyarakat berpenghasilan rendah. Jika ragi tempe unggul yang dikembangkan melalui program Bestari Saintek dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kandungan nutrisi spesifik\u2014misalnya asam amino esensial atau mikronutrien\u2014maka produk tempe berpotensi menjadi instrumen intervensi gizi berskala masif dengan biaya yang sangat terjangkau.<\/p>\n<p>Keterkaitan ini menunjukkan bahwa satu inovasi di laboratorium, yang secara isolasi mungkin hanya menghasilkan peningkatan efisiensi fermentasi beberapa persen, dapat beresonansi dengan kebijakan kesehatan nasional ketika ditempatkan dalam ekosistem yang tepat. Di situlah peran komunikasi publik menjadi krusial: tanpa jembatan informasi yang menghubungkan laboratorium, kementerian, dan masyarakat, potensi transformasional tersebut akan tetap tertidur dalam jurnal ilmiah yang tidak pernah dibaca oleh pembuat kebijakan maupun petani di tingkat desa.<\/p>\n<p>Talkshow &#8220;Ragi Nusantara&#8221; dengan demikian bukan sekadar acara diskusi akademik. Ia merupakan bagian dari upaya sistemik untuk memastikan bahwa kekayaan hayati dan kearifan fermentasi Nusantara tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga diaktifkan sebagai mesin inovasi pangan yang melayani kepentingan ketahanan nasional secara konkret dan terukur.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/menggalangkebaikan.com\">Latest articles and updates: ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat?<\/summary>\n<p>ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat matter?<\/summary>\n<p>ANTARA gaungkan inovasi pangan nasional lewat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik aroma fermentasi yang akrab di meja makan jutaan keluarga Indonesia, tersimpan potensi strategis yang selama ini kurang mendapat sorotan memadai<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12226,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-12227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12228,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12227\/revisions\/12228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/menggalangkebaikan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}