Yang Dibahas: SAR gabungan selamatkan dua nelayan Kepri hanyut ke perairan Malaysia
SAR Gabungan Selamatkan Dua Nelayan Kepri Hanyut ke Perairan Malaysia
Tanjungpinang, Kepri – Sebuah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang terbawa arus hingga ke wilayah perairan Malaysia. Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa kejadian dimulai saat kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin saat berlayar di perairan Tokong Hiu, Karimun, sejak malam Sabtu (11/4).
Kondisi cuaca yang buruk serta hujan deras menyebabkan kapal kehilangan kendali dan terbawa arus sejauh 20,73 mil laut ke wilayah Kukup, Malaysia. Informasi darurat ini diterima oleh SAR Tanjungpinang dari Polair Polres Karimun, berdasarkan laporan Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito, Minggu pagi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR Tanjungpinang segera berkoordinasi dengan Polair Karimun serta MRCC Johor, Malaysia, melalui jalur Precom dan Excom. Koordinasi lintas batas ini sangat penting untuk mendapatkan izin mengevakuasi para korban yang berada di wilayah Malaysia.
“Kapal terseret arus hingga ke perairan Malaysia karena kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Fazzli dalam wawancara di Tanjungpinang, Minggu malam.
Pada pukul 17.00 WIB, tim penyelamat menggunakan speedboat Polair Karimun berangkat ke lokasi kejadian. Berkat diplomasi yang efektif, mereka berhasil merapat ke posisi korban pada pukul 18.53 WIB dan segera melakukan evakuasi. Proses pemindahan korban dari Malaysia ke Indonesia berlangsung lancar, serta dinyatakan selesai pada pukul 19.55 WIB.
Rombongan tiba dengan aman di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun pada pukul 20.15 WIB. Kedua nelayan langsung diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil. Fazzli menambahkan bahwa operasi SAR diresmikan ditutup setelah debriefing pada pukul 21.00 WIB, dengan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

